Waspadalah, Judi Online Sangat Bahaya bagi Ekonomi dan Mental
Guna membentengi masyarakat dari jerat "kemenangan palsu" perjudian, DPAD DIY menggelar bedah buku bertajuk Di Balik Layar Judi Online: Fakta, Risiko, dan Reali
Pameran bertajuk Ritus Raya menjadi salah satu suguhan budaya yang mengisi awal Agustus 2025 di Bentara Budaya Yogyakarta. Digelar pada 6–10 Agustus 2025, pukul 09.00–21.00 WIB, pameran ini merupakan bagian dari rangkaian acara Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI) 2025. /Istimewa.
YOGYAKARTA—Pameran bertajuk Ritus Raya menjadi salah satu suguhan budaya yang mengisi awal Agustus 2025 di Bentara Budaya Yogyakarta. Digelar pada 6–10 Agustus 2025, pukul 09.00–21.00 WIB, pameran ini merupakan bagian dari rangkaian acara Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI) 2025.
Melalui pendekatan tematik, Ritus Raya mengajak pengunjung menelusuri ragam ritus yang mengiringi siklus kehidupan manusia—mulai dari kelahiran, pernikahan, hingga kematian—yang diwariskan lintas generasi di berbagai wilayah Nusantara.

Pameran ini menunjukkan bahwa ritus tidak sekadar upacara seremonial, melainkan juga wujud rasa syukur, pengikat relasi sosial, sekaligus penguat identitas budaya. Melalui karya seni rupa, dokumentasi visual, dan artefak yang dipilih secara kuratorial, Ritus Raya menampilkan keterhubungan antara manusia, alam, dan nilai-nilai sosial yang tumbuh dalam masyarakat.

Kepala Seksi Sejarah Dinas Kebudayaan Kota Yogyakarta, Fttria Dyah Anggraini, selaku pengarah kegiatan, menyampaikan bahwa pameran ini dirancang sebagai ruang refleksi sekaligus dialog lintas budaya. “Ritus Raya berupaya membingkai kembali praktik-praktik budaya yang hidup di masyarakat sebagai sumber pengetahuan dan kearifan lokal yang relevan dalam konteks kekinian,” ujarnya.
Ia menambahkan, hadirnya dukungan dari Keraton Yogyakarta turut memperkuat narasi tentang keselarasan antara tradisi dan modernitas, antara kesakralan dan kehidupan profan, yang berpadu dalam satu ruang perjumpaan.

Sejak hari pertama, pengunjung dari berbagai kalangan—mulai dari mahasiswa, seniman, komunitas budaya, hingga wisatawan—terlihat antusias memadati area pameran. Mereka mengamati instalasi, membaca penjelasan kuratorial, hingga terlibat dalam diskusi dengan panitia.
“Setelah saya melihat pameran ini, rasanya bukan sekadar nostalgia, tapi juga usaha merekam memori kota dan menumbuhkan rasa memiliki terhadap warisan budaya,” ujar salah satu pengunjung, Adelia Mumsika Dina (22).

Dengan memadukan arsip visual, karya seni rupa, dan instalasi, Ritus Raya tidak hanya menjadi ruang apresiasi seni, tetapi juga menjadi ajakan untuk menjaga warisan budaya sebagai bekal membangun masa depan
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Guna membentengi masyarakat dari jerat "kemenangan palsu" perjudian, DPAD DIY menggelar bedah buku bertajuk Di Balik Layar Judi Online: Fakta, Risiko, dan Reali
JIKF 2026 digelar di Parangkusumo, diikuti 17 negara. Festival layang-layang ini dorong wisata dan ekonomi kreatif Jogja.
Jadwal SIM Keliling Polda DIY Juli 2026 lengkap dengan lokasi, jam layanan, syarat perpanjangan SIM A dan C, serta nomor layanan WhatsApp.
UII melantik dekan dan wakil dekan periode 2026-2030. Simak daftar lengkap pimpinan baru di sembilan fakultas Universitas Islam Indonesia.
Guna membentengi masyarakat dari jerat "kemenangan palsu" perjudian, DPAD DIY menggelar bedah buku bertajuk Di Balik Layar Judi Online: Fakta, Risiko, dan Reali
Spanyol ke 16 besar Piala Dunia 2026 setelah menang 3-0 atas Austria. Mikel Oyarzabal mencetak dua gol, Pedro Porro menambah satu gol.