YP Fest Perdana Tembus 15.000 Penonton, Akan Jadi Agenda Tahunan
Sejumlah musisi ternama tampil memeriahkan FYP Fest, di antaranya NDX AKA, Denny Caknan, Guyon Waton, Trio Macan, dan Lavora
dr Rista Ria Febriani, M.Med.Sc, Sp.A, Dokter Spesialis Anak RSJ Grhasia
JOGJA—Pandemi Covid-19 memaksa anak-anak mengikuti Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ), sehingga hidup mereka berubah drastis. Layar gawai menjadi pusat aktivitas belajar, bercampur dengan dunia bermain dan interaksi sosial. Namun, kondisi ini membawa konsekuensi serius bagi tumbuh kembang anak.
Menurut meta analisis global dari 45 studi yang melibatkan lebih dari 335.000 anak (usia rata-rata 9 tahun), screen time rata-rata meningkat dari 2,7 jam sebelum pandemi, menjadi sekitar 4,4 jam per hari selama PJJ.
Data lokal menunjukkan tren serupa, anak-anak sekolah dasar di Indonesia, termasuk di Yogyakarta menghabiskan 4–5 jam sehari di depan layar, jauh melebihi rekomendasi para ahli.
Meningkatnya Risiko Miopia
Jama Network Open (Maret 2025) mempublikasikan penelitian yang menunjukkan setiap tambahan satu jam screen time per hari meningkatkan risiko miopia sebanyak 21%. Temuan ini didukung oleh analisis dari Korea, setelah empat jam screen time, risiko miopia nyaris dua kali lipat dibanding yang tidak pernah memakai layar gawai.
Saat ini, sekitar 36% anak berusia 5–19 tahun telah mengalami miopia, dan diproyeksikan meningkat hingga 40% pada 2050. Mekanismenya kompleks, yakni cahaya buatan dan kerja mata fokus dekat secara terus-menerus memicu pertumbuhan bola mata yang memanjang, khususnya jika dikombinasikan dengan minimnya aktivitas di luar ruangan.
BACA JUGA: Tiga Sekolah Negeri di DIY Diduga Jalankan Praktik Jual Beli Seragam untuk Siswa Baru
Masalah Kognitif dan Bahasa
Paparan layar berlebih juga memengaruhi otak dan bicara anak. Penelitian National Institutes of Health (Februari 2025) menemukan penggunaan gawai lebih dari 7 jam sehari mengakibatkan penipisan korteks, area yang vital untuk fungsi kognitif, bahasa, dan pengambilan keputusan Di Indonesia, penelitian lokal pada anak usia tiga hingga lima tahun menunjukkan rata-rata screen time 3,9–5,1 jam per hari berkaitan signifikan dengan gangguan pola tidur, yang selanjutnya merusak fokus belajar dan emosi. Gangguan bicara, yang kerap disebabkan screen time berlebihan, baik secara langsung maupun karena menggantikan interaksi langsung dan stimulasi verbal orangtua dapat bermanifestasi sebagai gejala autisme dan dapat membaik dengan mengurangi screen time .
Masalah Emosi dan Perilaku
Studi di Indonesia menunjukkan screen time di luar batas meningkatkan risiko tantrum, keterlambatan emosional, hiperaktivitas, dan gangguan perhatian berdasarkan survei potensi tantrum pada anak usia dini, serta kajian melalui Strengths and Difficulties Questionnaire (SDQ) pada anak 4–12 tahun. Hal ini sejalan dengan penelitian lokal yang menyatakan screen time tinggi berkaitan signifikan dengan masalah perilaku emosional pada prasekolah.
Strategi Mitigasi dan Rekomendasi Praktis
Berdasarkan pedoman IDAI dan WHO, ada sejumlah strategi mitigasi dan rekomendasi untuk anak-anak agar terhindar dari bahaya miopia, yakni;
0–2 tahun: hindari screen time sebisa mungkin, kecuali video call masih diperbolehkan.
3–5 tahun: maksimal 1 jam per hari
6–12 tahun: 60–90 menit per hari
13–18 tahun: maksimal 2 jam per hari Untuk menjaga kesehatan anak selama penggunaan gawai, disarankan:
Tablet dan laptop saat ini penting dalam pendidikan, namun tugas kita sebagai orang tua, pendidik, dan tenaga kesehatan adalah memastikan perangkat tersebut tidak merusak perkembangan anak. Dengan menerapkan batasan waktu tepat, stimulasi yang tepat, dan pengawasan yang baik, anak-anak Yogyakarta dapat tetap tumbuh sehat, cerdas, dan bahagia dalam dunia yang semakin digital. (Advetorial)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sejumlah musisi ternama tampil memeriahkan FYP Fest, di antaranya NDX AKA, Denny Caknan, Guyon Waton, Trio Macan, dan Lavora
Penelitian mengungkap keterikatan emosional terhadap mantan pasangan bisa bertahan lama. Rata-rata seseorang membutuhkan sekitar empat tahun agar perasaan itu b
Piala Dunia 2030 terancam boikot negara-negara Eropa setelah UEFA mengecam rencana FIFA membentuk FIFA Forward Enterprise untuk mengelola hak komersial turnamen
Cuaca ekstrem dan musim bediding meningkatkan risiko penyakit ikan di Sleman. Penyuluh meminta pembudidaya menunda tebar benih gurame hingga September atau Okto
Rehan Naufal Kusharjanto/Gloria Emanuelle Widjaja melaju ke babak 16 besar Taipei Open 2026 setelah mengalahkan wakil Taiwan Sheng-Ming Lin/Sung Yi-Hsuan 21-16,
PSS Sleman memastikan mayoritas pemain dalam kondisi fit jelang Super League 2026/2027. Hanif Sjahbandi segera kembali ke Sleman setelah menjalani pemulihan ced