Jalan Mulus Permudah Aktivitas Ekonomi Warga Bantul

Media Digital
Media Digital Kamis, 01 Oktober 2026 09:12 WIB
Jalan Mulus Permudah Aktivitas Ekonomi Warga Bantul

Alat berat meratakan aspal di Jalan Kedungbuweng-Giriloyo, belum lama ini./ Ist

BANTUL — Pembangunan dan pemeliharaan jalan serta jembatan yang digencarkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul di bawah kepemimpinan Abdul Halim Muslih dan Aris Suharyanta mulai dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Infrastruktur jalan yang semakin baik turut mempermudah aktivitas ekonomi warga, di antaranya petani dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Slamet Widodo, 59, petani asal Giriloyo, Kapanewon Imogiri, mengaku terbantu dengan revitalisasi Jalan Kedungbuweng-Giriloyo yang berada di wilayahnya.

Sebelum diperbaiki, dia mengaku kesulitan mengangkut hasil panen bawang merah dari lahannya yang berada di sisi timur kompleks Makam Raja-Raja Mataram, Kapanewon Imogiri.

“Jangankan ketika membawa muatan, saya berangkat ke lahan saja sudah kesulitan. Tetapi setelah diaspal, aktivitas saya menjadi lancar. Kendaraan tidak sering rusak lagi,” kata dia, Selasa (29/9).

Jalan Kedungbuweng-Giriloyo tidak hanya digunakan untuk aktivitas sehari-hari masyarakat, tetapi juga menjadi salah satu akses menuju kawasan wisata religi dan budaya Makam Raja-Raja Mataram.

Kondisi jalan yang semakin baik diharapkan dapat memberikan kenyamanan dan kelancaran bagi masyarakat maupun wisatawan yang menuju kawasan tersebut.

Manfaat serupa dirasakan Rukiyanti, pelaku UMKM di Dusun Kweden, Kalurahan Trirenggo, Kapanewon Bantul. Pengusaha keripik pisang tersebut mengatakan kondisi jalan yang semakin baik membuat aktivitas distribusi produknya ke sejumlah toko menjadi lebih cepat dan lancar.

“Dengan jalan semakin bagus, memperlancar akses,” kata Rukiyanti, Senin (28/9).

Usaha keripik pisang yang dijalankan Rukiyanti telah berlangsung cukup lama. Dalam sehari, dia rata-rata memproduksi sekitar lima kilogram keripik pisang. Jumlah produksi dapat meningkat ketika menerima pesanan dalam jumlah lebih banyak.

Bagi pelaku UMKM seperti Rukiyanti, kondisi infrastruktur jalan menjadi salah satu faktor yang mendukung kelancaran usaha. Jalan yang baik memudahkan mobilitas, baik untuk mengangkut bahan baku maupun mendistribusikan produk kepada konsumen dan mitra penjualan.

Pemkab Bantul Tangani 85 Ruas Jalan

Pemkab Bantul terus menggenjot pembangunan dan rehabilitasi infrastruktur jalan serta jembatan pada 2026. Upaya tersebut dilakukan untuk memperlancar mobilitas masyarakat sekaligus mendukung aktivitas perekonomian warga.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Bantul, Jimmy Alran Manumpak Simbolon, mengatakan Kabupaten Bantul saat ini memiliki total panjang jalan kabupaten mencapai 1.210,72 kilometer yang tersebar di 1.001 ruas jalan.

“Infrastruktur jalan memiliki peran penting sebagai penghubung antarwilayah, akses pelayanan publik, jalur distribusi hasil pertanian, perdagangan, pendidikan, hingga pengembangan kawasan wisata,” katanya.

Jimmy menjelaskan pada 2025 tingkat kemantapan jalan kabupaten tercatat sebesar 65,87%. Pada 2026, Pemkab Bantul terus berupaya meningkatkan capaian tersebut melalui penanganan jalan secara bertahap dan berkelanjutan agar kondisi jalan semakin aman, nyaman, dan layak digunakan masyarakat.

Sebagai bentuk komitmen peningkatan kualitas infrastruktur, Pemkab Bantul mengalokasikan anggaran Rp60,2 miliar untuk penanganan 85 ruas jalan pada 2026. Penanganan tersebut meliputi rehabilitasi, peningkatan kapasitas jalan, pemeliharaan berkala, serta perbaikan ruas jalan yang mengalami kerusakan.

“Ada enam ruas jalan kabupaten di Kapanewon Piyungan, Sewon, Jetis, dan Imogiri yang akan ditangani menggunakan dana DAK secara tuntas. Ruas jalan Druwo–Batas Kota Jogja serta Cepit–Tembi di Kapanewon Sewon juga akan tuntas diperbaiki pada 2026,” kata Jimmy. (Advertorial)

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Ujang Hasanudin
Ujang Hasanudin Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online