Dina Alfiana, Mahasiswa RPL UNISA Yogyakarta Raih Predikat Terbaik Nasional

Media Digital
Media Digital Senin, 05 Oktober 2026 16:20 WIB
Dina Alfiana, Mahasiswa RPL UNISA Yogyakarta Raih Predikat Terbaik Nasional

Istimewa

Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKes) Universitas 'Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta sukses menggelar Upacara Sumpah Profesi untuk 667 lulusan tenaga kesehatan professional di Convention Hall Masjid Walidah Dahlan UNISA Yogyakarta pada Jumat, (2/10). Di tengah khidmatnya prosesi pelantikan, momen spesial tercipta dengan diinformasikan apresiasi tingkat nasional kepada salah satu lulusan Profesi Ners, Dina Alfiana, S.Kep., Ns.

Dina berhasil mengukir prestasi membanggakan dengan menyabet predikat Peserta Terbaik Nasional pada Uji Kompetensi Nasional (UKOMNAS) Keperawatan Periode 2 Tahun 2026.

Dikutip dari laman UKOMNAS Keperawatan, pemberian apresiasi ini merupakan bentuk penghargaan atas nilai UKOM murni terbaik yang diraih peserta, sekaligus pengakuan atas kerja keras, ketekunan, dan komitmen mahasiswa. Penghargaan dari Tim Ad Hoc UKOMNAS ini juga menjadi wujud apresiasi bagi institusi pendidikan yang berhasil memberikan pembinaan dan pembelajaran berkualitas. Diharapkan, pencapaian ini mampu menjadi pemicu motivasi bagi mahasiswa lain serta membangun budaya berprestasi yang berorientasi pada pengembangan profesionalisme calon perawat.

Perjuangan Mahasiswa RPL: Membagi Waktu Antara Kuliah, Kerja, dan Keluarga

Pencapaian yang diraih Dina terasa semakin istimewa lantaran statusnya sebagai mahasiswa Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) yang harus membagi fokus antara perkuliahan, pekerjaan, dan tanggung jawab keluarga.

Saat mengetahui dirinya meraih predikat terbaik nasional, Dina mengaku sangat kaget, terharu, dan bersyukur. Sebagai mahasiswa RPL yang bekerja sekaligus berkeluarga, perjalanan hingga tahap ini menuntut perjuangan ekstra dalam membagi waktu. Sejak awal ia hanya berfokus menjalani setiap proses dengan sebaik mungkin tanpa pernah membayangkan akan meraih predikat tersebut. Bagi Dina, keberhasilan ini bukan sekadar pencapaian pribadi, melainkan juga buah dari dukungan dan pengertian keluarga yang rela mengorbankan waktu kebersamaan.

Mengenai strategi belajarnya, Dina mengutamakan konsistensi dan pemanfaatan waktu yang efektif dibandingkan membebankan target berlebihan. Ia lebih banyak berlatih soal UKOM dengan memahami konsep dasar serta mengaitkan materi keilmuan dengan pengalaman nyata saat bertugas di lapangan.

Ia juga menyampaikan pesan mendalam kepada adik tingkat dan calon peserta UKOMNAS lainnya. Menurutnya, kondisi kuliah sambil bekerja atau mengurus keluarga bukanlah penghalang untuk berprestasi. Keberhasilan bukan diukur dari siapa yang memiliki waktu paling banyak, melainkan siapa yang mampu memanfaatkan waktu yang dimiliki dengan sebaik-baiknya, tetap konsisten, dan tidak menyerah pada proses.

Capaian Akademik Mengagumkan FIKes UNISA Yogyakarta

Dalam Laporan Pendidikan dan Sambutannya, Dekan FIKes UNISA Yogyakarta, Dr. Dewi Rokhanawati, S.Si.T., MPH., menyampaikan rasa bangga dan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh lulusan yang dilantik. Sebanyak 667 lulusan yang diambil sumpahnya terdiri dari 135 lulusan Profesi Ners, 120 lulusan Profesi Bidan, 46 lulusan Profesi Fisioterapis, 136 lulusan D4 Teknologi Laboratorium Medis, 146 lulusan D4 Keperawatan Anestesiologi, serta 84 lulusan D3 Radiologi.

Dewi memaparkan bahwa sebanyak 594 lulusan atau 89,06 persen berhasil meraih predikat Pujian (Cumlaude) dengan rata-rata IPK keseluruhan mencapai 3,86. Selain itu, angka kelulusan rata-rata UKOMNAS FIKes UNISA Yogyakarta menyentuh 97,03 persen, bahkan mencapai kelulusan sempurna 100 persen pada Program Studi Profesi Fisioterapi dan D3 Radiologi.

Dewi menyampaikan selamat dan apresiasi secara khusus kepada Dina Alfiana, S.Kep., Ns. atas prestasinya sebagai Peserta Terbaik Nasional. Beliau menyebut prestasi tersebut sebagai buah dari kerja keras mahasiswa, dosen, pembimbing klinik, serta doa dari para orang tua. Ia juga mengingatkan bahwa sumpah yang diucapkan adalah janji di hadapan Allah SWT dan masyarakat, di mana dunia kerja nyata tidak mengenal remedial untuk keselamatan nyawa manusia. Oleh karena itu, para lulusan diharapkan senantiasa menjaga integritas, empati, dan etika profesional di tempat pengabdian masing-masing.

Pesan Wakil Rektor III: Mewujudkan Profesional Islami Berkemajuan

Sementara itu, Wakil Rektor III UNISA Yogyakarta, Prof. Dr. Mufdlilah, M.Sc., menekankan pentingnya pembentukan karakter Profesional Islami bagi para lulusan tenaga kesehatan.
Prof. Mufdlilah menyampaikan bahwa momen sumpah profesi merupakan tahap baru bagi para lulusan sebagai tenaga profesional. UNISA Yogyakarta tidak hanya membekali keahlian teknis, melainkan juga membentuk karakter pembelajar, pengamal soleh, dan pejuang. Seorang profesional sejati dituntut memiliki keterpaduan antara nilai, karakter, kompetensi, dan adab agar profesinya menjadi ruang untuk menghadirkan kemaslahatan.

Beliau berpesan tiga hal utama kepada para lulusan. Pertama, senantiasa menjaga sumpah profesi sebagai pedoman dalam setiap tindakan. Kedua, menjaga integritas dengan mengutamakan kejujuran dan keselamatan pasien di atas segalanya. Ketiga, terus membawa semangat UNISA Yogyakarta yang unggul, berkemajuan, dan berdampak. Beliau berharap para alumni mampu menjadi pemecah masalah dan penggerak perubahan yang bekerja secara sehat, cerdas, serta kolaboratif.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online