Pemuda Jogja Diminta Perkuat Karakter Hadapi Tantangan Era Digital
Wakil Wali Kota Jogja mengajak generasi muda membentengi diri dari narkoba, perundungan, dan pergaulan negatif melalui penguatan karakter dan aktivitas pos
Wakil Wali Kota Jogja Wawan Harmawan berfoto bersama di acara Pembinaan Kepemudaan bertajuk Pemuda Sehat Berdaya Bermanfaat yang diselenggarakan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kota Jogja, di Burza Hotel, Rabu (29/4/2026)/ Istimewa
Harianjogja.com, JOGJA—Pemerintah Kota Jogja terus mendorong penguatan karakter generasi muda sebagai fondasi pembangunan masa depan. Melalui kegiatan Pembinaan Kepemudaan bertajuk Pemuda Sehat Berdaya Bermanfaat yang diselenggarakan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kota Jogja, para pemuda diajak membentengi diri dari berbagai pengaruh negatif yang semakin kompleks di era digital.
Kegiatan yang berlangsung di Burza Hotel, pada Rabu (29/4/2026) tersebut diikuti sekitar 50 pemuda perwakilan sekolah dan organisasi kepemudaan di Kota Jogja. Selain menjadi ruang edukasi, kegiatan ini juga menjadi sarana memperkuat kesadaran generasi muda terhadap berbagai tantangan sosial yang berkembang saat ini.
Wakil Wali Kota Jogja, Wawan Harmawan, menegaskan bahwa generasi muda memegang peran strategis sebagai calon pemimpin sekaligus penentu arah masa depan bangsa.
“Anak-anak muda hari ini adalah calon pemimpin bangsa ke depan. Mereka bisa jadi pemimpin atau minimal menjadi fondasi kuat bagi masa depan Indonesia. Karena itu, penting bagi kita untuk menanamkan nilai-nilai positif sejak dini,” ujarnya.
Menurut Wawan, setiap generasi memiliki keunggulan yang saling melengkapi. Generasi muda memiliki energi dan masa depan, sementara generasi yang lebih tua memiliki pengalaman yang dapat menjadi bekal menghadapi berbagai perubahan zaman.
Ia juga menyoroti perubahan pola hubungan antara orang tua dan anak yang dipengaruhi perkembangan teknologi. Saat ini, tidak sedikit orang tua yang justru belajar dari anak-anak mereka terkait pemanfaatan teknologi digital. Namun, kondisi tersebut harus diimbangi dengan kemampuan mengendalikan diri agar tidak terjebak dalam dampak negatif perkembangan teknologi.
“Yang paling menentukan itu bukan guru atau orang lain, tapi diri kita sendiri. Lingkungan pertemanan sangat berpengaruh. Kalau lingkungannya baik, insyaallah kita juga akan ikut baik,” tegasnya.
Wawan menilai pergaulan menjadi salah satu faktor utama yang memengaruhi perilaku generasi muda. Karena itu, kemampuan memilih lingkungan sosial yang positif menjadi modal penting untuk menghindari berbagai perilaku berisiko.
Selain itu, ia menyoroti masih tingginya kasus perundungan yang terjadi di kalangan remaja. Menurutnya, persoalan ekonomi maupun tekanan sosial sering kali menjadi pemicu sebagian anak muda mencari pelarian melalui perilaku negatif seperti penyalahgunaan narkotika, konsumsi minuman beralkohol, hingga tindakan menyimpang lainnya.
Sebagai langkah pencegahan, Wawan mendorong para pemuda aktif mengikuti berbagai kegiatan positif seperti organisasi sekolah, olahraga, pramuka, hingga karang taruna.
“Aktivitas positif itu bukan hanya mengisi waktu luang, tetapi juga membangun mental dan karakter yang tangguh,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Tim Kerja Pembinaan Kepemudaan Disdikpora Kota Jogja, Mugi Suyatno, menjelaskan kegiatan tersebut merupakan bagian dari implementasi amanat regulasi terkait kepemudaan yang menekankan pentingnya perlindungan terhadap generasi muda dari berbagai pengaruh destruktif.
“Undang-Undang Kepemudaan mengamanatkan pemuda berhak mendapatkan perlindungan dari pengaruh destruktif. Dinamika yang dihadapi pemuda saat ini penuh dengan godaan yang berpotensi menjerumuskan jika tidak dibentengi sejak awal,” jelasnya.
Menurut Mugi, salah satu ancaman yang masih menjadi perhatian serius adalah penyalahgunaan narkotika yang berpotensi menjadi pintu masuk berbagai bentuk perilaku negatif lainnya.
“Dari penyalahgunaan narkotika bisa berkembang ke tindakan kekerasan maupun anarkis yang pada akhirnya mencoreng citra pemuda itu sendiri. Karena itu, pembinaan seperti ini menjadi penting untuk membentuk generasi yang sehat, berdaya, dan bermanfaat,” imbuhnya.
Salah seorang peserta, Ataya dari SMK Negeri 7 Yogyakarta, mengaku mendapatkan banyak wawasan baru melalui kegiatan tersebut. Ia menilai materi yang disampaikan relevan dengan kondisi remaja saat ini.
“Acara ini cukup bermanfaat bagi kami, terutama sebagai upaya preventif agar tidak terjerumus dalam pergaulan bebas maupun penyalahgunaan narkotika. Kami jadi lebih berhati-hati dalam pergaulan dan termotivasi untuk melakukan hal-hal yang positif ke depannya,” ungkapnya.
Melalui sinergi antara pemerintah, sekolah, organisasi kepemudaan, dan masyarakat, Kota Jogja berharap mampu mencetak generasi muda yang tidak hanya sehat secara fisik, tetapi juga kuat secara mental, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan masa depan. Pembinaan kepemudaan semacam ini diharapkan menjadi investasi jangka panjang dalam menciptakan sumber daya manusia unggul yang mampu membawa Indonesia menuju masa depan yang lebih baik.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Wakil Wali Kota Jogja mengajak generasi muda membentengi diri dari narkoba, perundungan, dan pergaulan negatif melalui penguatan karakter dan aktivitas pos
Jerman vs Paraguay di babak 32 besar Piala Dunia 2026 jadi laga penentuan tiket 16 besar di Stadion Houston.
WHO: 1.300 tewas akibat gelombang panas Eropa. Jerman 41,7°C, Prancis 1.000 kematian tambahan. Eropa memanas dua kali lebih cepat dari rata-rata global.
Cristiano Ronaldo menjadi sorotan usai mengganti sepatu emas edisi khusus dengan sepatu pink saat Portugal menghadapi Kolombia di Piala Dunia 2026.
Laptop terasa lambat? Simak 5 cara sederhana untuk meningkatkan performa laptop tanpa biaya servis, mulai dari membersihkan file sampah hingga mengatur startup.
Polresta Jogja menangkap dua pengedar obat keras ilegal dan menyita 81.000 pil berlogo Y serta sabu. Jaringan beroperasi di DIY dan Jawa Tengah sejak 2024.