Jelang MotoGP Mandalika 2026, BRI Peduli Latih 500 Volunteer Kelola Sampah

Media Digital
Media Digital Selasa, 06 Oktober 2026 17:22 WIB
Jelang MotoGP Mandalika 2026, BRI Peduli Latih 500 Volunteer Kelola Sampah

Gedung BRI Pusat./ Istimewa

MAKASSAR – BRI terus melakukan berbagai inisiatif untuk mengatasi persoalan sampah melalui program-program yang secara nyata membantu penanganan masalah sampah di berbagai wilayah Indonesia.

Melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) BRI Peduli, BRI kembali menunjukkan komitmennya dalam mengatasi persoalan sampah melalui program BRI Peduli “Yok Kita Gas”. Program tersebut diwujudkan melalui pelatihan waste management kepada 500 volunteer pengelola kebersihan dan sampah di Sirkuit Mandalika, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat.

Pelatihan dilakukan menjelang MotoGP Mandalika yang berlangsung pada 9–11 Oktober 2026. Kegiatan tersebut mengintegrasikan edukasi, aksi, dan pengelolaan sampah untuk mendukung terciptanya kawasan Mandalika yang lebih bersih dan berkelanjutan.

Dalam kegiatan ini, BRI berkolaborasi dengan mitra serta masyarakat desa/kelurahan setempat. Peserta mendapatkan berbagai pelatihan, mulai dari waste management, pengumpulan dan pengolahan sampah, hingga penyaluran sarana pendukung pengolahan sampah.

Terdapat tiga ruang lingkup pekerjaan dalam program ini. Pertama, Tim Cleaning Service yang melibatkan 143 petugas cleaning service. Kedua, Tim Waste Management yang terdiri dari 206 petugas waste management dan 101 volunteer BRI Peduli dari kalangan mahasiswa dan masyarakat lokal. Ketiga, 50 Tim Pemilah Sampah.

Dalam pelatihan waste management, peserta mendapatkan pembekalan mengenai standar kebersihan venue, keselamatan kerja, pemilahan sampah dari sumber, dan pelayanan pengunjung, termasuk simulasi penanganan tumpahan dalam kondisi venue yang ramai.

Peserta juga dibekali pelatihan pemilahan sampah organik, anorganik bernilai, dan residu, mulai dari alur pengumpulan hingga tempat pengolahan. Pelatihan dilengkapi praktik langsung serta evaluasi terhadap kesalahan yang umum terjadi di lapangan.

Direktur Operasi ITDC Troy Reza Warokka selaku pengelola Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika mengatakan kegiatan tersebut diharapkan menjadi awal terbentuknya kebiasaan hidup bersih yang berlanjut setelah ajang MotoGP Mandalika 2026 berakhir.

“Kali ini kami bersama BRI Peduli ingin mengajak seluruh masyarakat melalui volunteer yang ada untuk membiasakan, bukan hanya MotoGP, namun setelah ini tetap terbiasa memulai hidup bersih. Kami berterima kasih kepada BRI Peduli atas komitmennya untuk masyarakat dalam menjaga kebersihan venue dan lingkungan,” ujarnya.

Salah satu volunteer program waste management BRI Peduli, Baiq Putri Andini, mengungkapkan banyak pelajaran yang diperoleh dari pembekalan tersebut.

“Banyak sekali edukasi dari orang-orang yang berpengalaman di bidang sampah. Kemudian kita sama-sama memberikan ilmu yang sangat luar biasa,” katanya.

Dalam kesempatan terpisah, Corporate Secretary BRI Dhanny mengungkapkan program BRI Peduli “Yok Kita Gas” Waste Management di Mandalika dirancang untuk melengkapi momentum penyelenggaraan MotoGP melalui penguatan pengelolaan lingkungan.

Melalui program tersebut, BRI terus menunjukkan komitmen dan kepeduliannya dalam mengatasi persoalan sampah sekaligus memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan.

“MotoGP Mandalika merupakan ajang olahraga internasional, sehingga pengelolaan kebersihan menjadi bagian penting dalam mendukung penyelenggaraan event yang lebih tertib, nyaman, dan berkelanjutan,” ungkapnya.

Dhanny juga menegaskan bahwa melalui program ini, BRI tidak hanya menempatkan diri sebagai entitas bisnis, tetapi juga sebagai katalisator pembangunan berkelanjutan. Upaya tersebut dilakukan dengan mengintegrasikan aspek pelestarian lingkungan dengan edukasi literasi keuangan dan pemberdayaan bank sampah yang sejalan dengan prinsip Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya pada aspek kota berkelanjutan dan penanganan perubahan iklim.

“Kami juga memastikan bahwa setiap upaya pengelolaan sampah mampu memberikan nilai tambah ekonomi atau shared value bagi komunitas yang terlibat,” tegasnya.

Sejak digulirkan pada 2021, program BRI Peduli “Yok Kita Gas” telah dilaksanakan di 117 lokasi di Indonesia yang tersebar di 45 bank sampah, 5 pasar tradisional, 44 kelurahan, 91 sekolah, 44 titik sungai, dan 25 titik penyebaran Collection Point Vending Machine.

Program tersebut juga telah berhasil mengumpulkan 519,98 juta kg sampah anorganik dan 779,74 juta kg sampah organik. Selain itu, program ini menghasilkan 1.003 liter pupuk organik cair, 24.025 unit pupuk kompos, 777 liter eco enzyme, serta potensi reduksi emisi gas rumah kaca sebesar 2.366.226,88 kg CO2e.

Program ini juga telah menyelenggarakan 12 jenis pelatihan manajemen sampah serta menyalurkan 45 unit mesin pengolahan sampah, 43 jenis peralatan penunjang bank sampah, 44 unit kendaraan penunjang bank sampah, 3 unit rumah maggot, 249 unit tempat sampah, 50 unit komposter, dan 1.960 unit kantong pilah. Dari berbagai kegiatan tersebut, program ini turut menghasilkan 5 inovasi produk pengelolaan sampah. (Advertorial)

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Ujang Hasanudin
Ujang Hasanudin Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online