Pemprov Jateng Perluas Program Satu OPD Satu Desa untuk Percepat Penanganan Kemiskinan
Pemprov Jateng memperluas program Satu OPD Satu Desa Dampingan yang kini menjangkau 641 desa untuk mempercepat penanggulangan kemiskinan.
Ketua PMI DIY, GBHP. Prabukusumo (dua dari kanan) saat menghadiri Musyawarah Kerja PMI DIY 2026 di Sleman pada Minggu (8/2/2026)./Harian Jogja -- Catur Dwi Janati
SLEMAN—Palang Merah Indonesia (PMI) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menggelar Musyawarah Kerja (Musker) PMI DIY 2026 di Sleman, Minggu (8/2/2026). Forum tahunan ini menjadi ajang evaluasi kinerja organisasi selama setahun terakhir sekaligus merumuskan program kerja yang lebih realistis dan adaptif terhadap kebutuhan masyarakat.
Kepala Bidang Organisasi PMI DIY, Sigit Alifianto, menjelaskan bahwa musyawarah kerja merupakan amanah organisasi yang wajib dilaksanakan sesuai Anggaran Dasar PMI. Berdasarkan Pasal 38 Anggaran Dasar, Musyawarah Kerja PMI diselenggarakan satu kali dalam setahun dengan sejumlah agenda strategis.
“Ada tiga tugas utama dalam musyawarah kerja. Pertama, evaluasi pelaksanaan kegiatan tahun sebelumnya. Kedua, penyusunan rencana kerja tahunan yang tertuang dalam anggaran pendapatan dan belanja tahun berikutnya. Ketiga, membahas dan menetapkan hal-hal penting lainnya,” ujar Sigit di Grha Sarina Vidi, Sleman.
Ia menambahkan, sesuai Pasal 39 Anggaran Dasar PMI dan Pasal 60 Anggaran Rumah Tangga PMI, peserta musyawarah kerja tingkat provinsi terdiri dari pengurus provinsi, perwakilan pengurus kabupaten/kota, serta perwakilan forum relawan PMI DIY. Sementara peninjau berasal dari unsur pegawai dan pihak lain yang ditentukan pengurus.
“Musyawarah kerja kali ini diikuti 37 peserta yang terdiri dari pengurus provinsi, pengurus PMI kabupaten/kota, dan forum relawan. Sedangkan peninjau berjumlah 17 orang, meliputi unsur Pengurus Pusat PMI, Dewan Kehormatan PMI DIY, Kepala Markas PMI se-DIY, serta Kepala Unit Kerja PMI DIY,” jelasnya.
Tahun ini, Musker PMI DIY digelar dengan metode blended, yakni luring dan daring. Metode tersebut diharapkan mampu menjangkau lebih banyak komponen PMI di berbagai wilayah.
“Selamat bermusyawarah kerja, semoga menghasilkan keputusan terbaik untuk kemajuan organisasi PMI,” kata Sigit.
Ketua PMI DIY, GBHP. Prabukusumo, menyampaikan bahwa fokus utama Musyawarah Kerja PMI DIY mencakup dua hal, yakni evaluasi kinerja organisasi sepanjang 2025 serta penyusunan program kerja untuk tahun berikutnya.
“Di musyawarah kerja ini, kami menyampaikan kinerja satu tahun terakhir dan menyusun program kerja yang realistis untuk ke depan,” tegasnya.
Menurut Prabukusumo, tantangan PMI ke depan semakin besar seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat, terutama terkait pelayanan darah. Ia menyebutkan, kebutuhan darah meningkat sekitar 10 persen setiap tahun. Selain itu, jumlah generasi muda yang harus menjalani hemodialisis juga kian bertambah.
“Oleh karena itu, melalui musyawarah ini kami inventarisasi seluruh kegiatan yang sudah berjalan, kemudian dievaluasi apakah masih relevan untuk dilanjutkan atau perlu disesuaikan. Saya berharap program kerja yang dihasilkan benar-benar matang dan tepat sasaran,” ujarnya.
Ketua Bidang Organisasi PMI Pusat, Sudirman Said, menambahkan bahwa menjadi pengurus PMI membutuhkan jiwa sosial, amanah, serta komitmen waktu. Ia berharap seluruh pengurus PMI di berbagai tingkatan memiliki nilai dan kepedulian yang sama.
Sudirman juga mengingatkan pentingnya menghayati tujuh Prinsip Gerakan Kepalangmerahan, yakni Kemanusiaan, Kesukarelaan, Kemandirian, Kesamaan, Kenetralan, Kesatuan, dan Kesemestaan.
“PMI bisa menjadi organisasi sosial yang kuat karena konsisten menjaga prinsip kenetralan,” katanya.
Menurutnya, Musyawarah Kerja PMI bertujuan menjaga efektivitas organisasi. Ia menyebut dua ciri utama organisasi yang sehat, yakni produktif dan kohesif.
“Produktif artinya target tercapai, program berjalan, anggaran terpenuhi, dan sumber daya terjaga. Kohesif berarti pengurus dan relawan saling percaya, saling mendukung, serta fokus pada tujuan bersama,” tegas Sudirman.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan DIY, Gregorius Anung Trihadi, mengapresiasi peran PMI yang dinilainya luar biasa dalam kerja-kerja kemanusiaan.
“PMI sering kali bergerak dalam sunyi tanpa eksposur, tetapi kontribusinya sangat besar, terutama dalam situasi bencana dan krisis kemanusiaan,” ujarnya.
Anung menambahkan, kekuatan relawan PMI sangat berperan dalam mendukung pelayanan kesehatan, termasuk melalui unit transfusi darah yang menopang keberlangsungan layanan kesehatan di DIY.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemprov Jateng memperluas program Satu OPD Satu Desa Dampingan yang kini menjangkau 641 desa untuk mempercepat penanggulangan kemiskinan.
Jadwal KRL Solo-Jogja Rabu 30 September 2026 tersedia 12 perjalanan. Cek jam berangkat dari Palur hingga tiba di Jogja.
Jadwal KSPN Jogja ke Gunungkidul Rabu 30 September 2026 tersedia untuk rute Obelix Sea View dan Pantai Drini. Cek tarif dan jamnya.
Erick Thohir meminta Timnas Indonesia tak meremehkan Bangladesh pada laga terakhir Grup A FIFA ASEAN Cup 2026 di SUGBK.
Mediasi tambang CV BKS dan warga Padukuhan Karang Kulon Progo menghasilkan titik temu. Pemda DIY menjelaskan legalitas perizinan.
Jadwal SIM Keliling Kulonprogo hari ini 30 September 2026, lengkap dengan lokasi, jam pelayanan, syarat, dan ketentuan perpanjangan SIM.