Milad ke-29 MAN 5 Sleman: Resmikan Sasana Krida Wiyata
Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 5 Sleman menggelar peringatan Milad ke-29 yang dirangkaikan dengan peresmian Sasana Krida Wiyata pada Jumat (26/6/2026).
Ketua KPU DIY, Ahmad Shidqi (tengah) bersama jajaran dalam sebuah acara belum lama ini. – ist/KPU DIY
JOGJA—Komisi Pemilihan Umum Daerah Istimewa Yogyakarta (KPU DIY) dan KPU Kabupaten/Kota akan melakukan pendidikan pemilih pada siswa melalui program Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) dan Masa Ta’aruf Siswa Madrasah (Matsama).
Kegiatan yang dilakukan untuk memberikan pengenalan tentang demokrasi dan kepemiluan bagi calon pemilih dalam Pemilihan Umum Tahun 2029 ini merupakan bagian dari Program Pendidikan Pemilih Tutur Demokrasi KPU DIY serta tindak lanjut dari Nota Kesepahaman KPU DIY dengan Pemerintah Daerah DIY dan didukung oleh Kantor Wilayah Kementerian Agama DIY.
Sesuai jadwal, pelaksanaan kegiatan akan dilakukan pada 5 (lima) hari pertama masuk sekolah atau dalam kurun 14 hingga 18 Juli 2025.
Pendidikan pemilih ini akan dilakukan di Sekolah Menengah Pertama dan Madrasah Tsanawiyah serta Sekolah Menengah Atas dan Madrasah Aliyah atau yang sederajat dalam bentuk pertemuan tatap muka maupun secara daring.
Berdasarkan koordinasi yang telah dilakukan oleh KPU Kabupaten/Kota dengan Dinas terkait serta dengan sekolah-sekolah di wilayahnya, dalam melaksanakan pendidikan pemilih KPU akan hadir ke beberapa sekolah.
Sementara untuk sekolah yang tidak bisa didatangi oleh petugas dari KPU, telah disediakan materi dalam bentuk video dan/atau dalam bentuk presentasi yang telah disampaikan oleh KPU kepada dinas terkait dan sekolah.
BACA JUGA: Hingga Juli 2025, Enam Orang di Kota Jogja Meninggal Akibat Leptospirosis
Materi tersebut akan disampaikan secara interaktif dengan siswa oleh guru yang membidangi pendidikan kewarganegaraan atau yang ditunjuk oleh sekolah.
KPU DIY memandang, bahwa kegiatan MPLS di lingkungan sekolah dan kegiatan Matsama di lingkungan madrasah ini dapat menjadi instrumen penting bagi pengenalan nilai-nilai dasar demokrasi dan Pemilu kepada para pelajar atau generasi muda. Kegiatan tersebut juga menjadi momentum strategis dalam meningkatkan literasi siswa terhadap isu-isu politik dan demokrasi di lingkungan sekolah. Sehingga pada akhirnya dapat mendorong partisipasi aktif para siswa sebagai pemilih dalam kesempatan Pemilu mendatang.
Selain melalui MPLS dan Matsama, Program Tutur Demokrasi KPU juga meliputi pendidikan pemilih lanjutan. Sasaran program tidak saja pemilih pemula, tapi juga segmen pemilih lain seperti disabilitas, perempuan, dan kaum marginal lainnya.
Selain melalui pertemuan tatap muka, Tutur Demokrasi juga dilakukan melalui perantara media, salah satunya dalam bentuk podcast yang ditayangkan di akun YouTube KPU DIY. Secara umum, konsep dasar Tutur Demokrasi adalah pendidikan pemilih yang mengangkat kembali tradisi bercerita masyarakat Jogja, sehingga penyampaian edukasi berdemokrasi ini pun dirangkai dalam suatu narasi yang menyerupai penuturan lisan. (***)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 5 Sleman menggelar peringatan Milad ke-29 yang dirangkaikan dengan peresmian Sasana Krida Wiyata pada Jumat (26/6/2026).
Prof Sarwidi menilai mitigasi gempa menjadi penentu dampak bencana. Perbedaan kerusakan di Venezuela dan Jepang menjadi pelajaran bagi Indonesia.
Simak contoh surat referensi kerja yang benar, fungsi, manfaat, serta format resmi yang dapat meningkatkan peluang diterima di perusahaan.
Rektor Prof. Hari Purnomo mengajak alumni membangun growth mindset untuk menghadapi AI dan tantangan global.
Video Pos Polisi Nampu Saradan viral di media sosial. Warganet membagikan kenangan melintasi jalur lama Madiun–Nganjuk sebelum era jalan tol.
Gempa Pacitan Magnitudo 5,3 mengguncang Jawa Timur dan terasa hingga DIY. BMKG memastikan gempa akibat subduksi ini tidak berpotensi tsunami.