Pemkot Jogja Dorong Gemati Hidupkan Kembali Pasar Rakyat

Media Digital
Media Digital Jum'at, 02 Oktober 2026 17:42 WIB
Pemkot Jogja Dorong Gemati Hidupkan Kembali Pasar Rakyat

Wakil Walikota Jogja Wawan Harmawan (tengah) dalam pembukaan GEMATI di Pasar Ngasem pada Jumat (2/10/2026)./ Harian Jogja - Stefani Yulindriani

JOGJA—Pemkot Jogja mendorong Gerakan Masyarakat Mencintai Pasar (Gemati) untuk menghidupkan kembali aktivitas pasar rakyat sekaligus memperluas transaksi digital di kalangan pedagang. Program tersebut digelar selama Oktober 2026 di 22 pasar dengan melibatkan sekitar 500 pedagang.

Wakil Wali Kota Jogja Wawan Harmawan mengatakan pasar rakyat menjadi bagian penting dari ekosistem ekonomi masyarakat sehingga perlu terus diperkuat di tengah perubahan pola konsumsi. Menurutnya, Gemati menjadi salah satu upaya pemerintah untuk mengajak masyarakat kembali berbelanja di pasar sekaligus menjaga keberlangsungan usaha pedagang.

“Programnya Bu Ambar ada namanya Gemati, Gemar Mencintai Pasar. Ini digerakkan di sini, ada diskon juga di pasar-pasar. Sudah ada 22 pasar di Kota Jogja ini menggerakkan program Gemati, termasuk salah satunya Ngasem,” katanya di Pasar Ngasem, Jumat (2/10/2026).

Menurut Wawan, penguatan pasar rakyat membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Pemkot Jogja tidak hanya mengandalkan program pemerintah, tetapi juga membuka ruang kolaborasi dengan dunia usaha, perbankan, komunitas, dan pemangku kepentingan lainnya untuk menghidupkan aktivitas ekonomi di pasar.

Ia menilai berbagai kegiatan yang digelar di pasar dapat memberikan manfaat berlapis. Selain meningkatkan aktivitas perdagangan, kegiatan tersebut dapat menarik masyarakat untuk datang dan beraktivitas di kawasan pasar.

“Acara UKM ternyata cukup banyak yang dapat manfaat, justru Pemerintah Kota juga banyak,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan Kota Jogja Veronica Ambar menuturkan Gemati merupakan gerakan untuk mengajak masyarakat semakin dekat, bangga, dan mencintai pasar rakyat. Program tersebut juga menjadi respons terhadap kondisi ekonomi yang masih menghadapi berbagai tantangan.

“Pasar sebagai sesuatu atau ekosistem ekonomi kerakyatan yang sangat otentik. Ratusan tahun sudah ada di Kota Jogja dan sekarang tinggal konkretnya kita mau seperti apa,” ujarnya.

Gemati Digelar di 22 Pasar

Gemati Pasar Jogja berlangsung pada 1–31 Oktober 2026 di 22 pasar. Pasar tersebut meliputi Pasar Lempuyangan, Pasar Demangan, Pasar Ngasem, Pasar Sentul, Pasar Beringharjo, Pasar PASTHY, Pasar Terban, Pasar Kranggan, Pasar Karangwaru, Pasar Senen, Pasar Pathuk, Pasar Serangan, Pasar Gedongkuning, Pasar Pingit, Pasar Giwangan, Pasar Pujokusuman, Pasar Prawirotaman, Pasar Telo Karangkajen, Pasar Klithikan Pakuncen, Pasar Legi Patangpuluhan, Pasar Gading, dan Pasar Legi Kotagede.

Masyarakat yang berbelanja minimal Rp20.000 menggunakan QRIS dari mitra perbankan akan mendapatkan satu kupon undian. Transaksi berlaku kelipatan. Setelah melakukan transaksi, konsumen perlu mengisi formulir undian digital dan menyimpan bukti pembayaran berupa foto atau tangkapan layar transaksi QRIS.

Program tersebut menyediakan sejumlah hadiah bagi konsumen, yakni dua unit smartphone, tujuh unit sepeda, 10 tabungan masing-masing Rp500.000, serta 10 voucher belanja masing-masing Rp100.000. Pengundian hadiah dijadwalkan berlangsung pada awal November 2026.

Veronica mengatakan sekitar 500 pedagang telah mendaftarkan diri sebagai peserta Gemati. Pedagang peserta akan diberikan penanda agar masyarakat dapat mengetahui toko atau lapak yang mengikuti program tersebut.

“Persyaratannya adalah menggunakan pembayaran dengan digital payment, jadi menggunakan QRIS,” ujarnya.

Selain menggerakkan transaksi di pasar rakyat, penggunaan QRIS dalam Gemati menjadi bagian dari upaya memperluas adopsi pembayaran digital di kalangan pedagang. Dengan demikian, program tersebut menggabungkan penguatan pasar rakyat dengan perkembangan sistem transaksi digital.

Jadi Bagian HUT ke-270 Kota Jogja

Gemati juga menjadi bagian dari rangkaian HUT ke-270 Kota Jogja yang berlangsung sepanjang Oktober 2026. Wawan mengatakan Pemkot Jogja membuka ruang bagi berbagai pihak untuk membuat kegiatan yang dapat menghidupkan aktivitas ekonomi kota.

“Kegiatannya bukan diadakan total oleh Pemerintah Kota, tetapi kita mengundang semua stakeholder untuk membikin acara di Kota Jogja,” katanya.

Salah satu kolaborasi tersebut hadir melalui Pertamina SMEXPO 2026 yang digelar di Pasar Ngasem pada 2–4 Oktober. Kegiatan tersebut menghadirkan UMKM binaan Pertamina sekaligus menjadi ruang promosi produk lokal.

Wawan mengatakan penyelenggaraan SMEXPO di Pasar Ngasem turut memberikan warna baru bagi aktivitas pasar. Menurutnya, kegiatan pameran dan pemberdayaan UMKM dapat berjalan beriringan dengan upaya Pemkot Jogja menghidupkan pasar melalui Gemati.

“Jadi tiap tahun memang ada perkembangan yang cukup bagus dan kehadiran Pertamina di Ngasem di sini memberi suatu warna baru,” ujarnya.

Gemati Pasar Jogja juga dilaksanakan melalui dukungan berbagai pihak tanpa menggunakan APBD. Veronica mengatakan program tersebut didukung melalui sponsorship sejumlah lembaga dan perusahaan.

Dukungan berasal dari Bank Indonesia, Bank Mandiri, BSI, BPD DIY, BTN, Pertamina Foundation, dan AirNav. Pemkot Jogja juga menggandeng jaringan ritel modern seperti Alfamart dan Indomaret dalam rangkaian kegiatan Oktober.

Veronica menyebut Indomaret memiliki lebih dari 180 gerai di Kota Jogja, sementara Alfamart sekitar 44 gerai. Keduanya memberikan dukungan melalui sejumlah program promosi dan diskon.

Meski melibatkan berbagai sektor usaha, Veronica menegaskan tujuan utama Gemati adalah mengajak masyarakat kembali berbelanja di pasar rakyat.

“Yuk kembali ke pasar rakyat, kembali melarisi pasar untuk kemudian memberikan kesempatan yang lebih untuk pedagang,” katanya.

Dengan adanya Gemati, Pemkot Jogja tidak hanya mengajak masyarakat berbelanja di pasar, tetapi juga mendorong perubahan pola transaksi melalui penggunaan QRIS. Program tersebut diharapkan dapat memperkuat posisi pasar rakyat sekaligus menjaga aktivitas ekonomi pedagang di tengah perkembangan ekosistem perdagangan yang semakin beragam. (Advertorial)

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Ujang Hasanudin
Ujang Hasanudin Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online