Persiapan Borobudur Marathon 2026 Capai 99 Persen, Bakal Dimeriahkan 12.500 Peserta
Persiapan event lari Bank Jateng Borobudur Marathon 2026 sudah mencapai 99%. Gelaran rutin yang tahun ini mengusung tema “Decade of Legacy" i
Marcomm Manager Grand Hotel De Djokja, Maria Perwitsari menunjukkan kantor Jenderal Sudirman sebagai salah satu ruangan dalam kamar tipe Sudirman Suite pada Kamis (11/3/2026). Harian Jogja/Stefani Yulindriani
Harianjogja.com, JOGJA—Grand Hotel De Djokja bersiap melakukan soft launching pada 16 Maret 2026 dengan konsep hotel baru yang memadukan modernitas dengan warisan sejarah bangunan yang telah berdiri sejak awal abad ke-20 di kawasan Malioboro, Kota Jogja. Hotel ini sebelumnya dikenal sebagai Grand Inna Malioboro dan lebih lama lagi sebagai Hotel Garuda.
Momentum soft launching Grand Hotel De Djokja ini juga menandai perubahan identitas sekaligus konsep pengelolaan hotel yang mengangkat kembali nilai sejarah bangunan yang telah berdiri sejak 1911 dan mulai beroperasi pada 1912.
Marcomm Manager Grand Hotel De Djokja, Maria Perwitsari mengatakan perubahan nama sekaligus konsep hotel tersebut merupakan bagian dari upaya menghadirkan kembali identitas historis hotel yang telah lama dikenal masyarakat.
“Grand Hotel De Djokja ini awalnya dikenal masyarakat sebagai Grand Inna Malioboro, bahkan generasi yang lebih senior mengenalnya sebagai Hotel Garuda. Tahun 2026 ini kami melakukan soft launching pada 16 Maret dengan banyak perubahan,” katanya, Rabu (11/3/2026).
Salah satu perubahan yang dilakukan adalah pengalihan akses masuk hotel dari Jalan Malioboro ke Jalan Abu Bakar Ali. Kebijakan ini diambil untuk membantu mengurangi kepadatan lalu lintas di kawasan Malioboro yang menjadi salah satu pusat wisata utama di Kota Jogja.
Selain perubahan akses, konsep interior hotel juga mengalami pembaruan besar. Untuk bangunan heritage, pengelola mengembalikan tampilan arsitektur sesuai dengan wajah bangunan pada masa awal berdiri.
“Bangunan heritage kami kembalikan ke wajah aslinya seperti di era 1911. Jadi nuansa sejarahnya tetap terasa,” katanya.
Namun demikian, area bangunan heritage tersebut masih dalam tahap renovasi sehingga belum seluruhnya dibuka untuk tamu saat soft launching berlangsung. Pada tahap awal, hotel lebih dahulu membuka kamar di bangunan baru yang telah siap digunakan.
Secara keseluruhan Grand Hotel De Djokja memiliki sekitar 210 kamar. Pada tahap awal operasional, sekitar 180 hingga 190 kamar di bangunan baru sudah dapat digunakan dengan berbagai tipe kamar, mulai dari Deluxe, Grand Deluxe, Premier, hingga beberapa tipe suite seperti Datu Suite, Junior Suite, dan Executive Suite.
Selain fasilitas kamar, hotel ini juga menghadirkan Wiji Restoran yang menyajikan beragam hidangan pan-Asian. Restoran tersebut melayani sarapan tamu hotel sekaligus menyediakan menu makan siang dan makan malam.
Selama bulan Ramadan, pihak hotel juga menghadirkan paket berbuka puasa atau iftar yang dapat dinikmati masyarakat umum di Yogyakarta.
“Kami juga membuka iftar untuk masyarakat Yogyakarta. Harga publiknya Rp288.000 per orang, tetapi untuk 25 pemesanan pertama kami berikan harga Rp250.000 net,” katanya.
Konsep Modern dengan Sentuhan Sejarah
Selain restoran, Grand Hotel De Djokja juga menyediakan berbagai fasilitas lain seperti kolam renang yang berada di lantai tiga, kids club, pusat kebugaran, serta fasilitas spa yang saat ini masih dalam proses renovasi.
Maria menjelaskan bahwa konsep desain hotel kini lebih modern namun tetap mempertahankan unsur khas Indonesia melalui penggunaan material kayu serta ornamen ukiran tradisional.
“Konsepnya lebih modern, tetapi tidak meninggalkan kekhasan Indonesia. Dari sisi ukiran dan kayu yang digunakan benar-benar otentik Indonesia,” katanya.
Pembaruan hotel juga menghadirkan berbagai teknologi modern di dalam kamar, seperti sistem sensor gerak, layar sentuh, serta perangkat teknologi lainnya yang dirancang untuk meningkatkan kenyamanan tamu.
Sementara itu, pada area bangunan heritage nantinya akan tersedia kamar-kamar eksklusif seperti Heritage Suite dan Sudirman Suite yang memiliki nilai sejarah tinggi. Salah satu kamar bahkan dikaitkan dengan sejarah perjuangan Indonesia karena pernah digunakan sebagai kantor Jenderal Sudirman saat masa perjuangan mempertahankan kemerdekaan.
“Di Sudirman Suite kami juga menyediakan ruang kerja untuk menghormati sejarah bahwa dulu ruangan ini pernah digunakan sebagai kantor Jenderal Sudirman saat masa Tentara Keamanan Rakyat,” katanya.
Area bangunan heritage tersebut nantinya hanya memiliki sekitar 18 kamar dengan tarif mulai dari Rp18 juta hingga Rp20 juta per malam. Namun kamar-kamar tersebut saat ini masih dalam tahap renovasi sehingga belum dapat dipesan dalam waktu dekat.
Sementara itu, kamar-kamar yang berada di bangunan baru sudah dapat dipesan oleh tamu dengan tarif mulai sekitar Rp2 juta per malam melalui telepon, situs resmi hotel, maupun akun media sosial resmi hotel.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Persiapan event lari Bank Jateng Borobudur Marathon 2026 sudah mencapai 99%. Gelaran rutin yang tahun ini mengusung tema “Decade of Legacy" i
Pemerintah menyiapkan pemerataan data center berbasis AI hingga Indonesia timur. Telkom membidik lokasi dekat sumber energi, Danantara incar pendapatan US$7 mil
TKA 2026 digelar 26 Oktober hingga 8 November untuk mengukur kemampuan akademik siswa dengan standar nasional. Simak tujuan dan persiapannya.
KAI Daop 6 mencatat 1,63 juta pengguna Face Recognition hingga September 2026 di Stasiun Jogja, Lempuyangan, dan Solo Balapan.
Dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran, persoalan PHK, kualitas pekerjaan, dan penciptaan lapangan kerja formal masih menjadi tantangan.
Sekitar 100 anak di Cirebon diduga keracunan setelah menyantap MBG. BGN menanggung biaya pengobatan dan dapur penyedia dihentikan sementara.