HUT ke-81 Jateng: Ekonomi Makin Gemilang, Angka Kemiskinan Berkurang
Pada usia ke-81, Provinsi Jawa Tengah mencatat pertumbuhan ekonomi 5,80% secara kumulatif (c-to-c) pada Semester I-2026.
Kegiatan Gebyar Halal dan UMKM Ekraf di Taman Pintar, Kota Jogja, Minggu (28/6/2026). - Harian Jogja/ Ariq Fajar Hidayat
JOGJA— Libur sekolah menjadi “musim panen” bagi pelaku UMKM di Jogja. Momentum ini dimanfaatkan komunitas Nglarisi UMKM Jogja lewat gelaran Gebyar Halal dan UMKM Ekraf di kawasan Taman Pintar, Minggu (28/6/2026), dengan target ambisius: mendongkrak omzet peserta hingga 50%–70%.
Berbeda dari bazar pada umumnya, strategi yang diterapkan kali ini lebih fokus pada kebutuhan pasar. Founder Nglarisi UMKM Jogja, Dyah Marini, sengaja memperbanyak tenant kuliner dan kerajinan dibanding fesyen. Alasannya sederhana: karakter pengunjung Taman Pintar didominasi keluarga yang datang untuk rekreasi.
"Kita memang sengaja tidak banyak di fashion-nya karena Taman Pintar kan untuk bermain. Otomatis kami lebih banyak menghadirkan kuliner dan craft," ujarnya.
Sebanyak 21 pelaku UMKM mengisi sekitar 20 stan dalam kegiatan ini. Produk yang ditawarkan pun bukan produk umum, melainkan item khas yang sulit ditemukan di tempat lain—sebuah strategi untuk menarik minat beli wisatawan.
Dyah menegaskan, kesuksesan acara tidak diukur dari ramainya pengunjung semata, melainkan dari seberapa besar dampaknya terhadap penjualan pelaku usaha.
"Kita kalau membuat acara itu sukses ya UMKM-nya harus laris. Makanya kami memilih momen liburan karena pengunjung pasti banyak," katanya.
Tak hanya mengejar penjualan, penyelenggara juga menjaga kualitas peserta. Seluruh UMKM yang terlibat telah melalui proses kurasi ketat. Untuk sektor kuliner, pelaku usaha wajib memiliki sertifikat halal atau izin PIRT, sementara sektor non-kuliner minimal mengantongi Nomor Induk Berusaha (NIB).
Dukungan juga datang dari pemerintah daerah. Kepala Bidang Pengembangan Ekonomi Kreatif Dinas Pariwisata DIY, Iwan Pramana, menyebut penguatan UMKM terus dilakukan melalui pelatihan hingga inkubasi bisnis.
"Kami mulai dari peningkatan kapasitas melalui pelatihan, inkubasi, temu bisnis, hingga membangun jejaring dengan berbagai mitra strategis," jelasnya.
Saat ini, tercatat sekitar 101.000 pelaku ekonomi kreatif di DIY telah memiliki NIB. Meski demikian, pemerintah masih mendorong pelaku usaha lain untuk segera mengurus legalitas agar lebih mudah berkembang.
Dampak positif kegiatan ini langsung dirasakan pelaku usaha. Salah satu peserta asal Sedayu, Bantul, Cecilia, mengaku omzetnya bisa melonjak signifikan saat mengikuti event di lokasi strategis seperti Taman Pintar.
"Bisa sampai dua kali lipat dibanding hari biasa. Memang tergantung acaranya, tetapi minimal pasti ada peningkatan," katanya. Kegiatan Gebyar Halal UMKM dan Ekraf 2026 terlaksana atas dukungan dari Bank Jateng syariah di DIY. (Advertorial)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pada usia ke-81, Provinsi Jawa Tengah mencatat pertumbuhan ekonomi 5,80% secara kumulatif (c-to-c) pada Semester I-2026.
Mensesneg Prasetyo Hadi menjelaskan alasan kelereng dan karet loncat masuk dalam goodie bag HUT ke-81 Kemerdekaan RI.
Jay Idzes dan Kieronn Bowie mengucapkan selamat HUT RI ke-81 dari Italia melalui Sassuolo. Kapten Timnas Indonesia bahkan menyapa dengan bahasa Sunda dan Jawa.
Spanyol berpotensi mencetak rekor 100 juta wisatawan pada 2026. Di balik lonjakan turis, warga mengeluhkan kepadatan, krisis hunian, dan biaya hidup.
BIGBANG resmi menjadi duta kehormatan pertama Badan Antariksa Korea. Pesan penggemar akan dikirim ke luar angkasa melalui roket Nuri.
Kisah Muhammad Ali Taher, pengusaha Palestina yang menyerahkan seluruh hartanya untuk membantu Indonesia mempertahankan kemerdekaan dari Belanda.