Berkat Program Sekolah Berintegritas, Pemprov Jateng Raih Penghargaan dari KPK
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menerima penghargaan dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam ajang Apresiasi Komitmen Pendidikan Antikorupsi Tahun 2026.
Suasana Media Gathering BNI Wilayah 17 Yogyakarta dengan awak media di deMakijos, Sleman, Selasa (6/10/2026)./Harian Jogja -- Catur Dwi Janati
SLEMAN -- PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI menghadirkan wondrZ sebagai sarana edukasi literasi finansial sejak dini yang mendorong anak belajar mandiri dalam bertransaksi. Kehadiran fitur pemantauan secara real-time memastikan orang tua tetap terhubung dan terlibat dalam mendampingi perjalanan finansial anak.
WondrZ didesain sebagai tabungan khusus anak dan remaja usia 0 hingga 17 tahun yang terintegrasi dengan aplikasi wondr by BNI.
RCEO BNI Wilayah 17 Yogyakarta, Ari Masdianto Purnomo, menerangkan kehadiran wondrZ menjadi upaya BNI untuk membangun kebiasaan finansial yang sehat sejak usia dini. WondrZ dirancang untuk membantu anak mengenal berbagai aktivitas finansial secara bertahap.
Lewat fitur-fitur yang tersedia, anak dapat mengenal berbagai aktivitas finansial, mulai dari menabung hingga mengelola uang. Selain dilengkapi berbagai fitur untuk meningkatkan literasi finansial anak, wondrZ juga memberikan ruang bagi orang tua untuk tetap mendampingi dan memantau aktivitas keuangan anak.
"Melalui wondrZ, kami ingin membantu anak mengenal cara menabung, mengelola uang, dan mulai memahami transaksi secara bertahap. Pada saat yang sama, orang tua tetap dapat mendampingi perjalanan finansial anak melalui fitur yang tersedia," terang Ari dalam kegiatan Media Gathering di deMakijos, Sleman, Selasa (6/10/2026).
Secara resmi, wondrZ diperkenalkan BNI dalam rangkaian acara BNI wondrX 2026 yang berlangsung di ICE BSD pada 21–23 Agustus 2026 lalu. Peluncuran wondrZ sekaligus menjadi bagian dari rangkaian perayaan HUT ke-80 BNI.
Anak yang menggunakan wondrZ akan mendapatkan pengalaman aktivitas perbankan yang disesuaikan dengan tahapan usianya. Rekening dapat dimiliki anak sejak usia dini. Sementara anak yang telah berusia 12 tahun ke atas dapat memperoleh akses transaksi digital melalui aplikasi wondr by BNI.
"Yang kami dorong bukan sekadar kepemilikan rekening, tetapi bagaimana anak mulai memiliki pengalaman nyata dalam mengelola uang," ujarnya.
Terbukanya akses transaksi digital membuat anak dapat belajar melakukan transaksi secara mandiri, termasuk menggunakan QRIS. Tak hanya pengalaman melakukan transaksi digital melalui QRIS, anak-anak juga dapat menikmati berbagai aktivitas yang tersedia pada aplikasi wondr by BNI dengan tetap berada dalam pendampingan orang tua.
WondrZ juga memberikan kesempatan kepada anak untuk belajar bertransaksi menggunakan kartu debit dengan limit transaksi sebesar Rp500.000 per hari. Sementara transaksi melalui wondr by BNI untuk anak memiliki limit hingga Rp2 juta per hari sesuai ketentuan produk.
Ari menegaskan anak yang menggunakan wondrZ tidak dikenakan biaya pengelolaan rekening. Ketika anak mencapai usia 17 tahun, rekening wondrZ akan dikonversi secara otomatis menjadi BNI Taplus Muda dengan nomor rekening yang sama.
Untuk pendampingan, BNI menyediakan notifikasi transaksi secara real-time yang dikirimkan ke ponsel orang tua. Fitur tersebut memungkinkan orang tua mengetahui aktivitas transaksi yang dilakukan anak. BNI memandang keterlibatan orang tua menjadi bagian penting dalam proses pembelajaran literasi keuangan.
"Orang tua tetap menjadi bagian penting dalam proses pembelajaran tersebut," kata Ari.
Akses orang tua untuk memantau proses pembelajaran finansial anak didesain BNI dengan langkah yang mudah. Untuk membuka wondrZ, orang tua perlu menyiapkan dokumen identitas anak berupa Kartu Keluarga (KK) dan/atau Kartu Identitas Anak (KIA). Selanjutnya, orang tua melengkapi dokumen identitas diri berupa KTP elektronik sesuai dengan ketentuan pembukaan rekening.
Data anak perlu dipastikan diisi dengan benar karena rekening wondrZ tercatat atas nama anak.
Menurut Ari, pengembangan layanan perbankan untuk anak dan remaja juga memiliki nilai strategis bagi BNI dalam membangun hubungan jangka panjang dengan nasabah.
"Anak yang sejak dini sudah terbiasa menabung, bertransaksi secara bijak, dan memahami nilai uang akan memiliki fondasi literasi keuangan yang lebih baik. Dari sisi perbankan, ini juga merupakan bagian dari membangun hubungan jangka panjang dengan generasi muda," ujarnya.
Dengan pendekatan yang melibatkan orang tua, anak dapat belajar menggunakan layanan keuangan digital secara lebih terarah dan bertanggung jawab. Dalam konteks ini, anak diajak belajar mandiri, bukan dibiarkan berjalan sendiri. Anak tetap dapat belajar sekaligus terhubung dengan orang tua melalui wondrZ.
Sebagai bagian dari ekosistem Danantara Indonesia, BNI, ditegaskan Ari, akan terus mendukung agenda transformasi BUMN melalui penguatan kapabilitas, inovasi layanan, serta penciptaan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.
Menurut Ari, kehadiran wondrZ menjadi salah satu bentuk kontribusi BNI dalam mendorong generasi muda Indonesia agar semakin mengenal dan memahami pengelolaan keuangan sejak dini.
Sejalan dengan semangat HUT ke-80 BNI, Swadharma Bhakti Nagara, BNI terus mengembangkan produk dan layanan yang relevan dengan kebutuhan keluarga Indonesia sekaligus mendukung terbentuknya generasi yang lebih siap menghadapi masa depan.
Ari menargetkan sekitar 100 sekolah di wilayah BNI Wilayah 17 Yogyakarta dapat bekerja sama dalam program wondrZ hingga akhir tahun.
"Kalau kami targetnya ke sekolah terutama. Jadi sampai dengan Desember ini kita menargetkan ada sekitar 100 sekolah yang mungkin bisa kerja sama," tandasnya.
BNI Wilayah 17 Yogyakarta melihat potensi pengembangan wondrZ melalui berbagai ekosistem. WondrZ dapat menyasar pelajar sekolah, perguruan tinggi, komunitas keluarga, hingga pusat aktivitas anak dan remaja.
"Ke depan, kami ingin wondrZ tidak hanya hadir sebagai produk tabungan, tetapi menjadi bagian dari ekosistem edukasi dan literasi keuangan bagi keluarga. Sekolah, orang tua, komunitas, dan BNI dapat bersama-sama membangun kebiasaan finansial yang sehat sejak dini," tegas Ari.
Pgs Area Head BNI Wilayah 17 Yogyakarta, Diah Charmaningtyas, menambahkan program wondrZ membuat anak dapat belajar menabung sejak dini. Berbeda dengan menabung di celengan, yang membuat anak maupun orang tua harus mengira-ngira nominal di dalamnya, melalui wondrZ saldo tabungan dapat diketahui secara detail.
"Beda dengan konsep celengan, kita enggak pernah tahu berapa isi di dalamnya dan kapan kira-kira di batas nominal berapa anak ini bisa memanfaatkan nominal yang dibutuhkan," tuturnya.
"Dalam wondrZ, kita sebagai orang tua dan anak bisa melihat secara real-time pergerakan tabungannya seperti apa, berapa saldonya," lanjut Diah.
Selain itu, melalui wondrZ, orang tua juga dapat mengecek pengeluaran anak secara rinci berdasarkan transaksi yang dilakukan. Langkah ini membuat transaksi yang merugikan atau tidak sesuai kebutuhan anak dapat segera terlacak.
"Sebagai orang tua akan lebih tenang karena aktivitas transaksinya kita bisa monitor. Sehingga pada akhirnya ketika kita bisa mengajak anak memiliki plan dari transaksi keuangannya atau punya life goals atas tabungan tersebut, kita bisa bersama-sama menata pola simpanan anak tersebut sampai dengan nanti dia sudah usia 17 tahun," tegasnya.(Advertorial)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menerima penghargaan dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam ajang Apresiasi Komitmen Pendidikan Antikorupsi Tahun 2026.
7 mobil keluarga murah 2026 dengan kapasitas 7-8 penumpang. Harga mulai Rp144 jutaan, dari Sigra hingga Avanza.
Logo Dana Keistimewaan (Danais) masih banyak ditemukan dalam bentuk yang tidak seragam saat digunakan di berbagai media publikasi di DIY.
Lisa BLACKPINK mengaku sempat tak percaya diri saat membangun karier solo karena harus bekerja dengan produser dan penulis lagu baru.
Jadwal bola malam ini 6-7 Oktober 2026 menghadirkan Kroasia vs Spanyol, Inggris vs Ceko, Argentina vs Benin, dan laga lainnya.
Kementerian Kebudayaan mendukung IPCC 2026 di Yogyakarta yang melibatkan seniman dari delapan negara untuk memperkuat diplomasi budaya Indonesia.