Pemprov Jateng Perluas Program Satu OPD Satu Desa untuk Percepat Penanganan Kemiskinan
Pemprov Jateng memperluas program Satu OPD Satu Desa Dampingan yang kini menjangkau 641 desa untuk mempercepat penanggulangan kemiskinan.
Bupati Bantul Abdul Halim Muslih./ Ist-Pemkab Bantul
BANTUL - Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-195 Kabupaten Bantul, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul berencana menggelar program bertajuk Entrepreneurship University yang ditujukan bagi generasi muda, khususnya kalangan milenial dan Gen Z.
Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih, mengatakan program ini akan menghadirkan kegiatan berupa coaching clinic bagi wirausahawan muda maupun calon pelaku usaha. Melalui kegiatan tersebut, peserta diharapkan dapat memperoleh informasi sekaligus bimbingan praktis terkait pengembangan bisnis.
“Kami ingin membuka semacam coaching clinic bagi wirausahawan muda atau calon wirausaha muda, terutama dari generasi milenial dan Gen Z, agar mereka mendapatkan informasi dan pendampingan bisnis,” ujar Halim.
Ia menjelaskan, kegiatan ini akan diselenggarakan menjelang hingga setelah peringatan HUT ke-195 Kabupaten Bantul. Langkah tersebut diharapkan mampu mendorong pertumbuhan kewirausahaan di daerah.
“Kami ingin terus mendorong tumbuhnya entrepreneurship dan kewirausahaan di Bantul,” kata Halim.
Meski demikian, Halim mengakui tingkat kewirausahaan di Bantul masih tergolong rendah. Saat ini, indeks kewirausahaan di Bumi Projotamansari baru mencapai sekitar 3 persen dari total penduduk usia kerja.
“Ini menjadi tantangan bagi kita semua. Karena itu, perlu upaya serius untuk meningkatkan jumlah wirausaha baru,” katanya.
Sebagai langkah konkret, Pemkab Bantul akan mendorong pembentukan akademi entrepreneurship yang melibatkan berbagai pihak, di antaranya Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi), komunitas santripreneur, serta Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin).
“Kami akan bekerja sama dengan Hipmi, santripreneur, dan Kadin untuk membentuk semacam akademi entrepreneurship,” ujar Halim.
Untuk memastikan kualitas program, pemerintah daerah juga akan menghadirkan pelatih atau mentor yang memiliki kapasitas dan kredibilitas di bidang bisnis.
“Kami akan mendatangkan coach yang kredibel agar peserta mendapatkan arahan dan bimbingan yang tepat,” katanya.
Melalui program ini, Pemkab Bantul berharap semakin banyak generasi muda yang tertarik dan mampu mengembangkan usaha secara mandiri. Selain itu, program tersebut diharapkan dapat melahirkan lebih banyak wirausaha baru yang mampu menciptakan lapangan kerja, meningkatkan daya saing daerah, serta memperkuat perekonomian Kabupaten Bantul secara berkelanjutan.(ADV)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemprov Jateng memperluas program Satu OPD Satu Desa Dampingan yang kini menjangkau 641 desa untuk mempercepat penanggulangan kemiskinan.
Penempatan lintas daerah manajer KDKMP dilakukan untuk pemerataan SDM. Status tetap berlaku dan lokasi bisa disesuaikan dengan domisili.
Indonesia baru memiliki 66 dokter aritmia untuk sekitar 280 juta penduduk. Akses deteksi dini dan terapi gangguan irama jantung perlu diperluas.
Jadwal PSIM Jogja vs Persija pada 10 Oktober 2026 dimajukan ke pukul 15.30 WIB di Stadion Sultan Agung karena pertimbangan keamanan.
SPP-TDLN mulai memungut PPN transaksi digital luar negeri sejak 25 September 2026 dengan melibatkan perbankan dan fintech.
El Nino diperkirakan berdampak hingga 2027. Pemerintah diminta memperkuat mitigasi untuk menjaga produksi dan harga pangan.