The Temple of Champions Hadir di Candi Prambanan November 2026
The Temple of Champions digelar di Candi Prambanan pada 7 November 2026, menghadirkan pertandingan tinju perebutan sabuk WBC Asia.
Inspektur Tambang Ahli Madya Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM), Hadi Soerahman (tengah) dan General Foreman Underground GBC Batch Plant Freeport Indonesia yang juga alumni ITNY, Demianus Mambraku (kanan) dalam Kuliah Perdana ITNY, Kamis (11/9/2025)./Harian Jogja-Lugas Subarkah
SLEMAN—Sebanyak 775 mahasiswa baru Institut Teknologi Nasional Yogyakarta (ITNY) mengikuti Kuliah Perdana, Kamis (11/9/2025). Dalam kegiatan ini, rektor dan dua narasumber memberikan motivasi dan arahan dalam menempuh studi ke depan.
Rektor ITNY, Seetyo Pambudi, menyampaikan kuliah perdana merupakan awal para mahasiswa baru menerapkan apa yang sudah didapatkan selama Pengenalan Pendidikan Tinggi bagi Mahasiswa Baru (PPTMB) beberapa waktu lalu. “Hari ini kita akan mengaplikasikan apa yang harus diterapkan setiap hari dalam sistem akademik di ITNY,” ujarnya.
Kuliah Perdana ini mengusung tema Menjadi Tunas Muda Inklusif Melalui Harmoni Era Digital dan Kearifan Lokal. “Tunas muda inklusif, adalah generasi muda siap tumbuh dan bermbang, bisa merangkul dan menghargai keberagaman. Mahaaiswa baru ITNY berasal dari Sabang sampai Merauke. Selama di ITNY, kita menjunjung keberagaman,” katanya.
BACA JUGA: Polisi Ungkap Motif Pelemparan Molotov Pos Polisi Jogja, Begini Kronologinya
Kemudian melalui harmoni era digital diharapkan mahasiswa bisa membangun harmoni di tengah kemajuan digital yang pesar. “Kita bisa menerapkan perkembangan teknologi secara bijak. Terakhir kearifan lokal, kita diharapkan bisa menyesuaikan dengan kondisi di sekitar,” paparnya.
Dalam Kuliah perdana ini para mahasiswa juga akan dipertemukan dengan dosen kelas masing-masing untuk mendapatkan arahan. “Harapan saya bisa menjaga keharmonisan dengan dosen-dosen, sehingga akan selalu lancar dalam menempuh perkuliahan,” ungkapnya.
Inspektur Tambang Ahli Madya Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM), Hadi Soerahman, menjelaskan untuk menjadi tunas muda yang berkembang, seorang mahasiswa harus memiliki kompetensi yang akan diasah selama kuliah.
“Kompeten adalah kemampuan melajukan pekerjaa yang didasari pengetahuan, keterampilan dan sikap sesuai unjuk kerja yang ditetapkan. Salah satu sikap yang baik adalah dengan mengacu pada kearifan lokal setempat,” katanya.
Tunas muda yang kompeten menurutnya diperlukan untuk mengelola sumber daya alam yang ada di Indonesia. “Kita tidak akan mampu mengelola sumber daya alam yang melimpah secara berkelanjutan dan berwawasan lingkungan tanpa kompetensi yang cukup,” ungkapnya.
General Foreman Underground GBC Batch Plant Freeport Indonesia yang juga alumni ITNY, Demianus Mambraku, menuturkan di era digital sekarang, jika mahasiswa tidak mengikuti perkembangan teknologi maka akan tertinggal.
Pria yang bekerja di Freeport sejak 2001 ini mengingatkan di dunia kerja, kompetensi saja tidak cukup. “Kita pintar dan punya skill, tapi perilaku tidak bagus, kita tidak akan berkembang. Maka pentingnya membangun dialog inklusif membuat kita mudah menerapkan kearifan lokal,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
The Temple of Champions digelar di Candi Prambanan pada 7 November 2026, menghadirkan pertandingan tinju perebutan sabuk WBC Asia.
Kemarau panjang di Cangkringan membuat dua sekolah kekurangan air dan memicu tiga kebakaran sejak Juni 2026.
Dinsos Kulonprogo mengingatkan penerima bansos wajib mendaftar Perlinsos karena aplikasi ini akan menjadi basis data penyaluran bantuan mulai 2027.
Muhammad Qodari membantah sejumlah tudingan terhadap Bakom, termasuk isu Timothy Ivan, rekrutmen PAN, dan anggaran media Rp60 miliar.
Menyusuri kawasan dalam benteng sambil mengayuh sepeda menjadi cara yang dipilih dalam Amazing Race bertajuk “Ngepit Jeron Benteng” pada Jogja World Heritage
Sebanyak 92.055 warga Gunungkidul terdampak kekeringan. Kapanewon Tepus menjadi wilayah terparah dengan 24.875 jiwa mengalami krisis air.