8 dari 10 Anak Indonesia Disebut Mengalami Karies, Orang Tua Diminta Tak Abai

Media Digital
Media Digital Kamis, 08 Oktober 2026 11:42 WIB
8 dari 10 Anak Indonesia Disebut Mengalami Karies, Orang Tua Diminta Tak Abai

Murid SD Muhammadiyah Pakel saat dilakukan pemeriksaan kesehatan gigi saat kegiatan pengabdian masyarakat Solve Caries di SD Muhammadiyah Pakel, Umbulharjo, Kota Jogja, Kamis (8/10/2026). - Harian Jogja/ Ariq Fajar Hidayat

JOGJA – Karies atau gigi berlubang masih menjadi salah satu masalah kesehatan gigi yang banyak dialami anak-anak Indonesia. Berdasarkan data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 yang disebut dalam kegiatan Solve Caries, sekitar delapan dari 10 anak mengalami karies.

PEO Leader Solventum Indonesia, drg. Gena Riyandena, mengatakan kondisi tersebut menunjukkan pencegahan karies pada anak masih perlu mendapat perhatian lebih serius. Menurutnya, kebiasaan sehari-hari menjadi salah satu faktor yang berpengaruh terhadap munculnya karies.

“Delapan dari 10 anak itu sudah pasti ada karies. Mau yang kecil, sedang, maupun besar, mereka sudah ada karies,” kata Gena saat kegiatan pengabdian masyarakat Solve Caries di SD Muhammadiyah Pakel, Umbulharjo, Kota Jogja, Kamis (8/10/2026).

Ia menyebut kebiasaan menyikat gigi dua kali sehari masih belum banyak dilakukan anak-anak. Padahal, menyikat gigi setelah sarapan dan sebelum tidur merupakan kebiasaan dasar yang perlu dilakukan untuk menjaga kesehatan gigi.

Selain itu, konsumsi makanan dan minuman manis juga menjadi perhatian. Kemudahan mendapatkan jajanan manis membuat kebiasaan tersebut semakin umum di kalangan anak-anak.

Menurut Gena, pencegahan karies tidak cukup hanya dilakukan dengan memberikan pemahaman kepada anak. Peran orang tua diperlukan untuk memastikan kebiasaan menjaga kesehatan gigi yang diajarkan di sekolah juga diterapkan ketika anak berada di rumah.

“Kalau cuma anak-anak tapi orang tua tidak teredukasi, sepertinya tidak akan tercapai cita-cita kita untuk Indonesia Bebas Karies,” ujarnya.

Senada, Ketua Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) Cabang Kota Jogja, drg. Regia Aristiyanto, mengatakan karies masih menjadi masalah utama kesehatan gigi dan mulut pada berbagai kelompok usia. Di Kota Jogja, kasus yang berkaitan dengan karies juga masih banyak ditemukan dalam rujukan dari fasilitas kesehatan tingkat pertama ke fasilitas kesehatan rujukan.

Regia menilai pencegahan perlu dilakukan sejak anak-anak karena karies berkaitan erat dengan kebiasaan. Edukasi di sekolah menjadi salah satu cara yang dinilai efektif karena anak-anak dapat diberikan pemahaman sekaligus diarahkan untuk mengubah perilaku.

“Kalau kita berhasil mencegah di tahap awal, dari sisi waktu, kesulitan perawatan, maupun biaya, itu jauh lebih mudah kalau bisa kita cegah,” katanya.

Ia mengatakan sekolah menjadi salah satu tempat yang tepat untuk edukasi kesehatan gigi karena merupakan tempat berkumpulnya anak-anak sekaligus bagian dari lingkungan pendidikan. Dokter gigi dari klinik maupun puskesmas selama ini juga aktif memberikan edukasi ke sekolah-sekolah.

Meski demikian, edukasi di sekolah perlu dilanjutkan dengan pengawasan di rumah. Orang tua memiliki peran penting dalam memastikan anak menyikat gigi secara rutin serta membatasi konsumsi makanan dan minuman manis.

Regia juga mengingatkan agar karies tidak dianggap sebagai persoalan sepele. Gigi berlubang dapat mengganggu kualitas hidup dan estetika, bahkan berpotensi menyebabkan masalah kesehatan yang lebih serius.

“Yang lebih parah, infeksi-infeksi itu bisa saja menyebar ke organ tubuh yang lain. Mungkin kalau pernah dengar, kok dari sakit gigi bakterinya bisa menyebar ke jantung, bisa menyebar ke organ vital lain, itu benar adanya,” ujarnya.

Dalam kegiatan Solve Caries di SD Muhammadiyah Pakel, edukasi kesehatan gigi diberikan kepada para murid dan dilanjutkan dengan pemeriksaan kesehatan gigi dan mulut. Program tersebut digelar melalui kolaborasi Solventum Indonesia, Cobra Dental, PDGI Kota Yogyakarta, dan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY).

Gena mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya mendukung target Indonesia Bebas Karies 2030. Dalam kegiatan itu, Solventum Indonesia juga memperkenalkan penggunaan Clinpro Clear sebagai salah satu produk berbahan fluoride untuk membantu mencegah karies. (Advertorial)

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Ujang Hasanudin
Ujang Hasanudin Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online