Reses DPRD Bantul Dorong Penguatan Sarana Pendidikan
Reses III DPRD Bantul 2026 mendorong penguatan sarana pendidikan melalui bantuan komputer dan buku untuk meningkatkan fasilitas perpustakaan serta literasi
Kegiatan Gebyar Halal dan UMKM Ekraf di Taman Pintar, Kota Jogja, Minggu (28/6/2026). - Harian Jogja/ Ariq Fajar Hidayat
JOGJA— Libur sekolah menjadi “musim panen” bagi pelaku UMKM di Jogja. Momentum ini dimanfaatkan komunitas Nglarisi UMKM Jogja lewat gelaran Gebyar Halal dan UMKM Ekraf di kawasan Taman Pintar, Minggu (28/6/2026), dengan target ambisius: mendongkrak omzet peserta hingga 50%–70%.
Berbeda dari bazar pada umumnya, strategi yang diterapkan kali ini lebih fokus pada kebutuhan pasar. Founder Nglarisi UMKM Jogja, Dyah Marini, sengaja memperbanyak tenant kuliner dan kerajinan dibanding fesyen. Alasannya sederhana: karakter pengunjung Taman Pintar didominasi keluarga yang datang untuk rekreasi.
"Kita memang sengaja tidak banyak di fashion-nya karena Taman Pintar kan untuk bermain. Otomatis kami lebih banyak menghadirkan kuliner dan craft," ujarnya.
Sebanyak 21 pelaku UMKM mengisi sekitar 20 stan dalam kegiatan ini. Produk yang ditawarkan pun bukan produk umum, melainkan item khas yang sulit ditemukan di tempat lain—sebuah strategi untuk menarik minat beli wisatawan.
Dyah menegaskan, kesuksesan acara tidak diukur dari ramainya pengunjung semata, melainkan dari seberapa besar dampaknya terhadap penjualan pelaku usaha.
"Kita kalau membuat acara itu sukses ya UMKM-nya harus laris. Makanya kami memilih momen liburan karena pengunjung pasti banyak," katanya.
Tak hanya mengejar penjualan, penyelenggara juga menjaga kualitas peserta. Seluruh UMKM yang terlibat telah melalui proses kurasi ketat. Untuk sektor kuliner, pelaku usaha wajib memiliki sertifikat halal atau izin PIRT, sementara sektor non-kuliner minimal mengantongi Nomor Induk Berusaha (NIB).
Dukungan juga datang dari pemerintah daerah. Kepala Bidang Pengembangan Ekonomi Kreatif Dinas Pariwisata DIY, Iwan Pramana, menyebut penguatan UMKM terus dilakukan melalui pelatihan hingga inkubasi bisnis.
"Kami mulai dari peningkatan kapasitas melalui pelatihan, inkubasi, temu bisnis, hingga membangun jejaring dengan berbagai mitra strategis," jelasnya.
Saat ini, tercatat sekitar 101.000 pelaku ekonomi kreatif di DIY telah memiliki NIB. Meski demikian, pemerintah masih mendorong pelaku usaha lain untuk segera mengurus legalitas agar lebih mudah berkembang.
Dampak positif kegiatan ini langsung dirasakan pelaku usaha. Salah satu peserta asal Sedayu, Bantul, Cecilia, mengaku omzetnya bisa melonjak signifikan saat mengikuti event di lokasi strategis seperti Taman Pintar.
"Bisa sampai dua kali lipat dibanding hari biasa. Memang tergantung acaranya, tetapi minimal pasti ada peningkatan," katanya. Kegiatan Gebyar Halal UMKM dan Ekraf 2026 terlaksana atas dukungan dari Bank Jateng syariah di DIY. (Advertorial)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Reses III DPRD Bantul 2026 mendorong penguatan sarana pendidikan melalui bantuan komputer dan buku untuk meningkatkan fasilitas perpustakaan serta literasi
Jadwal KRL Solo-Jogja Sabtu 7 November 2026 tersedia 12 perjalanan dari Palur. Simak waktu keberangkatan di setiap stasiun.
Jadwal KRL Jogja-Solo Sabtu 7 November 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal tiap stasiun dan tarif tiket Rp8.000.
FSMR ISI Jogja mengembangkan ARTI untuk menghimpun, mengelola, melestarikan, dan menyebarluaskan karya seni digital dosen serta mahasiswa.
BPS mencatat IPM DIY 2026 mencapai 83,43 atau tumbuh 1,15%. Kota Jogja mencatat nilai tertinggi sebesar 90,28.
FIPGB menyoroti pembatasan gas oleh PGN yang dinilai membuat industri tak sepenuhnya menikmati harga LNG US$13 per MMBTU hingga akhir 2026.