Harga Cabai Tembus Rp90.000, Pemprov Jateng Gelar Pangan Murah
Harga cabai merah di Jateng mencapai Rp90.000 per kg. Pemprov Jateng menggelar pangan murah dan memberi bantuan untuk menekan inflasi.
Agenda kunjungan museum yang diikurti sejumlah siswa/Istimewa
Harianjogja.com, JOGJA—Pameran Kolaboratif Museum bertajuk “Trinetra: Lensa Mata, Mata Hati, Mata Angin” digelar di Selasar Museum Dr. Yap Prawirohusodo pada 13-17 Oktober 2026 untuk memperingati Hari Museum Indonesia. Pameran yang diinisiasi Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Kota Yogyakarta bersama Forum Komunikasi Museum Kota Yogyakarta (FKMK) ini menghadirkan koleksi, sejarah, gagasan, dan kreativitas dalam satu ruang edukasi bagi masyarakat.
Pameran berlangsung setiap hari pukul 09.00-20.00 WIB. Selain menikmati sajian koleksi museum, pengunjung dapat mengikuti sejumlah kegiatan, mulai dari tur kuratorial, pemeriksaan mata gratis dengan kuota terbatas, hingga program edukasi sejarah dan pengenalan jamu.
Digelar sehari setelah Hari Museum Indonesia yang jatuh pada 12 Oktober, kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat peran museum sebagai ruang pelestarian ingatan kolektif sekaligus penyampaian pengetahuan sejarah dan budaya kepada publik.
Trinetra Libatkan Mahasiswa dalam Pengembangan Museum
Pameran Trinetra merupakan proyek akhir Museum Youth Internship Program (MYIP) Tahun 2026 yang diselenggarakan Dinas Kebudayaan Kota Yogyakarta. Selama dua bulan, mahasiswa dari berbagai latar belakang jurusan mengikuti program magang di Museum Dr. Yap Prawirohusodo, Museum Dewantara Kirti Griya, dan Museum Bahari.
Dengan pendampingan tenaga ahli, peserta mempelajari pengelolaan museum, pengembangan program publik, serta strategi komunikasi untuk mendekatkan museum kepada masyarakat. Hasil pembelajaran tersebut kemudian diwujudkan dalam pameran kolaboratif bersama FKMK Kota Yogyakarta.
Kegiatan ini turut melibatkan Museum Sandi, Museum Biologi, dan Intro Living Museum Kotagede. Penyelenggaraannya juga mendapat dukungan Yayasan Dr. Yap Prawirohusodo, RS Mata Dr. Yap, komunitas, akademisi, dan berbagai mitra lainnya.
Kepala Dinas Kebudayaan Kota Yogyakarta, Yetti Martanti, S.Sos., M.M., menyampaikan bahwa pameran tersebut menjadi salah satu upaya menghadirkan museum sebagai ruang belajar yang terbuka dan relevan dengan kehidupan masyarakat.
Menurutnya, program magang tidak seharusnya berhenti pada proses pembelajaran, tetapi perlu menghasilkan karya dan gagasan yang manfaatnya dapat dirasakan publik. Melalui Trinetra, generasi muda tidak hanya mengenal sejarah, tetapi juga terlibat dalam merawat dan menyampaikannya kepada masyarakat.
Filosofi Tiga Mata Dewa Siwa dalam Pameran Trinetra
Tema “Trinetra: Lensa Mata, Mata Hati, Mata Angin” mengangkat filosofi tiga mata Dewa Siwa sebagai ajakan untuk melihat dunia secara lebih utuh. Gagasan tersebut diterjemahkan ke dalam tiga zona pameran yang menghubungkan pengetahuan masa lalu, pemaknaan masa kini, dan pandangan tentang masa depan Indonesia.
Melalui ketiga zona tersebut, pengunjung diajak menelusuri perkembangan ilmu dan praktik medis, memahami peran pendidikan serta budi pekerti dalam membebaskan pikiran, dan membaca arah perubahan zaman sekaligus pentingnya menjaga kedaulatan bangsa.
Pendekatan ini menjadikan museum sebagai ruang untuk memahami sejarah sekaligus merefleksikan kehidupan masa kini. Pengunjung juga diajak melihat keterkaitan pengetahuan, pendidikan, budaya, dan perjalanan bangsa melalui pengalaman pameran.
Ada Cek Mata Gratis hingga Lesehan Sejarah
Pameran Trinetra tidak hanya menghadirkan sajian koleksi, tetapi juga menawarkan beragam program publik yang dirancang lebih interaktif.
Berikut sejumlah kegiatan yang dapat diikuti pengunjung selama rangkaian pameran:
Rangkaian kegiatan tersebut diharapkan membuka ruang pertukaran pengetahuan dan gagasan di antara pengelola museum, mahasiswa, komunitas, akademisi, serta masyarakat.
Bagi peserta MYIP, pameran menjadi kesempatan untuk menerapkan hasil pembelajaran secara langsung. Sementara bagi museum, kegiatan ini menjadi momentum mengembangkan penyajian koleksi dan program publik dengan pendekatan yang lebih kreatif.
Jadwal dan Lokasi Pameran Trinetra di Jogja
Dinas Kebudayaan Kota Yogyakarta mengajak masyarakat, pelajar, mahasiswa, komunitas, dan keluarga untuk mengunjungi Pameran Kolaboratif Museum Trinetra. Berikut informasi pelaksanaannya.
Masyarakat yang ingin mengetahui jadwal dan aktivitas pameran dapat mengakses informasi melalui akun Instagram Dinas Kebudayaan Kota Yogyakarta. Khusus untuk pemeriksaan mata gratis, kuota yang tersedia terbatas.
Melalui momentum Hari Museum Indonesia, Pameran Trinetra diharapkan memperkuat ekosistem permuseuman di Kota Yogyakarta, menumbuhkan apresiasi terhadap sejarah dan budaya, serta menjadikan museum sebagai ruang publik yang hidup, terbuka, dan terus berkembang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Harga cabai merah di Jateng mencapai Rp90.000 per kg. Pemprov Jateng menggelar pangan murah dan memberi bantuan untuk menekan inflasi.
Apple mengonfirmasi acara rumah pintar 13 Oktober. MacBook Pro OLED, iMac M6, dan iPad Mini baru dirumorkan hadir pada akhir bulan.
Chery Malaysia menarik 8.878 unit Omoda 5 setelah as roda belakang terlepas. Simak penyebab, cakupan recall, dan cara mengecek VIN.
Raphael Marantika mencetak 12 poin dan 7 rebound saat Olifant bangkit mengejar BOSA sebelum kalah 53-60 di final DBL Jogja 2026.
Simak cara daftar bansos 2027 lewat Perlinsos Digital. Siapkan NIK, IKD, verifikasi wajah, dan data PLN untuk pengajuan PKH atau BPNT.
Pameran Trinetra di Jogja berlangsung 13-17 Oktober 2026, menghadirkan koleksi museum, tur kuratorial, cek mata gratis, dan edukasi sejarah.