Roso Restaurant Hadirkan Perjalanan Rasa di Wonderful Indonesia Gastronomy 2026

Media Digital
Media Digital Jum'at, 09 Oktober 2026 19:42 WIB
Roso Restaurant Hadirkan Perjalanan Rasa di Wonderful Indonesia Gastronomy 2026

ROSO Restaurant di Grand Hotel De Djokja menghadirkan perjalanan gastronomi Nusantara melalui kolaborasi chef Indonesia dalam Wonderful Indonesia Gastronomy ./ Istimewa

YOGYAKARTA – Grand Hotel De Djokja menjadi mitra lokasi penyelenggaraan Wonderful Indonesia Gastronomy 2026, sebuah perayaan yang mempertemukan kekayaan kuliner Indonesia, talenta chef Tanah Air, serta cerita cita rasa dari berbagai penjuru Nusantara.

Dalam rangkaian program tersebut, Grand Hotel De Djokja menyambut para tamu media yang menginap untuk menikmati pengalaman menginap di hotel bersejarah di jantung Malioboro sebelum mengikuti perjalanan gastronomi istimewa di ROSO Restaurant.

Berada di dalam Grand Hotel De Djokja, ROSO merupakan restoran Indonesia berkonsep gastronomi kontemporer yang menghadirkan kekayaan rempah, resep, dan memori kuliner Tanah Air melalui penyajian modern yang elegan.

Wonderful Indonesia Gastronomy 2026 menjadi ruang perjumpaan antara rasa, budaya, dan penghormatan terhadap warisan kuliner Indonesia. Di ROSO, perayaan tersebut diwujudkan melalui dua malam makan malam kolaboratif yang menghadirkan chef Indonesia berpengalaman internasional, tetapi tetap berpijak pada akar cita rasa Nusantara.

Menteri Pariwisata Republik Indonesia, Widiyanti Putri Wardhana, mengatakan Wonderful Indonesia Gastronomy 2026 memiliki visi membawa gastronomi dari akar lokal menuju pengakuan global.

“Visi Wonderful Indonesia Gastronomy 2026 adalah membawa gastronomi dari akar lokal menuju pengakuan global, karena wisatawan kini tidak hanya menikmati rasa, tetapi juga mencari cerita di balik makanan tersebut. Misinya menjadikan kekayaan gastronomi Indonesia sebagai daya tarik wisata menuju pariwisata berkualitas dan berkelanjutan,” ujarnya.

Founder Indonesia Gastronomy Network, Vita Datau, menambahkan bahwa gastronomi Indonesia harus menjadi wadah untuk mengangkat potensi para pelaku industri dari hulu hingga hilir.

“Wonderful Indonesia Gastronomy harus menjadi platform untuk mengangkat mimpi para pelaku di industri dari hulu hingga hilir, bergerak bersama mendorong ekonomi lokal di destinasi gastronomi,” tuturnya.

Pulang, Merangkai Cerita Kuliner Nusantara

Pada 30 September 2026, ROSO mempersembahkan Pulang, pengalaman makan malam tujuh hidangan yang mempertemukan Chef Agus Hermawan dan Chef Philip Walasary dalam satu meja Indonesia.

Mengusung semangat Two Chefs. Many Islands. One Indonesian Table., acara tersebut menjadi kolaborasi kreatif antara Chef Agus Hermawan, Executive Chef di restoran berbintang Michelin, Ron Gastrobar di Belanda, dan Chef Philip Walasary, F&B Director sekaligus Executive Chef Grand Hotel De Djokja.

Melalui tujuh hidangan istimewa, keduanya merangkai cita rasa Maluku, Jawa, Sunda, dan Batak dalam percakapan lintas daerah yang mencerminkan semangat ROSO, yakni memberi ruang bagi beragam kisah Indonesia untuk bertemu di satu meja.

Pulang bukan sekadar tema, melainkan ungkapan tentang kembali ke asal, dapur rumah, bahan-bahan lokal, serta cerita leluhur yang hidup dalam setiap bumbu dan teknik memasak.

Tiga sajian yang merepresentasikan filosofi tersebut adalah:

1. Tuna Kohu

Hidangan pembuka dari Maluku ini membawa Chef Philip Walasary kembali pada ingatan tentang Ambon, mulai dari laut, ikan segar, kelapa, jeruk, herba, hingga cabai. Di meja ROSO, Tuna Kohu menjadi pembuka yang menegaskan bahwa kisah kepulauan Indonesia dapat dihadirkan secara elegan tanpa kehilangan keaslian cita rasa asalnya.

2. Sop Matahari

Berasal dari Solo, Sop Matahari memperlihatkan karakter kuliner Jawa yang lembut, terukur, dan elegan. Bentuknya menyerupai bunga yang terbuka, memperlihatkan isian di dalam balutan kaldu yang halus. Sajian ini mencerminkan keyakinan ROSO bahwa kekayaan rasa Indonesia juga hadir melalui keseimbangan, ketelitian, dan kesederhanaan yang berkesan.

3. Mille Feuille Colenak

Hidangan penutup ini membawa perjalanan rasa kembali ke tanah Sunda melalui singkong, fermentasi, kelapa, gula, dan api. Dalam interpretasi kontemporer, colenak menjadi penghormatan terhadap cita rasa sederhana yang telah diwariskan turun-temurun sekaligus menegaskan filosofi ROSO dalam merawat memori kuliner Indonesia dan membawanya ke dalam percakapan masa kini.

Timur, Mengangkat Kekayaan Kuliner Indonesia Timur

Perjalanan gastronomi tersebut berlanjut melalui makan malam kedua bertajuk Timur, hasil kolaborasi Chef Philip Walasary dengan Chef Glenn Erari.

Mengangkat kisah Maluku dan Papua, Timur mengajak tamu menyusuri kekayaan laut, sagu, teknik memasak dengan api, serta cita rasa rumahan. Pengalaman ini menjadi penghormatan terhadap kuliner Indonesia Timur yang erat dengan alam, tradisi, dan identitas masyarakatnya.

Melalui Timur, ROSO kembali membuka ruang bagi cerita dari Indonesia Timur. Setiap hidangan menghadirkan penghormatan terhadap leluhur, bahan pangan lokal, dan tradisi yang diwariskan dari generasi ke generasi. Sajian tersebut sekaligus menunjukkan cara ROSO menempatkan cita rasa daerah sebagai pusat pengalaman bersantap.

Tiga hidangan yang menggambarkan perjalanan tersebut adalah:

1. Sagu Bakar

Sebagai pembuka, Sagu Bakar menjadikan sagu sebagai titik temu Maluku dan Papua. Cangkang sagu yang renyah, ikan asap, kenari, dan colo-colo memperkenalkan aroma laut dan asap sebagai pembuka cerita Indonesia Timur di meja ROSO.

2. Papeda

Papeda menghadirkan sagu dalam tekstur lembut dan menghangatkan, dipadukan dengan ikan, kuah kuning, kemangi, serta citrus. Sajian ini memperlihatkan cara ROSO menghadirkan cita rasa rumahan yang sederhana, dekat dengan laut, dan sarat kebersamaan dalam pengalaman bersantap yang lebih terkurasi.

3. Bakar Batu

Terinspirasi dari tradisi Bakar Batu di Papua dan semangat berkumpul untuk menikmati hidangan bersama, menu ini menyajikan beef short rib dengan umbi-umbian, asap, dan rempah. Melalui komposisi kontemporer, ROSO menerjemahkan nilai kemurahan hati, kebersamaan, dan tradisi makan bersama sebagai penghormatan yang tetap berakar pada budaya asalnya.

Merayakan Indonesia melalui Gastronomi

General Manager Grand Hotel De Djokja, Andreas Kahl, menyampaikan antusiasmenya dalam menyambut para tamu Wonderful Indonesia Gastronomy 2026.

“Melalui Wonderful Indonesia Gastronomy 2026, Grand Hotel De Djokja memperkuat perannya sebagai rumah bagi perjumpaan budaya dan pengalaman yang bermakna. Dengan latar bangunan heritage berusia 115 tahun yang telah menjadi bagian dari perjalanan Yogyakarta, hotel ini menjadi tempat yang tepat untuk merayakan Indonesia melalui bahasa yang paling universal, yaitu rasa,” ujarnya.

Melalui ROSO Restaurant, kuliner Indonesia dihadirkan dengan kebanggaan baru. Kekayaan rempah, teknik memasak yang penuh ketelitian, serta cerita dari berbagai daerah dirangkai menjadi pengalaman bersantap yang membawa kekayaan gastronomi Indonesia ke panggung dunia tanpa meninggalkan akar budaya dan jiwa asalnya. (Advertorial)

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Ujang Hasanudin
Ujang Hasanudin Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online