Institut Kemandirian Dompet Dhuafa Buka Peluang Karier hingga Jepang

Media Digital
Media Digital Rabu, 01 Juli 2026 12:27 WIB
Institut Kemandirian Dompet Dhuafa Buka Peluang Karier hingga Jepang

Institut Kemandirian Dompet Dhuafa memperluas peluang kerja hingga Jepang melalui pelatihan vokasi, kemitraan industri, dan sertifikasi kompetensi.

Harianjogja.com, TANGERANG— Institut Kemandirian Dompet Dhuafa terus memperluas peluang karier bagi lulusannya dengan membuka akses kerja hingga Jepang. Komitmen tersebut ditandai melalui penyelenggaraan Vocational Insight 2026 yang menghubungkan peserta pelatihan vokasi dengan dunia industri, sekaligus memperkuat kolaborasi untuk meningkatkan penyerapan tenaga kerja.

Kegiatan bertajuk Unlock Your Potential: Mewujudkan Keterampilan Menjadi Kesempatan Karier itu digelar pada Selasa (30/6/2026). Program tersebut dirancang untuk meningkatkan motivasi peserta pelatihan aktif, memperluas wawasan mengenai dunia kerja, serta mempererat kemitraan dengan berbagai perusahaan sebagai pengguna tenaga kerja alumni.

Berdasarkan data Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker), jumlah pengangguran terbuka di Indonesia pada 2025 mencapai sekitar 7,2 juta orang. Tantangan tersebut semakin besar seiring era perdagangan bebas ASEAN yang menuntut tenaga kerja Indonesia memiliki daya saing di tingkat global.

Lulusan sekolah menengah kejuruan (SMK) menjadi salah satu kelompok yang paling terdampak oleh kondisi tersebut. Institut Kemandirian, sebagai lembaga pendidikan vokasi dan inkubasi bisnis di bawah naungan Dompet Dhuafa, hadir untuk membekali peserta dengan keterampilan berbasis kebutuhan industri sehingga mampu menjadi tenaga kerja maupun wirausaha yang mandiri, berkarakter, dan berdaya saing.

Vocational Insight 2026 diikuti oleh 57 peserta yang terdiri atas peserta pelatihan aktif pada program Service Motor, Sekolah Tukang Ahli, dan Menjahit, serta alumni pelatihan bidang Cukur, Pijat, dan Barista. Kegiatan ini juga dihadiri mitra offtaker serta tamu undangan dari kalangan industri.

Luncurkan Program Kerja ke Jepang dan Perkuat Kemitraan Industri

Salah satu agenda utama dalam Vocational Insight 2026 adalah rangkaian seremoni yang menandai sejumlah langkah strategis Institut Kemandirian. Beberapa program yang diresmikan secara simbolis meliputi:

  • Kick Off Program Tenaga Kerja Jepang sebagai langkah membuka peluang penempatan alumni di pasar kerja internasional.
  • Penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dengan mitra offtaker, yakni Tauberes, Kita Jahitin, dan Setia Motor, untuk memperkuat penyerapan tenaga kerja alumni.
  • Peresmian Tempat Uji Kompetensi (TUK) Motor sebagai fasilitas baru sertifikasi kompetensi peserta pelatihan otomotif.
  • Peluncuran Buku Rekam Jejak Institut Kemandirian yang mendokumentasikan perjalanan serta dampak lembaga selama beroperasi.

"Kolaborasi pentahelix diperlukan untuk menguatkan program yang dijalankan IK, maka hari ini kita menghadirkan berbagai mitra kerja sama sebagai komitmen Institut Kemandirian membuka kolaborasi dengan berbagai pihak demi memaksimalkan kebermanfaatan dan tercapainya output serapan kerja. Layaknya sapu lidi, jika hanya satu mudah dipatahkan dan tidak dapat dimanfaatkan tetapi jika digabungkan maka akan bermanfaat," ujar Ketua Pengurus Yayasan Umar Usman, Asep Hendriana.

Bekali Peserta dengan Keterampilan dan Growth Mindset

Bagian utama kegiatan diisi sesi inspiratif selama satu jam yang dipandu Supardi Lee pada pukul 10.15-11.20 WIB. Dalam sesi tersebut, peserta mendapatkan pembekalan mengenai tiga aspek penting dalam membangun karier, yakni mengenali potensi diri sebagai modal utama, membangun growth mindset sebagai fondasi pengembangan diri, serta memahami pentingnya keseimbangan antara keterampilan teknis dan karakter di dunia kerja modern.

Kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi interaktif dan tanya jawab yang memberikan kesempatan kepada peserta untuk berbagi pengalaman sekaligus berdialog langsung dengan narasumber.

Melalui Vocational Insight 2026, Institut Kemandirian menetapkan empat sasaran utama, yaitu meningkatkan motivasi peserta agar menyelesaikan pelatihan hingga tuntas, menumbuhkan growth mindset dan kesadaran akan pentingnya keterampilan serta karakter, membantu peserta menyusun target karier setelah pelatihan, serta memperkuat jejaring kerja sama dengan dunia industri sebagai penyerap tenaga kerja alumni.

Program ini menjadi bagian dari komitmen Institut Kemandirian Dompet Dhuafa dalam menjembatani dunia pelatihan dengan kebutuhan dunia kerja. Melalui perluasan kemitraan industri, peluncuran program penempatan tenaga kerja ke Jepang, serta penguatan fasilitas sertifikasi kompetensi, Institut Kemandirian terus memperkuat perannya sebagai salah satu solusi untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia vokasional di Indonesia.

Ke depan, Institut Kemandirian akan terus mengembangkan berbagai program inovatif yang membuka peluang karier bagi generasi muda, baik di dalam negeri maupun di pasar kerja internasional.

"Pendidikan merupakan program yang strategis untuk memutus rantai kemiskinan. Dengan model pendidikan TEKUN (Terampil, Kerja, Usaha, Naik Kelas), Institut Kemandirian siap menyediakan berbagai jurusan pelatihan vokasi dengan kurikulum praktis dan terhubung dengan peluang bekerja dan berwirausaha sehingga peserta pelatihan akan tumbuh dari mustahik menjadi muzakki. Di usia 21 tahun ini, Institut Kemandirian terus memperluas jangkauan manfaat dari pelatihan keterampilan hingga kemandirian usaha demi generasi Indonesia yang lebih mandiri," ujar Manager Diklat dan Operasional Institut Kemandirian, M. Imam Baihaqi.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online