Generasi Muda Gunungkidul Diajak Tidak Apatis terhadap Politik

Media Digital
Media Digital Kamis, 08 Oktober 2026 18:32 WIB
Generasi Muda Gunungkidul Diajak Tidak Apatis terhadap Politik

Suasana kegiatan Pendidikan Politik Pemilih Pemula bertajuk “Generasi Muda Bersuara Demokrasi Terjaga” di SMK Negeri 1 Wonosari, Gunungkidul, Kamis (8/10/2026). (Harian Jogja/David Kurniawan)

GUNUNGKIDUL—Anggota DPRD DIY, Tri Purnomo, mengajak generasi muda, khususnya pemilih pemula, untuk tidak apatis terhadap politik. Ajakan tersebut disampaikan saat menjadi pembicara dalam Pendidikan Politik Pemilih Pemula bertajuk “Generasi Muda Bersuara Demokrasi Terjaga” di SMK Negeri 1 Wonosari, Kamis (8/10/2026).

“Tidak boleh skeptis atau apatis sehingga generasi muda harus paham dan memiliki wawasan yang luas tentang politik,” kata Tri, Kamis siang.

Dia menilai anggapan bahwa politik merupakan sesuatu yang kotor tidak tepat. Menurutnya, partisipasi politik melalui penyaluran hak suara menjadi salah satu cara masyarakat ikut menentukan masa depan bangsa.

“Semua erat kaitannya dengan politik, termasuk kebijakan yang disusun dan diberlakukan. Makanya, para generasi muda harus paham dan tahu tentang politik,” katanya.

Tri juga mengingatkan generasi muda agar tidak mudah diintervensi dalam menentukan pilihan politik. Untuk mendapatkan pemimpin yang baik, pemilih perlu mencermati rekam jejak calon serta mencari referensi dengan memanfaatkan kemudahan akses informasi sebelum menentukan pilihan.

“Yang tak kalah penting adalah tetap menjaga persatuan dan kesatuan, meski ada beda pandangan dalam berpolitik. Adanya perbedaan ini merupakan hal yang biasa,” kata Ketua Fraksi PKB DPRD DIY tersebut.

Anggota KPU DIY, M. Zaenuri Ikhsan, mengatakan pemilih pemula perlu menjadi pemilih yang cerdas. Menurutnya, pilihan politik masyarakat turut menentukan arah dan masa depan bangsa.

“Inilah kenapa Bangsa Indonesia memilih demokrasi ketimbang sistem lainnya. Makanya, generasi muda harus aktif karena memiliki ide dan gagasan yang baru,” katanya.

Dia menjelaskan demokrasi memiliki sejumlah keunggulan, antara lain mencegah terbentuknya pemerintahan autokratis yang bertindak sewenang-wenang. Demokrasi juga memberikan perlindungan terhadap hak pilih serta menjamin kebebasan berpendapat bagi setiap warga negara.

“Demokrasi lebih unggul ketimbang sistem pemerintahan lainnya,” kata Ikhsan.

Kepala Bidang Politik Dalam Negeri Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) DIY, Aris Pramono, mengatakan pendidikan politik tersebut terlaksana melalui kerja sama dengan DPRD DIY dan KPU DIY. Kegiatan sosialisasi digelar di seluruh wilayah DIY dengan menyasar berbagai kelompok masyarakat.

“Kegiatan dilaksanakan di seluruh DIY. Untuk sasaran sosialisasi mulai dari kelompok disabilitas, perempuan hingga pemilih pemula seperti yang terselenggara di Gunungkidul,” ujarnya.

Menurut Aris, generasi muda sebagai calon pemimpin masa depan perlu memahami politik. Pemilih tidak hanya menjadi objek dalam proses demokrasi, tetapi juga subjek yang berperan menentukan arah dan masa depan bangsa.

“Generasi muda harus bisa menjadi pemilih aktif dan rasional, bukan apatis atau sekadar ikut-ikutan semata,” katanya. (Advertorial)

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Ujang Hasanudin
Ujang Hasanudin Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online