RSK Puri Nirmala: Gawat Darurat Tak Selalu Soal Fisik

Media Digital
Media Digital Selasa, 25 Agustus 2026 18:32 WIB
RSK Puri Nirmala: Gawat Darurat Tak Selalu Soal Fisik

Suasana RSK Puri Nirmala di Kemantren Pakualaman, Kota Jogja, pada Sabtu (22/8/2026). - Harian Jogja/ Ariq Fajar Hidayat

Gawat Darurat Tak Selalu Soal Fisik, Kesehatan Jiwa Juga Butuh Penanganan Segera

JOGJA – Kondisi gawat darurat tidak selalu berkaitan dengan serangan penyakit fisik, kecelakaan, atau luka. Dalam kesehatan jiwa, situasi ketika seseorang mulai membahayakan diri sendiri maupun orang di sekitarnya juga membutuhkan penanganan segera.

Direktur RSK Puri Nirmala, dr. Fiddina Mediola, Sp.KJ, mengatakan rumah sakit khusus kesehatan jiwa di Pakualaman, Kota Jogja, tersebut menyediakan layanan untuk menangani kondisi kegawatdaruratan jiwa. RSK Puri Nirmala juga memiliki ambulans yang dapat digunakan untuk menjemput pasien dalam situasi darurat.

Menurut Fiddina, kondisi yang dapat dikategorikan sebagai kegawatdaruratan kesehatan jiwa antara lain ketika seseorang mengancam bunuh diri, melukai diri sendiri, mengamuk, mulai melempar barang, atau berpotensi melukai orang di sekitarnya.

“Yang paling utama adalah ketika seseorang itu membahayakan dirinya sendiri dan membahayakan tim di sekitarnya. Mengancam bunuh diri, mengamuk, sudah mulai melempar barang, melukai dirinya, atau melukai keluarga sekitar, itu juga sudah indikasi untuk gawat,” ujarnya, Sabtu (22/8/2026).

Penanganan kondisi tersebut tidak cukup hanya dengan menunggu pasien kembali tenang. RSK Puri Nirmala menyediakan layanan penjemputan serta fasilitas rawat inap bagi pasien yang membutuhkan penanganan dan pemantauan lebih intensif.

RSK Puri Nirmala merupakan satu dari dua rumah sakit khusus yang melayani kesehatan jiwa di DIY. Selain RSK Puri Nirmala yang dikelola swasta, terdapat RSJ Grhasia yang merupakan rumah sakit milik Pemerintah Daerah DIY.

Fiddina mengatakan layanan kesehatan jiwa di RSK Puri Nirmala mencakup pasien dengan gangguan dari tingkat ringan hingga berat. Gangguan ringan antara lain kecemasan dan depresi ringan, sedangkan gangguan yang lebih berat dapat berupa depresi berat, skizofrenia, bipolar, dan gangguan jiwa lainnya.

Layanan tersebut tersedia untuk berbagai kelompok usia, mulai dari anak-anak dan remaja hingga dewasa dan lansia. Selain konsultasi dengan psikiater, rumah sakit menyediakan konsultasi psikolog serta pemeriksaan oleh dokter umum.

Dari sisi sumber daya manusia, RSK Puri Nirmala memiliki lima dokter spesialis jiwa, empat dokter umum, tiga psikolog, serta tenaga perawat dan tenaga kesehatan lainnya. Rumah sakit juga memiliki fasilitas rawat inap dengan kapasitas 26 tempat tidur yang dipisahkan untuk pasien laki-laki dan perempuan.

Masyarakat yang ingin mendapatkan layanan tidak harus selalu datang langsung ke rumah sakit. Pendaftaran dapat dilakukan secara daring untuk mengetahui jadwal dokter atau psikolog. Konsultasi juga tersedia melalui layanan telemedicine.

Fiddina menilai meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap kesehatan mental dalam beberapa tahun terakhir merupakan perkembangan positif. Namun, tingginya perhatian terhadap isu kesehatan mental perlu diimbangi dengan pemahaman yang tepat agar masyarakat tidak terburu-buru melakukan diagnosis terhadap dirinya sendiri.

Menurutnya, fenomena self-diagnosis dapat membuat seseorang menganggap gejala tertentu sebagai gangguan jiwa tanpa memastikan kondisi sebenarnya kepada tenaga profesional. Padahal, seseorang perlu mengetahui apakah benar mengalami gangguan, seberapa berat kondisinya, serta apakah membutuhkan terapi atau cukup melakukan perubahan pola hidup.

Karena itu, masyarakat yang merasakan adanya persoalan kesehatan jiwa dianjurkan memeriksakan diri kepada psikolog atau psikiater. Pemeriksaan diperlukan untuk memastikan kondisi sekaligus menentukan penanganan yang sesuai.

“Sakit jiwa itu sama seperti sakit fisik sebenarnya. Sama-sama perlu terapi dan sama-sama tidak bisa dibiarkan,” kata Fiddina.

Selain layanan konsultasi dan rawat inap, RSK Puri Nirmala menyediakan pemeriksaan kejiwaan seperti tes IQ, tes psikologi, dan tes kepribadian. Rumah sakit tersebut juga memiliki layanan respite care bagi keluarga yang mengalami kelelahan dalam merawat anggota keluarga dengan gangguan jiwa berat.

Melalui layanan tersebut, pasien dapat dititipkan sementara ketika keluarga membutuhkan waktu untuk beristirahat dan memulihkan kondisi sebelum kembali melakukan perawatan. Layanan ini menjadi salah satu upaya rumah sakit untuk tidak hanya menangani pasien, tetapi juga memberikan perhatian kepada keluarga yang mendampingi dan merawat pasien.

Dengan tersedianya layanan kegawatdaruratan, konsultasi, rawat inap, hingga respite care, masyarakat diharapkan tidak menunda mencari bantuan ketika menghadapi persoalan kesehatan jiwa. Penanganan sejak dini dan dukungan dari tenaga profesional dapat membantu pasien memperoleh perawatan yang sesuai sekaligus mencegah kondisi berkembang menjadi lebih berat. (Advertorial)

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Ariq Fajar Hidayat
Ariq Fajar Hidayat Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online