Jalan Mulus Permudah Aktivitas Ekonomi Warga Bantul
Pembangunan dan pemeliharaan jalan di Bantul membantu petani dan pelaku UMKM memperlancar mobilitas, distribusi hasil panen, serta pemasaran produk.
Praktek kegiatan pelatihan perlindungan saat terjadi bencana gempa bumi./ Ist
YOGYAKARTA— Harper Malioboro Yogyakarta terus memperkuat kesiapsiagaan seluruh staf dalam menghadapi situasi darurat melalui pelatihan Evakuasi Satgas Bencana, Rabu (30/9). Pelatihan yang berfokus pada penanganan dan evakuasi saat terjadi gempa bumi tersebut dilaksanakan bekerja sama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Yogyakarta dan diikuti seluruh staf Harper Malioboro Yogyakarta.
Kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman dan pengetahuan praktis kepada staf mengenai langkah-langkah yang perlu dilakukan ketika terjadi bencana, khususnya gempa bumi.
Sebagai bagian dari industri perhotelan, kesiapan menghadapi kondisi darurat menjadi hal penting karena hotel merupakan tempat berkumpulnya tamu, wisatawan, dan karyawan dalam satu area.
Dalam pelatihan tersebut, staf Harper Malioboro Yogyakarta mendapatkan pembekalan mengenai prosedur evakuasi, tindakan yang perlu dilakukan saat gempa bumi terjadi, serta pentingnya koordinasi selama kondisi darurat.
Pelatihan juga menjadi kesempatan bagi seluruh staf untuk memahami peran masing-masing dalam mendukung proses evakuasi agar dapat berlangsung secara tertib dan aman.
Kesiapsiagaan terhadap gempa bumi menjadi perhatian, mengingat Daerah Istimewa Yogyakarta memiliki sejumlah sumber gempa aktif. BPBD Kota Yogyakarta bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sebelumnya juga telah melakukan sosialisasi mengenai mitigasi gempa bumi dan megathrust di Yogyakarta.
Dalam berbagai sosialisasi tersebut, dijelaskan bahwa Yogyakarta memiliki sumber gempa aktif, termasuk Sesar Opak. Selain itu, terdapat zona megathrust di wilayah selatan Jawa yang menjadi salah satu perhatian dalam upaya meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat terhadap potensi gempa dan tsunami.
“Pelatihan seperti ini penting untuk memastikan seluruh staf memiliki pemahaman yang sama mengenai apa yang harus dilakukan ketika terjadi kondisi darurat, khususnya gempa bumi. Kami ingin seluruh tim Harper Malioboro Yogyakarta tidak hanya mengetahui prosedurnya, tetapi juga siap untuk menjalankannya dengan tenang, terkoordinasi, dan bertanggung jawab,” kata Wawan Eja Sukmawan, General Manager Harper Malioboro Yogyakarta.
Melalui pelatihan ini, Harper Malioboro Yogyakarta berharap kesiapsiagaan bencana dapat menjadi bagian dari budaya kerja sehari-hari. Pengetahuan mengenai prosedur evakuasi diharapkan membantu staf mengambil tindakan yang tepat ketika menghadapi kondisi darurat sekaligus mendukung terciptanya lingkungan hotel yang lebih siap dan tangguh terhadap risiko bencana.
Pelaksanaan pelatihan bersama BPBD Kota Yogyakarta juga menjadi bagian dari komitmen Harper Malioboro Yogyakarta dalam meningkatkan kapasitas sumber daya manusia, khususnya dalam aspek keselamatan, keamanan, dan kesiapan menghadapi keadaan darurat. (Advertorial)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pembangunan dan pemeliharaan jalan di Bantul membantu petani dan pelaku UMKM memperlancar mobilitas, distribusi hasil panen, serta pemasaran produk.
BPJS Kesehatan mengeluarkan lebih dari Rp100 triliun untuk 172,3 juta kasus penyakit jantung sepanjang 2015-2025.
Pengguna iPhone 18 Pro dan Pro Max mengeluhkan speaker berbunyi kresek, klik, dan letupan. Penyebabnya belum diketahui.
Prediksi susunan pemain Timnas Indonesia vs Bangladesh. John Herdman berpeluang memakai 3-4-3 untuk mengejar kemenangan dengan selisih gol.
Harta Listyo Sigit dalam LHKPN 2025 mencapai Rp15,34 miliar. Simak rincian tanah, kendaraan, kas, harta bergerak, dan utangnya.
Profil Nurisa Dian Ashrifah, pemanah Indonesia peraih emas Asian Games 2026 setelah mengalahkan Amaya Cojuangco 139-137