Menelusuri 45 Tahun Jalan Kreatif Garin Nugroho Merekam Indonesia

Media Digital
Media Digital Kamis, 25 Juni 2026 17:47 WIB
Menelusuri 45 Tahun Jalan Kreatif Garin Nugroho Merekam Indonesia

(dua dari kanan) Kurator pameran, Suwarno Wisetrotomo dan (tiga dari kanan) Garin Nugroho dalam konferensi pers di GIK UGM, Kamis (25/6/2026). Anisatul Umah-Harian Jogja.

SLEMAN–Menggandeng sederet kolaborator besar seperti Ganara Art, Meramu.id, Galeri Bulaksumur, dan Garin Workshop, Gelanggang Inovasi dan Kreativitas (GIK) UGM menggelar festival seni bertajuk "Lebaran Seni di GIK: Exhibition Series 2026". 

Ada empat pameran yang digelar dalam Exhibition Series 2026 salah satunya ARCHIVEPELAGO: Jalan Persemaian Garin Nugroho 45 Tahun Merekam Indonesia, berlangsung pada 25 Juni–14 Juli 2026 di Galeri Bulak Sumur, GIK UGM.

ARCHIVEPELAGO menghadirkan arsip, foto, poster, artefak, instalasi, karya audio visual, serta berbagai jejak pemikiran dan praktik kebudayaan yang merekam perjalanan kreatif Garin Nugroho selama lebih dari empat dekade.

Garin menyampaikan, kerja peladang berpindah senantiasa melahirkan dan menemukan tanaman baru sekaligus menjadikan pertemuan dengan beragam maestro dari berbagai bentuk seni melahirkan perluasan karya, tidak saja film, tetapi teater, tari, rupa hingga mix media.

"Sebuah kerja menumbuhkan karya, merawat, namun juga persemaian tak henti bibit-bibit baru," ujarnya dalam konferensi pers di GIK UGM, Kamis (25/6/2026).  

Ia menuturkan perayaan 45 tahun hanyalah sebuah peta kecil dari Indonesia yang terus berubah. Pada akhirnya, seperti yang diyakininya, perjalanan berkesenian tidak berhenti pada penciptaan karya semata. Menurutnya, pameran ini tidak berdiri sendiri, tetapi menjadi bagian dari jejaring pameran di berbagai tempat dengan perspektif yang berbeda-beda.

"Selain Yogyakarta, nanti akan ada pameran di Selasar Sunaryo-Bandung. Perjalanan ini akan diikuti oleh penciptaan karya, workshop, dan berbagai ruang perjumpaan di berbagai pulau di Indonesia," lanjutnya.

Garin menyampaikan, seringkali kita berjalan cepat dan penuh krisis karena masyarakat masih jarang mempelajari arsip dan perjalanan hidup para tokoh kita. Padahal, menurutnya dari arsip kita bisa melihat penemuannya, perjalanannya, sampai sikap dan padangannya kedepan. Menurut Garin, Indonesia masih jarang pameran para maestro bersifat artefak.

Ia menyampaikan krisis demi krisis terjadi karena ruang produktif anak muda tidak diberi tempat, hanya dieuforiakan saja. Sehingga pameran arsip ini bertujuan untuk tidak tua atau tidak muda, tapi membaca sebuah perjalanan.

"Dan perjalanan akan menemukan pengetahuan, keterampilan, dan cara-cara menghidupi, dan cara-cara berkarya dari tahun ke tahun," jelasnya.

Kurator pameran, Suwarno Wisetrotomo, berpandangan arsip sebagai bagian penting dari pembangunan pengetahuan dan kesadaran kebudayaan. Ia menambahkan bahwa pameran ini merupakan upaya untuk merangkum perjalanan intelektual dan kreatif Garin Nugroho.

Serta bagaimana karya-karyanya memposisikan diri dalam lanskap estetik, artistik, intelektual, dan kebudayaan Indonesia maupun dunia. Menurutnya, pameran ini merupakan upaya meringkas dan meringkus perjalanan intelektual dan kreatifnya.

"Bagaimana Garin Nugroho memandang dan dipandang oleh banyak pihak,dan bagaimana memposisikan dirinya dalam lanskap intelektual, estetik, artistik, dan kebudayaan Indonesia dan dunia," ujarnya.

Selain ARCHIVEPELAGO: Jalan Persemaian Garin Nugroho 45 Tahun Merekam Indonesia, pameran lain yang digelar adalah Genara Art Takeover GIK 17 Juni-22 Agustus 2026, Datang Gelanggang 2026: Reading The Unspoken by Galeri Bulaksumur 18 Juni-17 Juli 2026, dan Kelana Lini by Meramu.id 20 Juni-3 Juli 2026. (Advertorial)

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Abdul Hamied Razak
Abdul Hamied Razak Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online