17 Taman Budaya Bertemu di Jogja, Reuni Setelah 25 TahunTahun
Sebanyak 17 Taman Budaya dari berbagai daerah di Indonesia berkumpul di Jogja dalam Temu Karya Taman Budaya Se-Indonesia XXV 2026.
Kampung Menari menjadi salah satu sajian budaya yang paling menyedot perhatian dalam rangkaian Festival Jogja Kota 2025, Rabu (6/8/2025). /Istimewa.
JOGJA—Kampung Menari menjadi salah satu sajian budaya yang paling menyedot perhatian dalam rangkaian Festival Jogja Kota 2025, Rabu (6/8/2025). Mengusung tema besar “Kumandhang”, acara berlangsung dari pukul 16.00 hingga 21.30 WIB di Amphiteater Taman Budaya Embung Giwangan.
Agenda ini digelar sebagai bagian dari rangkaian acara budaya untuk memeriahkan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XI Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI) 2025 yang diselenggarakan di Kota Yogyakarta. Melalui program ini, budaya kampung ditampilkan sebagai denyut kehidupan kota pusaka yang terus bergerak dan berkembang bersama warganya.
Selama lebih dari lima jam, sebanyak 45 kelurahan di Kota Yogyakarta tampil bergiliran. Masing-masing mengirimkan 5 hingga 10 penari untuk menyuguhkan ragam tarian bertema Yogyakarta—mulai dari gaya klasik keraton hingga kreasi kontemporer berbasis tradisi kampung. Di antara yang paling menyita perhatian adalah Tari Jampi Jogja.
BACA JUGA: Tarif Pajak PBB Bantul Disederhanakan Lewat Revisi Perda
Tari Jampi Jogja merupakan tari kreasi khas Yogyakarta yang menggambarkan aktivitas penjual jamu keliling di kampung. Tak hanya sebagai penyedia minuman herbal, penjual jamu ditampilkan sebagai simpul sosial yang menghubungkan warga, menyampaikan kabar, sekaligus menjaga kearifan lokal. Geraknya lembut, bersahaja, dan komunikatif.
Seluruh pertunjukan menjadi gema budaya dari kampung ke pusat kota—sejalan dengan semangat tema “kumandhang”, yang dalam bahasa Jawa berarti suara yang menggema dan menyebar. Tema ini menegaskan bahwa budaya kampung layak dikumandangkan sebagai identitas kolektif masyarakat kota.
“Kampung Menari menunjukkan bagaimana warga menjadi subjek budaya, bukan semata objek tontonan. Tradisi tidak dikurasi dari atas, tapi tumbuh dari bawah—dari pendapa, sanggar, museum lokal, hingga ruang hidup warga,” ujar Rafiqa, Kepala Seksi Adat dan Tradisi Dinas Kebudayaan Kota Yogyakarta. Ia menegaskan bahwa program ini merupakan wujud nyata pelibatan masyarakat dalam pewarisan tradisi secara organik.
Acara terbuka ini dipadati warga dari berbagai usia. Mereka duduk melingkar di amphiteater, menikmati pertunjukan sambil sesekali ikut menggoyangkan badan mengikuti irama. Festival Jogja Kota mengajak masyarakat menjadi bagian aktif dari proses budaya—bukan hanya sebagai penonton, tetapi juga pelaku.
Nuramala Putri (20), mahasiswa Universitas Muhammadiyah Yogyakarta asal Pontianak, menyebut pengalaman ini begitu membekas. “Kami seperti dibawa ke jantung kebudayaan. Ini bukan sekadar pertunjukan tari, tapi pengalaman spiritual dan sosial yang sangat kuat,” ujarnya.
Setelah seluruh rangkaian pentas tari selesai pukul 21.30, acara dilanjutkan dengan penampilan istimewa dari Dimas Tejo, yang dikenal sebagai seniman lintas medium dan pelestari budaya lokal. Aksinya menambah energi malam, menggabungkan elemen seni tutur, musik, dan humor khas Yogyakarta dalam suasana hangat dan akrab.
Dengan melibatkan 45 kelurahan, Kampung Menari menjadi ruang pembinaan budaya sekaligus ajang pewarisan nilai-nilai seperti keselarasan, kelembutan, dan gotong royong melalui seni tari.
Festival ini menegaskan bahwa warisan budaya tidak hanya untuk dikenang, tetapi untuk terus dihidupi, diwariskan, dan bergerak bersama masyarakat. Dari kampung, gema budaya menjalar ke seluruh kota—dalam irama yang tak hanya terdengar, tetapi juga terasa.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 17 Taman Budaya dari berbagai daerah di Indonesia berkumpul di Jogja dalam Temu Karya Taman Budaya Se-Indonesia XXV 2026.
Spanyol menang 4-1 atas Kroasia di UEFA Nations League 2026/2027. Lamine Yamal mencetak dua gol, disusul Marc Pubill dan Nico Williams
Prakiraan cuaca DIY Rabu, 30 September 2026: mayoritas berawan, Kota Jogja cerah, suhu 22–33°C. Cek rincian per kecamatan.
Sleman menyelesaikan transfer depo Pandowoharjo untuk mendukung PSEL Regional DIY. Depo Donokerto menunggu anggaran ABT.
Jadwal Samsat Bantul Oktober 2026 lengkap dengan lokasi, jam layanan, Samsat Keliling, Jempol Si Panda, SABITA hingga Samsat On Sunday.
Sebanyak 17 Taman Budaya dari berbagai daerah di Indonesia berkumpul di Jogja dalam Temu Karya Taman Budaya Se-Indonesia XXV 2026.