Wayah Dalem HB X Ajak Generasi Muda Dekat dengan Aksara Jawa
Wayah Dalem HB X, RM Drasthya Wironegoro, mengajak generasi muda belajar aksara Jawa dalam Setu Sinau di kawasan Malioboro.
Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Lutfi, didampingi Direktur Utama Bank Jateng, Bambang Widyatmoko, saat melepas keberangkatan warga yang mengikuti program balik rantau gratis menggunakan kereta api di Stasiun Tawang Semarang, Jumat (27/3/2026)
Harianjogja.com, SEMARANG — Program mudik dan balik rantau gratis yang difasilitasi oleh Bank Jateng menjadi angin segar bagi para perantau di masa libur Lebaran 2026. Salah satu penerima manfaat, Andini, mengaku sangat terbantu karena dapat kembali ke Tangerang Selatan menggunakan kereta api Tawang Jaya Express tanpa dipungut biaya sepeser pun.
Penghematan yang dirasakan masyarakat cukup signifikan, mengingat tarif transportasi umum kerap melonjak tajam selama periode puncak arus mudik dan balik. Andini mengungkapkan bahwa jika menempuh perjalanan secara mandiri, biaya yang harus dikeluarkan bisa mencapai jutaan rupiah untuk sekali jalan.
"Kalau normal bisa habis sampai Rp2 juta sekali jalan belum baliknya. Ini gratis, jadi sangat membantu," ujarnya saat ditemui di Stasiun Tawang Semarang Bank Jateng, Jumat (27/3/2026).
Bagi Andini, fasilitas ini merupakan paket lengkap karena ia juga mengikuti program mudik gratis saat berangkat ke Semarang pada 16 Maret lalu. Dengan memanfaatkan layanan pulang-pergi tersebut, ia berhasil memangkas pengeluaran rumah tangga hingga Rp4 juta yang biasanya tersedot untuk ongkos transportasi Lebaran.
Direktur Utama Bank Jateng, Bambang Widyatmoko, menegaskan bahwa keterlibatan instansinya dalam agenda tahunan ini merupakan bentuk tanggung jawab sosial (CSR) yang sudah konsisten berjalan sejak 2012. Tahun ini, Bank Jateng bahkan menambah kuota armada untuk mengakomodasi tingginya antusiasme warga Jawa Tengah yang ingin kembali bekerja di perantauan.
"Bank Jateng menyediakan 65 unit bus dan juga ditambah 4 gerbong kereta. Kita menyediakan lebih banyak daripada tahun sebelumnya karena bertambahnya animo daripada pemudik warga Jateng, baik yang pulang kampung ataupun yang balik ke perantauan," jelas Bambang.
Sasaran utama bantuan ini adalah para pekerja sektor informal di wilayah Jabodetabek, mulai dari pengemudi ojek daring, buruh bangunan, hingga pelaku UMKM kuliner. Guna menjamin keselamatan penumpang, Bank Jateng memastikan seluruh armada bus yang digunakan merupakan keluaran terbaru dengan standar emisi Euro 4 yang ramah lingkungan.
"Layanan gratis mudik dan balik rantau gratis ini bisa mengutamakan kenyamanan. Untuk itu, kami menyediakan bis yang paling tua tahun 2024, bahkan ada yang tahun 2026. Para driver juga sudah kita briefing agar tidak boleh ngantuk, tidak boleh ugal-ugalan, dan dipastikan dalam kondisi fit," tegas Bambang.
Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Lutfi, menambahkan bahwa total terdapat hampir 18.000 warga yang difasilitasi melalui sinergi antara pemerintah daerah dan stakeholder terkait pada tahun ini. Langkah kolektif ini diharapkan dapat meringankan beban finansial masyarakat pasca-hari raya, sekaligus memastikan proses mobilisasi penduduk berjalan tertib dan aman.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Wayah Dalem HB X, RM Drasthya Wironegoro, mengajak generasi muda belajar aksara Jawa dalam Setu Sinau di kawasan Malioboro.
Oknum anggota Polres Tanjab Timur, Bripka SO, dipatsus usai video dirinya berada di arena judi sabung ayam viral. Kasus masih didalami Propam.
Menpar Widiyanti menilai desainer berperan penting memperkenalkan budaya Indonesia melalui wastra sekaligus mendorong shopping tourism.
Bumkal Sumberharjo Sleman sukses memanen melon premium di tanah kas kalurahan. Pemkab Sleman menilai inovasi ini berpotensi meningkatkan ekonomi desa.
Pemerintah mengungkap alasan Indonesia masih tertinggal dari Vietnam dalam pengembangan energi baru terbarukan meski memiliki potensi PLTS mencapai 7.700 GW.
Kahitna membagikan rahasia tetap kompak dan bertahan selama 40 tahun di industri musik Indonesia, mulai dari saling menerima hingga menjaga identitas musik.