Polisi Periksa 10 Saksi Kasus Dugaan Kekerasan Seksual Bripka E
Polisi memeriksa 10 saksi dalam kasus dugaan kekerasan seksual Bripka E. Penyidik segera melimpahkan berkas perkara ke Kejari Wonogiri.
apt. Ichwan Ridwan Rais, M.Sc., Ph.D, Dosen Bidang Ilmu Farmasi Bahan Alam. - ist
Ramadan 1447 H dijalani oleh kaum muslimin dengan tantangan kondisi dan situasi yang khusus di Indonesia. Secara geografis, negara yang terletak di khatulistiwa sedang berada dalam masa perubahan cuaca yang sering kali dapat membuat sistem kekebalan tubuh kita melemah.
Gaya hidup digital yang cepat sering kali memberikan pengaruh terhadap pola dan kualitas makanan saat sahur dan berbuka. Puasa, meskipun pada dasarnya merupakan kegiatan spiritual, secara langsung juga membutuhkan kesiapan fisik. Tanpa tubuh yang bugar, kekhusyukan dalam ibadah puasa dan salat tarawih dapat terganggu serta mengurangi produktivitas dalam pekerjaan.
Tren bio-hacking atau peningkatan fungsi tubuh menggunakan prosedur biologis alami sedang berada di puncaknya secara internasional. Di Indonesia, gerakan ini disambut dengan upaya kembali pada kewajiban umat Muslim di bulan Ramadan, yakni kewajiban berpuasa. Puasa bukan hanya sekadar kewajiban atau tradisi, tetapi juga menggabungkan antara ibadah mahdhah yang harus mengikuti tuntunan yang tidak boleh berubah dengan sains yang terus berkembang.
Dalam diskursus Islam, kesehatan tidak dipandang sebagai tujuan akhir, melainkan sebagai sarana untuk beribadah. Al-Qur’an dan hadits telah meletakkan batu pertama dalam arsitektur kesehatan manusia melalui penyebutan spesifik mengenai tubuh dan ilmu pengetahuan.
Islam mengajarkan bahwa dalam menjalankan tugas sebagai manusia dan khalifah di muka bumi dibutuhkan tubuh yang kuat dan pengetahuan yang baik, sebagaimana tertulis dalam Surah Al-Baqarah (2:247), “…Allah telah memilihnya menjadi rajamu dan menganugerahinya ilmu yang luas dan tubuh yang perkasa…”. Korelasi ayat ini menekankan bahwa kekuatan fisik dan ilmu pengetahuan adalah dua pilar utama untuk melaksanakan amanah sebagai manusia. Hadits Nabi (HR. Bukhari No. 1975) memandang fisik tubuh sebagai titipan (amanah) yang harus dirawat agar tetap prima dalam beribadah.
Biohacking Berpahala
Dalam perspektif modern, Ramadan dapat dinilai sebagai salah satu metode biohacking alami dan komprehensif bagi umat Islam. Ramadan mampu “meretas” sistem biologi tubuh melalui perubahan gaya hidup berpuasa dan berbuka dalam waktu yang berulang untuk meningkatkan kesehatan serta kinerja tubuh.
Beberapa mekanisme biohacking pada Ramadan antara lain sebagai berikut.
Pertama, autofagi, yaitu suatu proses alami tubuh untuk mendaur ulang komponen sel yang rusak ketika seseorang menahan lapar selama sekitar 12–14 jam.
Kedua, puasa yang dijalankan secara konsisten mampu menekan regulasi hormon penanda inflamasi (peradangan) sehingga dapat mengurangi risiko penyakit kronis seperti sindrom metabolik dan penyakit jantung.
Ketiga, terjadi peralihan metabolisme tubuh yang semula menggunakan glukosa sebagai sumber energi menjadi ketosis, yakni proses membakar lemak menjadi energi.
Keempat, puasa meningkatkan produksi protein nutrisi otak yang bernama Brain-Derived Neurotrophic Factor (BDNF) yang berfungsi merangsang pertumbuhan sel saraf baru, meningkatkan kemampuan fokus, ketahanan mental, serta memori. Dengan kata lain, hal ini merupakan proses alami untuk “meng-upgrade” fungsi kognitif tubuh.
Kelima, berkaitan dengan sistem pencernaan yang dapat meningkatkan keragaman bakteri baik dalam usus. Hal ini berpengaruh langsung terhadap sistem kekebalan tubuh serta memberikan waktu istirahat yang baik bagi sistem pencernaan dan kestabilan kesehatan mental (poros usus–otak).
Ramadan sebagai bentuk ibadah dengan cara menahan lapar dan haus secara berpola merupakan protokol biohacking terpadu, alami, dan terjamin oleh Al-Qur’an serta hadits. Hal ini dapat memberikan sinkronisasi ritme tubuh, melakukan proses pembersihan secara masif, serta memperbaiki sistem metabolisme tubuh.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Polisi memeriksa 10 saksi dalam kasus dugaan kekerasan seksual Bripka E. Penyidik segera melimpahkan berkas perkara ke Kejari Wonogiri.
PSEL DIY ditargetkan mengolah 1.000 ton sampah per hari dan menghasilkan listrik 18-20 MW untuk sekitar 15.000 rumah.
KY memastikan seleksi hakim agung dan hakim ad hoc MA 2026 transparan. Publik bisa memantau proses dan memberi informasi rekam jejak calon.
Jadwal KRL Jogja-Solo Rabu 12 Agustus 2026 tersedia 15 perjalanan. Kereta pertama berangkat 05.05 WIB, tarif tetap Rp8.000.
PSEL Piyungan ditargetkan groundbreaking Desember 2026. Proyek senilai Rp2,5 triliun-Rp3 triliun ini mulai dibangun Januari 2027.
Polisi menyiagakan puluhan personel setelah massa membakar sejumlah kantor pemerintah di Ilaga, Puncak, Papua Tengah.