Lantik 173 Pejabat, Bupati Klaten: Jaga Amanah, Tingkatkan Pelayanan

Media Digital
Media Digital Jum'at, 28 Agustus 2026 20:44 WIB
Lantik 173 Pejabat, Bupati Klaten: Jaga Amanah, Tingkatkan Pelayanan

Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo melantik dan mengambil sumpah/janji 137 pejabat di Pendopo Pemkab Klaten, Kamis (27/8/2026). (Istimewa/Bagian Prokopim Setda Klaten)

KLATEN – Pemerintah Kabupaten Klaten menggelar pelantikan dan pengambilan sumpah janji pejabat di Pendopo Pemkab Klaten, Kamis (27/8/2026). Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo menekankan agar para Aparatur Sipil Negara (ASN) yang dilantik menjalankan amanah yang sudah diberikan. Pejabat yang dilantik terdiri dari 17 pejabat pimpinan tinggi pratama, 54 pejabat administrator, dan 66 pejabat pengawas.

Hadir dalam kesempatan tersebut Bupati Klaten, Forkopimda Kabupaten Klaten, Pj Sekretaris Daerah Kabupaten Klaten, para asisten dan staf ahli bupati, Tim Panitia Seleksi (Pansel), Ketua TP PKK Kabupaten Klaten, Ketua Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Klaten dan undangan lainnya.

“Kepada para pejabat yang dilantik, saya ucapkan selamat atas amanah dan kepercayaan yang diberikan. Namun, saya perlu menegaskan bahwa jabatan bukanlah hadiah, bukan pula sekadar penghargaan atas perjalanan karier. Jabatan adalah amanah yang harus dipertanggungjawabkan kepada negara, masyarakat, organisasi, dan yang paling utama kepada Tuhan Yang Maha Esa,” kata Bupati Klaten, Hamenang Wajar Ismoyo, dalam sambutannya.

Bagi pejabat pimpinan tinggi pratama, Hamenang menjelaskan proses penempatan dan pengisian jabatan susah melalui mekanisme yang ditetapkan. Hal itu termasuk panitia seleksi, rotasi, penugasan, serta evaluasi kinerja.

Hamenang mengatakan jabatan yang diemban harus dimaknai sebagai hasil dari proses yang mempertimbangkan kompetensi, integritas, rekam jejak, kebutuhan organisasi, dan kinerja.

“Kepercayaan ini harus dijawab dengan kinerja yang nyata, integritas, loyalitas kepada organisasi, serta keberanian melakukan perbaikan. Saya tidak ingin pejabat hanya pandai menjalankan rutinitas. Saya membutuhkan pejabat yang mampu membaca persoalan, mencari solusi, mengambil keputusan, dan menghadirkan perubahan yang manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” jelas Hamenang.

Keberhasilan program pemerintah, kata Hamenang, tidak cukup diukur dari banyaknya output berupa kegiatan maupun dokumen yang dihasilkan. Hal yang lebih penting adalah dampak nyata yang dirasakan oleh masyarakat.

“Program kegiatan belum dikatakan sukses apabila hanya sekadar output yang didapatkan. Yang penting adalah outcome-nya. Apa dampaknya dan apakah manfaatnya benar-benar dirasakan oleh warga masyarakat?” katanya.

Kepada pejabat administrator dan pengawas, Hamenang berpesan agar mereka menjadi penggerak utama di lapangan. Setiap kebijakan pemerintah harus mampu diterjemahkan menjadi pelayanan publik yang cepat, mudah, tepat, transparan, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.

Hamenang juga mengajak seluruh jajaran Pemkab Klaten meninggalkan ego sektoral dengan memperkuat koordinasi, soliditas, dan kolaborasi antar perangkat daerah.

“Kita boleh berbeda perangkat daerah, berbeda tugas dan kewenangan, tetapi tujuan kita bersama adalah satu, yakni memberikan pelayanan terbaik dan mewujudkan Kabupaten Klaten yang maju, sejahtera, dan berdaya saing,” tuturnya.

Hamenang mengingatkan seluruh pejabat menjaga integritas dan tidak menyalahgunakan kewenangan. Hamenang juga meminta jajaran pemerintah daerah bekerja sesuai aturan dan berinovasi dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat.

“Jangan takut mengambil keputusan sepanjang benar, terukur, dan dapat dipertanggungjawabkan. Pegang prinsip sederhana, kerja cepat, kerja tepat, kerja tuntas, dan bekerja dengan hati,” ungkap Hamenang.

Hamenang berharap pelantikan tersebut tidak hanya dimaknai sebagai pergantian pejabat, tetapi menjadi momentum peningkatan kualitas dan kinerja Pemerintah Kabupaten Klaten. Masyarakat tidak menilai pemerintah semata dari banyaknya rapat maupun dokumen yang dihasilkan, melainkan dari apa yang telah dikerjakan dan seberapa besar manfaatnya bagi masyarakat.

“Itulah ukuran keberhasilan. Oleh karena itu, mari jadikan jabatan ini sebagai ruang pengabdian. Tunjukkan bahwa kepercayaan yang diberikan benar-benar layak dan pantas dipertanggungjawabkan,” pesan Hamenang kepada seluruh pejabat.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online