Pemprov Jateng Perluas Program Satu OPD Satu Desa untuk Percepat Penanganan Kemiskinan
Pemprov Jateng memperluas program Satu OPD Satu Desa Dampingan yang kini menjangkau 641 desa untuk mempercepat penanggulangan kemiskinan.
Social Research Centre (SOREC) dan Yayasan Jembatan Cahaya Kasih melakukan kajian mengenai kerentanan perempuan dan anak di Tanah Harapan, Koja, dan Kalibaru, Cilincing, Jakarta Utara. Kajian tersebut menyoroti urgensi intervensi multidimensi di tengah tantangan lingkungan dan geografis yang dihadapi warga yang hidup berdampingan dengan industri skala besar berisiko tinggi serta infrastruktur yang belum memadai./ Ist
JAKARTA - Social Research Centre (SOREC) dan Yayasan Jembatan Cahaya Kasih melakukan kajian mengenai kerentanan perempuan dan anak di Tanah Harapan, Koja, dan Kalibaru, Cilincing, Jakarta Utara. Kajian tersebut menyoroti urgensi intervensi multidimensi di tengah tantangan lingkungan dan geografis yang dihadapi warga yang hidup berdampingan dengan industri skala besar berisiko tinggi serta infrastruktur yang belum memadai.
Hasil kajian mengidentifikasi empat dimensi utama kerentanan, yakni ekonomi, pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan. Di kedua wilayah tersebut, ketidakpastian ekonomi muncul akibat kesenjangan antara pendapatan dan pengeluaran rumah tangga. Kondisi ini mendorong perempuan dan anak untuk bekerja di sektor informal, seperti mengupas kerang dan berdagang, demi memenuhi kebutuhan dasar.
Di sisi lain, perempuan juga menghadapi beban ganda karena harus menjalankan pekerjaan domestik yang melelahkan. Kondisi tersebut turut meningkatkan risiko kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). Kelelahan fisik dan psikologis orang tua juga berdampak pada minimnya pengawasan terhadap anak, sehingga meningkatkan potensi munculnya perilaku berisiko di kalangan remaja, seperti tawuran dan konsumsi obat terlarang.
Sejumlah inisiatif swadaya masyarakat sebenarnya telah hadir untuk merespons persoalan tersebut, antara lain Sanggar Anak Harapan (SAH) di Tanah Harapan dan Komunitas Peduli Perempuan dan Anak Kalibaru (KOMPPAK). Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga telah memberikan intervensi melalui sejumlah program bantuan sosial, seperti Kartu Jakarta Pintar (KJP), Kartu Jakarta Pintar Mahasiswa Unggul (KJMU), BPJS PBI, serta pembentukan Pusat Informasi dan Konseling Keluarga (PIK Keluarga).
Namun, pelaksanaan berbagai program tersebut masih menghadapi kendala administratif dan koordinasi di lapangan. Tantangan lainnya adalah belum adanya desain institusional yang kuat untuk mengintegrasikan kerja berbagai organisasi masyarakat sipil (OMS) dan lembaga swadaya masyarakat (LSM).
Mengingat persoalan yang dihadapi masyarakat bersifat multidimensional, upaya pemberdayaan dinilai tidak dapat dilakukan secara sektoral, tetapi membutuhkan kolaborasi lintas pihak. Kajian juga menemukan masih minimnya program pemberdayaan ekonomi perempuan. Karena itu, sebagian besar warga mengharapkan pelatihan keterampilan usaha kecil serta dukungan modal usaha yang lebih luas.
Merespons kondisi tersebut, SOREC dan Yayasan Jembatan Cahaya Kasih merekomendasikan sejumlah program strategis lintas dimensi. Dalam jangka pendek, yakni satu hingga dua tahun, prioritas diarahkan pada pemberian modal usaha, pelatihan usaha mikro bagi perempuan, beasiswa pendidikan, serta optimalisasi sistem pelaporan kekerasan berbasis komunitas.
Untuk jangka menengah, tiga hingga empat tahun, program yang direkomendasikan meliputi edukasi literasi keuangan secara komprehensif, penguatan keterampilan hidup (life skills) bagi remaja, serta revitalisasi gang-gang sempit menjadi ruang bermain yang ramah anak.
Sementara itu, dalam jangka panjang atau lebih dari lima tahun, rekomendasi mencakup pendirian koperasi simpan pinjam perempuan, perluasan akses pendidikan kesetaraan, serta pembentukan sistem rujukan kesehatan yang komprehensif.
Melalui kemitraan strategis tersebut, SOREC dan Yayasan Jembatan Cahaya Kasih berharap para pemangku kepentingan dapat menyatukan langkah dan menghadirkan ruang hidup yang aman, inklusif, dan sejahtera bagi perempuan dan anak di Jakarta Utara.(Advertorial)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemprov Jateng memperluas program Satu OPD Satu Desa Dampingan yang kini menjangkau 641 desa untuk mempercepat penanggulangan kemiskinan.
Mediasi tambang CV BKS dan warga Padukuhan Karang Kulon Progo menghasilkan titik temu. Pemda DIY menjelaskan legalitas perizinan.
Jadwal SIM Keliling Kulonprogo hari ini 30 September 2026, lengkap dengan lokasi, jam pelayanan, syarat, dan ketentuan perpanjangan SIM.
Jadwal KRL Jogja-Solo Rabu 30 September 2026 tersedia 15 perjalanan. Cek jam keberangkatan, kedatangan tiap stasiun dan tarif Rp8.000.
Dokter Yoga Yuniadi meluruskan anggapan obat hipertensi menyebabkan ginjal rusak dan menjelaskan pentingnya menjaga tekanan darah tetap terkendali.
Kuota LPG 3 kg 2027 dipangkas menjadi 8 juta ton. Pemerintah menyiapkan CNG, jargas, dan kompor listrik sebagai energi alternatif.