Telkom Hadirkan Inovasi OCA Berbasis AI di DTI-CX 2026
AIcosystem Buka Cara Baru dalam Mengelola Pengalaman Pelanggan hingga Pengembangan Asisten Virtual
Kepala KPP Pratama Jogja, Indra Priyadi (kanan) berjabat tangan dengan Plt Kepala SMPN 4 Kota Jogja, Siswanto (kiri), dalam Pajak Bertutur bertajuk Generasi Muda Sadar Pajak untuk Indonesia Maju di SMPN 4 Kota Jogja, Rabu (27/8/2025). - Harian Jogja/Stefani Yulindriani
JOGJA—Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Jogja menggelar Pajak Bertutur bertajuk Generasi Muda Sadar Pajak untuk Indonesia Maju di SMPN 4 Kota Jogja, Rabu (27/8/2025). Kegiatan tersebut digelar untuk meningkatkan kesadaran generasi muda terhadap manfaat dan fungsi perpajakan.
Kepala KPP Pratama Jogja, Indra Priyadi, menuturkan kegiatan tersebut merupakan salah satu upaya untuk mengenalkan generasi muda mengenai pajak serta mengedukasi tentang manfaat dan fungsi pajak bagi Indonesia. Menurutnya, generasi muda perlu memahami mengenai manfaat pajak sejak dini. “Anak usia SMP adalah masa paling mudah untuk menanamkan pengertian tentang pajak. Sehingga sejak dini mereka sudah tahu, mengenal, dan paham pajak,” ujarnya.

Menurut Indra, pemberian edukasi mengenai manfaat pajak sejak usia dini akan meningkatkan kesadaran mengenai hak dan kewajiban perpajakan sehingga nantinya dapat mendorong kepatuhan pembayaran pajak ketika mereka telah menjadi wajib pajak di masa mendatang. “Ketika mereka menjadi karyawan mungkin [pajak] sudah dipotong langsung, tapi jika menjadi pengusaha ada kewajiban menghitung dan melapor sendiri. Dengan bekal sejak ini, mereka tidak akan bingung lagi. Mereka tahu kalau ada urusan pajak bisa datang langsung ke kantor pajak, bukan malah menghindar,” katanya.
BACA JUGA: Ini Cara Polisi Ungkap Operator Judi Online yang Dikelabuhi di Bantul
Dalam Pajak Bertutur, pihaknya memberikan edukasi terkait dengan manfaat pajak dengan menggunakan media pembelajaran perpajakan yang edukatif dan menyenangkan yang merupakan bagian dari deep learning. Dalam Pajak Bertutur, edukasi terkait dengan pajak yang bersifat materi tekstual disampaikan secara singkat sekitar 30 menit, kemudian dilanjutkan dengan simulasi dan pemberian contoh-contoh sederhana terkait dengan manfaat pembayaran pajak agar lebih mudah dipahami. “Misalnya kami memberikan contoh rumah tangga atau keluarga. Seperti bapak dan ibu yang punya penghasilan lalu membagi untuk kebutuhan keluarga. Negara pun bekerja dengan cara yang sama. Itu lebih mudah diterima dibanding teori panjang,” katanya.
Dia berharap program tersebut dapat membentuk kesadaran generasi muda tentang fungsi pajak bagi negara. “Harapannya mereka tahu sejak awal apa itu pajak, apa gunanya, bagaimana cara Direktorat Jenderal Pajak [DJP] bekerja, dan bagaimana pajak digunakan untuk kepentingan bersama. Jadi ada transparansi sejak dini,” katanya. Program ini merupakan agenda serentak Direktorat Jenderal Pajak di seluruh Indonesia dengan tujuan mengenalkan pajak kepada generasi muda.
Plt Kepala SMPN 4 Kota Jogja, Siswanto, menyampaikan terima kasih atas kegiatan Pajak Bertutur untuk siswa. Ke depan diharapkan anak-anak mengetahui tentang pajak dari dini, sekaligus terkait dengan hak dan kewajibannya nanti saat sudah dewasa. (Advertorial)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
AIcosystem Buka Cara Baru dalam Mengelola Pengalaman Pelanggan hingga Pengembangan Asisten Virtual
Perpres ojol masih difinalisasi Komdigi. Pemerintah menguji formula bagi hasil yang adil bagi pengemudi dan menjaga bisnis platform ride-hailing.
BNN menangkap MR alias Bos Gendut, buronan kasus sabu 98 kg, di salon Mangga Besar. BNN juga menyita uang dan aset Rp39,95 miliar.
Tujuh tentara AS dilaporkan tewas dalam bentrokan di USS Abraham Lincoln. Insiden disebut dipicu stres akibat perang berkepanjangan.
Satpol PP Bantul menemukan 2.704 batang rokok ilegal di dua warung di Sanden dalam operasi bersama Bea Cukai Yogyakarta.
Tim SAR masih mencari lima penumpang KMP Putri Yasmin yang belum ditemukan setelah kapal terbakar di Selat Lombok, NTB.