Pilur Bantul 2026 Berjalan Lancar, Bupati Minta yang Kalah Legowo
Pilur serentak Bantul 2026 berjalan aman, lancar, dan damai. Bupati Abdul Halim Muslih meminta warga menjaga kerukunan dan menerima hasil dengan legowo
Bupati Bantul Abdul Halim Muslih saat melakukan pemantauan Pilur di TPS wilayah Patalan, Bantul. Kiki Luqman
Bupati: Pilur Berjalan Lancar, yang Kalah Harus Legowo
Harianjogja.com, BANTUL - Bupati Bantul Abdul Halim Muslih meminta masyarakat menjaga keamanan dan kerukunan selama pelaksanaan Pemilihan Lurah (Pilur) serentak Kabupaten Bantul 2026.
Minggu (4/10), pelaksanaan pemungutan suara di seluruh wilayah Bantul terpantau aman, lancar, dan damai.
Halim mengatakan kondisi tersebut menjadi situasi yang diharapkan dalam pelaksanaan pesta demokrasi di tingkat kalurahan. Menurutnya, masyarakat Bantul perlu terus membangun kedewasaan dalam berdemokrasi, terutama ketika menghadapi perbedaan pilihan.
“Sampai detik ini, pemilihan lurah di seluruh Kabupaten Bantul terpantau aman, lancar, dan damai. Inilah yang kita harapkan. Kedewasaan berdemokrasi masyarakat Bantul harus terus ditingkatkan,” kata Halim, Minggu.
Dia mengatakan Pilur merupakan proses demokrasi yang mempertemukan pilihan masyarakat untuk menentukan pemimpin di tingkat kalurahan. Karena berlangsung di lingkungan dengan hubungan sosial warga yang relatif dekat, perbedaan pilihan seharusnya tidak menjadi alasan untuk menimbulkan perselisihan.
Menurut Halim, masyarakat Bantul memiliki hubungan sosial yang kuat sebagai tetangga, teman, dan saudara. Karena itu, seluruh pihak memiliki tanggung jawab untuk menjaga kondusivitas selama tahapan pemilihan berlangsung.
“Karena kita ini sedulur, tonggo, konco, semuanya sedulur, konco, tonggo. Sehingga kita berkewajiban untuk menjaga kondusivitas, keamanan, kerukunan,” ujarnya.
Dia menegaskan seluruh calon lurah memiliki tujuan yang sama, yakni membawa pemerintahan kalurahan agar dapat mengayomi dan memberikan pelayanan kepada masyarakat. Karena itu, perbedaan pilihan dalam menentukan calon lurah harus tetap ditempatkan sebagai bagian dari proses demokrasi.
“Karena tujuannya baik semua kan. Tujuannya baik untuk membawa kalurahan ini menjadi institusi pemerintah kalurahan yang mengayomi semuanya, melayani semuanya. Tujuannya baik semua lima kandidat ini,” katanya.
Halim mengingatkan masyarakat agar tidak menjadikan perbedaan dukungan sebagai alasan untuk saling menjatuhkan atau terlibat konflik. Menurut dia, perbedaan pilihan merupakan hal yang wajar dalam demokrasi.
“Maka tidak ada alasan untuk saling konflik, apalagi menjatuhkan. Itu tidak boleh. Itu namanya tidak dewasa,” ucapnya.
Dia menjelaskan dalam setiap pemilihan pasti terdapat perbedaan pilihan. Hasil akhirnya juga akan menghasilkan pihak yang memperoleh suara lebih banyak dan pihak yang belum mendapatkan kemenangan. Kondisi tersebut, kata dia, merupakan konsekuensi dari proses demokrasi.
“Ya demokrasi itu menuntut kedewasaan. Pilihan itu pasti berbeda antarwarga. Itu dimungkinkan berbeda. Sehingga, ya karena demokrasi itu prosesnya memang harus memilih. Ya mesti baik, ada yang menang, ada yang kalah,” ujarnya.
Halim juga mengingatkan bahwa dirinya pernah mengalami kekalahan dalam proses politik. Namun, pengalaman tersebut menurutnya menjadi bagian dari proses demokrasi yang harus diterima dengan lapang dada.
“Saya dulu kalah juga pernah. Tapi saya juga enggak ngamuk, ya harus lilo legowo. Itulah demokrasi,” katanya.
Pelaksanaan Pilur serentak Bantul 2026 diikuti 87 calon lurah yang bertarung di 30 kalurahan. Dari jumlah tersebut, 24 calon merupakan lurah petahana yang kembali mencalonkan diri.
Halim berharap situasi aman dan damai yang terpantau pada hari pemungutan suara dapat terus dipertahankan hingga seluruh rangkaian Pilur selesai. Perbedaan pilihan, menurutnya, tidak semestinya memutus hubungan sosial masyarakat yang selama ini hidup berdampingan di tingkat kalurahan. (Advertorial)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pilur serentak Bantul 2026 berjalan aman, lancar, dan damai. Bupati Abdul Halim Muslih meminta warga menjaga kerukunan dan menerima hasil dengan legowo
Budidaya nangka di Gunungkidul bakal terus diperkuat untuk memenuhi pembuatan gudeg yang jadi makanan khas di DIY karena masih banyak datangkan dari luar daerah
Kebakaran rumah di Weru Sukoharjo menghanguskan bangunan dan isinya. Kerugian ditaksir Rp200 juta, termasuk uang dan perhiasan emas.
Indonesia meraih lima emas di Asian Games 2026 dan finis peringkat 16 dengan total 39 medali, melampaui target empat emas.
Eks pimpinan keselamatan OpenAI David Robinson mundur dan memperingatkan risiko keamanan AI serta pentingnya pengawasan independen.
Kasus korupsi pengurusan HGB menyoroti dugaan mafia tanah ATR BPN dan pentingnya pengawasan diskresi dalam pelayanan pertanahan.