Kustomfest 2026 Suntik Semangat Industri Kustom Lewat High Octane

Media Digital
Media Digital Minggu, 11 Oktober 2026 18:22 WIB
Kustomfest 2026 Suntik Semangat Industri Kustom Lewat High Octane

Pengunjung mengamati salah satu motor yang dipamerkan dalam Kustomfest 2026 di Jogja Expo Center (JEC), Yogyakarta. Tahun ini, Kustomfest berupaya menghidupkan kembali geliat industri otomotif kustom di tengah lesunya aktivitas sejumlah bengkel. (Harian Jogja -Kiki Luqman)

JOGJA—Kustomfest 2026 berupaya menghidupkan kembali geliat industri otomotif kustom di tengah lesunya aktivitas sejumlah bengkel dan pemasok komponen. Memasuki penyelenggaraan ke-15, festival yang digelar di Jogja Expo Center (JEC), Yogyakarta, pada 10–11 Oktober 2026 ini mengusung tema High Octane sebagai dorongan bagi pelaku industri untuk kembali berkarya dan mengembangkan usaha.

Direktur Kustomfest, Lulut Wahyudi, mengatakan tema tersebut dipilih sebagai respons terhadap tantangan yang dihadapi industri kustom. Dia melihat sejumlah bengkel mulai sepi, sedangkan pedagang pemasok komponen atau supplier part turut mengeluhkan penurunan aktivitas usaha.

Kondisi tersebut mendorong penyelenggara Kustomfest menghadirkan festival yang tidak hanya menjadi ajang pameran karya, tetapi juga memacu kembali kreativitas dan aktivitas ekonomi para pelaku industri.

“Kami di Kustomfest akhirnya berpikir bagaimana mesin custom ini kita hidupkan lagi dengan menginjeksi bahan bakar yang beroktan tinggi sehingga mesin ini bisa bekerja dengan performa maksimalnya. Maka Kustomfest mengambil tagline Kustomfest 2026, High Octane,” kata Lulut.

Melalui penyelenggaraan tahun ini, Lulut berharap para pelaku industri, komunitas, dan kreator dapat bertemu untuk membuka peluang kolaborasi. Dukungan media dari dalam maupun luar negeri juga dinilai penting untuk memperluas pengenalan karya dan aktivitas komunitas kustom kepada masyarakat.

“Kami mengapresiasi dukungan media dari Indonesia dan luar negeri yang membantu memperkenalkan karya serta aktivitas komunitas kustom kepada masyarakat luas,” ungkapnya.

Penasihat Kustomfest, KPH Purbodiningrat, menilai keberlangsungan festival selama 15 tahun menunjukkan peran penting Kustomfest dalam perkembangan ekosistem kreatif Indonesia. Menurut dia, festival tersebut bukan sekadar perhelatan otomotif, melainkan ruang pertemuan berbagai gagasan, karakter, manusia, dan mesin yang mencerminkan identitas Indonesia.

Dia memandang tema High Octane sebagai gambaran perjalanan panjang industri kustom yang diwarnai gesekan, tekanan, dan tantangan. Berbagai hambatan tersebut juga dapat menjadi pemicu munculnya ide baru, keberanian, kolaborasi, hingga karya dengan kualitas lebih tinggi.

Purbodiningrat, yang juga menjabat Ketua Umum Ikatan Motor Indonesia (IMI) DIY, mendorong pelaku industri untuk terus mengembangkan kreativitas sekaligus memperkuat karakter karya lokal agar mampu bersaing di tingkat internasional.

“15 tahun bukanlah akhir pencapaian, namun merupakan saat untuk menyalakan mesin yang lebih besar. Mari kita terus bergerak, terus berkarya, dan terus membawa karakter Indonesia ke panggung dunia,” ujar Purbodiningrat.

Memasuki hari kedua pada Minggu (11/10/2026), Kustomfest menghadirkan beragam agenda, mulai dari pameran motor dan mobil kustom, pertunjukan musik, hingga kegiatan komunitas. Acara dibuka pukul 10.00 WIB dengan sejumlah kegiatan yang berlangsung di area dalam dan luar ruangan JEC.

Agenda hari kedua antara lain Charity Ride for YK, Kustomfest Car & Bike Show, serta pengumuman penghargaan yang dibagi dalam tiga sesi. Pengunjung juga dapat menyaksikan motumenter Suited Moto dan penampilan sejumlah musisi, di antaranya Youthfall, Morfem, Rebellion Rose, dan NYK Guns.

Di area luar ruangan, pengunjung dapat menikmati Food Arena serta kegiatan Flattrack Race/Krosspit. Festival juga dijadwalkan ditutup dengan pengundian lucky draw bertema Journey to 34th Yokohama Hot Rod Custom Show 2026.

Purbodiningrat berharap Kustomfest terus menjadi ruang bagi karya anak bangsa untuk menemukan karakter dan identitasnya sekaligus memperoleh kesempatan tampil di panggung yang lebih luas. Penguatan kerja sama antarpelaku industri juga dinilai penting untuk menjaga keberlanjutan industri kustom Indonesia.

“Saya juga mengajak seluruh pelaku industri untuk menjaga semangat kolaborasi agar industri kustom Indonesia terus berkembang,” jelasnya.(Advertorial)

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Ujang Hasanudin
Ujang Hasanudin Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online