Lari Sambil Berbagi, Gelaran Borobudur 100 Hadirkan Harapan untuk Penyandang Cerebral
Borobudur 100 di Magelang pada 19-20 Desember 2026 menggabungkan olahraga lari dengan aksi sosial untuk membantu penyandang cerebral palsy.
(Kiri ke kanan) Kurator Arsip Adinda Ayu, Kurator Arsip Dwi Rahmanto, Kepala Taman Budaya Yogyakarta Purwiati, Kurator Foto Kurnia Yaumil Fajar, dan Kurator Foto Rangga Purbaya dalam konferensi pers di TBY, Kamis (13/8/2026). Anisatul Umah-Harian Jogja.
JOGJA - Taman Budaya Yogyakarta (TBY) akan menggelar Lomba dan Pameran Fotografi Rana Budaya #4 dengan tajuk FYP (For Your People), sekaligus pameran arsip pada 14–23 Agustus 2026. Dua acara ini akan dibuka pada Jumat 14 Agustus 2026 dimeriahkan oleh Banda Neira dan Paksiband.
Kepala TBY, Purwiati, mengatakan Rana Budaya sudah dilaksanakan empat tahun berturut-turut dan selalu mendapatkan apresiasi yang luar biasa dari pegiat fotografi. Bahkan tahun ini menurutnya peminatnya tidak hanya dari Yogyakarta, namun juga dari kota lain seperti Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, Papua, Sumatra, NTB, hingga Aceh.
Dia menjelaskan pameran Rana Budaya diikuti oleh 214 peserta dengan total karya foto sebanyak 914 buah. "Menunjukkan bahwa pameran fotografi ini menjadi jembatan luas untuk teman-teman fotografi bisa mengidentifikasi kondisi atau bisa memotret secara langsung keseharian," ucapnya dalam konferensi pers di TBY, Kamis (13/8/2026).
Dia menjelaskan untuk pameran arsip tema yang diangkat yakni 'Catatan yang Tercecer'. Melalui pameran arsip ini TBY mengajak pengunjung untuk melihat dokumentasi berbagai kegiatan kebudayaan baik lokal maupun nasional melalui kliping, spanduk, hingga poster.
"Bagaimana perjalanan publikasi yang dilaksanakan TBY sampai dengan saat ini kita kemudian mengenal dengan media sosial dan sebagainya," jelasnya.
Dia mengatakan pameran ini menjadi ruang untuk melihat perbedaan metode dokumentasi dan publikasi TBY antara era 1980-an dan masa kini. Menurutnya, arsip manual berupa naskah dan kliping disandingkan dengan dokumentasi digital untuk menunjukkan pesatnya perkembangan teknologi.
Selain itu, kata dia, juga menjadi sarana edukasi bagi generasi yang belum mengalami masa tersebut. Menjadi ruang untuk melihat dan membandingkan perkembangan publikasi serta dokumentasi dari masa lalu hingga saat ini yang berlangsung semakin pesat.
"[pameran ini] free gratis. Dan ini untuk pembukaannya ada Banda Neira dan Paksiband," ujarnya.
Kurator Foto, Rangga Purbaya, mengatakan pameran foto tahun ini berbeda dengan tahun sebelumnya yang hanya mengirimkan satu karya, sementara tahun ini series. Kemudian, tema yang diangkat adalah untuk merespon fenomena media sosial seperti For Your Page (FYP) di TikTok menjadi For Your People (FYP).
Ia menyampaikan tujuannya adalah untuk mengajak fotografer baik dari kalangan pelajar, mahasiswa, dan umum untuk lebih memperhatikan sekelilingnya, orang-orang, atau kebiasaan-kebiasaan yang dekat dengan kehidupan mereka.
"Dan ini semacam mengubah posisinya ya. Kalau di media sosial itu kan lebih ke center-nya di saya gitu, nah ini coba di-twist dibalik menjadi "kami" gitu, apa yang terjadi di sekitar kami," jelasnya.
Kurator Arsip, Dwi Rahmanto, mengatakan pameran tersebut berangkat dari upaya membaca kembali arsip-arsip yang tersimpan di TBY. Arsip yang dinilai memiliki nilai penting itu diharapkan dapat menjadi referensi sekaligus sumber inspirasi dalam pengembangan program kebudayaan.
Ia menilai pengelolaan arsip di TBY sudah cukup baik, meski masih diperlukan proses penataan dan pendetailan lebih lanjut agar arsip tersebut semakin mudah diakses dan dimanfaatkan oleh publik.
"Kami mencatat tahun 80-an sampai sekitar 2009 itu masih masih ada kliping yang tercatat di sini dan isinya sangat beragam. Kliping-kliping yang dicatatkan oleh TBY tidak hanya dari program TBY. Namun juga merekam dinamika seni dan budaya yang ada di Jogja bahkan di Indonesia," ujarnya. (Advertorial)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Borobudur 100 di Magelang pada 19-20 Desember 2026 menggabungkan olahraga lari dengan aksi sosial untuk membantu penyandang cerebral palsy.
Jerman kalah 0-1 dari Yunani di UEFA Nations League. Gol Dimitrios Kourbelis membawa Yunani meraih kemenangan bersejarah.
Portugal menang 2-1 atas Norwegia di UEFA Nations League. João Félix dan Gonçalo Ramos mencetak gol, Cristiano Ronaldo dicadangkan.
Jadwal Indonesia di Asian Games 2026, Senin 28 September: Alwi Farhan hingga empat wakil bulu tangkis berebut tiket final. Cek selengkapnya.
HP Android hilang? Google Find Hub bisa membantu melacak, mengunci, hingga menghapus data perangkat dari jarak jauh.
WNI bisa memanfaatkan bebas visa transit China hingga 240 jam. Simak syarat, durasi tinggal, dan daftar negara yang berlaku pada 2026.