Telkom Akses Perkuat GRC dan ESG Usai Raih 3 Penghargaan TOP GRC Awards 2026
Telkom Akses meraih tiga penghargaan TOP GRC Awards 2026, termasuk Golden Trophy dan The Most Committed GRC Leader 2026.
Suasana workshop perbaikan buku yang diselenggarakan oleh Yanpus DPAD DIY, Senin (14/9/2026)./Harian Jogja-Yosef Leon
Harianjogja.com, BANTUL— Balai Layanan Perpustakaan Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (Yanpus DPAD) DIY kembali menggelar workshop perbaikan buku rusak. Kegiatan yang bertepatan dengan Hari Kunjung Perpustakaan pada 14 September tersebut menyasar masyarakat yang memiliki koleksi buku rusak agar dapat memperbaikinya dan kembali memanfaatkan buku tersebut.
Kepala Balai Yanpus DPAD DIY, Martono Heri Prasetyo mengatakan workshop kembali digelar karena masih tingginya minat masyarakat membaca buku fisik. Intensitas penggunaan buku tersebut turut membuat sejumlah koleksi mengalami kerusakan, terutama pada bagian jilidan dan sampul.
“Tren masyarakat dalam membaca buku fisik itu masih tinggi dan juga berdampak pada kondisi buku yang sering dibaca menjadi rusak, jadi kami buka layanan perbaikan," kata Martono, Senin (14/9/2026).
Peserta Langsung Praktik Perbaiki Buku
Workshop tersebut tidak hanya memberikan penjelasan mengenai teknik memperbaiki buku. Peserta yang terdiri atas pustakawan dan perwakilan instansi kabupaten/kota juga langsung mempraktikkan teknik perbaikan menggunakan buku koleksi mereka.
Dengan demikian, peserta dapat memahami proses perbaikan sekaligus mengetahui cara menjaga kondisi koleksi agar lebih awet setelah diperbaiki.
“Peserta juga kami berikan tips menjaga buku agar awet dengan bahan khusus,” ujarnya.
Martono mengatakan tingginya minat masyarakat menjadi salah satu alasan kegiatan tersebut kembali diselenggarakan. Workshop perbaikan buku kali ini sekaligus menjadi pelaksanaan yang ketiga.
Sebelumnya, kegiatan serupa telah dilaksanakan dalam rangka memperingati ulang tahun Grhatama Pustaka dan Festival Literasi.
Tingkat Kerusakan Menentukan Lama Perbaikan
Menurut Martono, tidak seluruh kerusakan buku dapat ditangani hingga selesai hanya dalam satu kali kegiatan. Buku dengan kerusakan ringan relatif lebih mudah diperbaiki, misalnya ketika bagian sampul terlepas atau terdapat bagian tertentu yang sobek.
"Memang tidak semua kerusakan buku dapat diselesaikan dalam satu kali kegiatan. Buku dengan kerusakan ringan, seperti sampul yang lepas atau bagian tertentu yang sobek, relatif lebih mudah diperbaiki," jelasnya.
Sementara itu, buku yang mengalami kerusakan berat membutuhkan tahapan penanganan yang lebih panjang. Karena itu, proses perbaikannya tidak selalu dapat diselesaikan pada hari yang sama.
“Seandainya rusaknya berat, kami juga masih bisa membantu, tetapi mungkin butuh waktu. Karena kalau rusak berat tahapannya tidak sehari jadi, butuh beberapa hari untuk perbaikan,” katanya.
Naskah Kuno Juga Bisa Diperbaiki
Layanan perbaikan yang dibuka DPAD DIY tidak hanya menyasar buku biasa. Masyarakat yang memiliki koleksi naskah kuno juga berkesempatan mendapatkan layanan perbaikan, meski penanganannya membutuhkan perlakuan khusus.
Martono menjelaskan kondisi naskah kuno berbeda dengan buku yang kerusakannya sebatas pada sampul atau jilidan. Usia naskah yang sudah lebih dari 50 tahun membuat kondisi kertas perlu mendapatkan treatment tersendiri.
“Kalau masyarakat mempunyai koleksi buku atau naskah kuno, kami juga menerima perbaikan. Tetapi tentunya membutuhkan waktu karena naskah kuno usianya sudah di atas 50 tahun. Kertasnya sudah lama sehingga perlu treatment tersendiri,” katanya.
Melalui workshop tersebut, DPAD DIY tidak hanya membantu masyarakat memperbaiki koleksi yang rusak, tetapi juga mendorong agar buku fisik tetap dapat dimanfaatkan. Tingginya minat membaca buku fisik menjadi salah satu alasan layanan perbaikan kembali digelar untuk ketiga kalinya.(Advertorial)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Telkom Akses meraih tiga penghargaan TOP GRC Awards 2026, termasuk Golden Trophy dan The Most Committed GRC Leader 2026.
Kasus DBD Kota Jogja turun dari 233 menjadi 82 kasus hingga Agustus 2026. Dinkes memperkuat PSN 3M Plus jelang musim hujan.
Mendagri Tito Karnavian menyatakan pemerintah akan mempelajari usulan perpanjangan masa jabatan kepala desa yang diajukan perkumpulan Kades AMJ.
MAN 5 Sleman meraih Stand Favorit dan Medali Perunggu Lomba Video Profil di Extranas VIII Lamongan, 11–13 September 2026.
DPRD Bantul meminta Pemkab bergerak cepat memanfaatkan Kelok 23 untuk mendorong pariwisata, investasi, dan kesejahteraan warga selatan.
DPAD DIY kembali menggelar workshop perbaikan buku rusak karena minat masyarakat membaca buku fisik masih tinggi.