Dominasi Final! Bank Jateng Raih Juara Divisi 3 Liga Jasa Keuangan 2026
Tim basket Bank Jateng menorehkan prestasi membanggakan dengan meraih gelar juara Divisi 3 Liga Jasa Keuangan (LJK) 2026
Direktur Utama PT Bank BPD DIY, Santoso Rohmad./ Ist
KULONPROGO—Bank BPD DIY terus memperkuat sinergi dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kulon Progo untuk mendukung pembangunan daerah. Kerja sama tersebut mencakup optimalisasi pengelolaan keuangan, digitalisasi transaksi pemerintahan, pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), hingga penyaluran kredit.
Sebagai bank pengelola Rekening Kas Umum Daerah (RKUD), BPD DIY berperan menampung penerimaan dan membayar pengeluaran daerah. Peran tersebut sekaligus mendukung efisiensi, transparansi, dan kelancaran operasional pemerintahan.
Direktur Utama PT Bank BPD DIY, Santoso Rohmad, menjelaskan sinergi tersebut juga mencakup perluasan layanan digital, edukasi dan literasi keuangan, pengembangan jasa perbankan untuk pelayanan publik, serta pelaksanaan program tanggung jawab sosial perusahaan atau corporate social responsibility (CSR).
Dukungan terhadap perekonomian daerah diwujudkan melalui penyaluran kredit produktif dan konsumtif kepada pelaku usaha, aparatur sipil negara (ASN), serta pekerja swasta. Hingga September 2026, penyaluran kredit BPD DIY di wilayah Kulon Progo tercatat lebih dari Rp1,1 triliun.
Selain pembiayaan, BPD DIY mendukung UMKM melalui edukasi pengelolaan keuangan, kurasi produk, fasilitasi keikutsertaan dalam pameran, serta perluasan pemasaran.
Bupati Kulon Progo, Dr. R. Agung Setyawan, S.T., M.Sc., M.M (ketiga kanan) hadir dalam High Level Marketing
dan Capacity Building TP2DD.
BPD DIY juga mendorong penggunaan pembayaran digital melalui Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) dengan mengakuisisi pelaku usaha sebagai merchant QUAT BPD DIY. Akses pembiayaan modal usaha, termasuk melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR), juga disediakan sesuai ketentuan yang berlaku.
“Sinergi dengan pemerintah daerah menjadi bagian penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi dan memperluas akses layanan keuangan masyarakat, termasuk hingga wilayah pelosok dan perbatasan Kulon Progo,” kata Santoso melalui keterangan tertulis, Rabu (14/10).
Manfaat kerja sama juga terlihat dalam digitalisasi pembayaran pajak dan retribusi daerah serta layanan pembayaran fasilitas kesehatan melalui kantor bank maupun kanal digital, seperti QRIS dan virtual account (VA).
Hingga September 2026, tercatat 28.237 transaksi QRIS. Sementara itu, realisasi transaksi menggunakan Kartu Kredit Indonesia (KKI) di Kulon Progo mencapai Rp1,14 miliar melalui 1.612 transaksi.
Di bidang sosial, BPD DIY menyalurkan dana CSR senilai Rp1,2 miliar di Kulon Progo pada 2026. Dana tersebut dimanfaatkan untuk program bedah rumah tidak layak huni, pembangunan infrastruktur, beasiswa pendidikan, serta penyediaan sarana pendukung program sosial.
Ke depan, BPD DIY bersama Pemkab Kulon Progo akan mengakselerasi digitalisasi penerimaan retribusi, khususnya di objek wisata, pasar, dan lokasi parkir.
Langkah ini diharapkan dapat mengoptimalkan pendapatan asli daerah (PAD) sehingga kapasitas pembiayaan pembangunan semakin kuat. Bagi BPD DIY, kemudahan transaksi dan perluasan layanan juga menjadi upaya untuk memperkuat kepercayaan masyarakat sekaligus mendukung pertumbuhan bisnis perbankan daerah. (ADV)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Tim basket Bank Jateng menorehkan prestasi membanggakan dengan meraih gelar juara Divisi 3 Liga Jasa Keuangan (LJK) 2026
GSI Youth Fest 2026 digelar gratis di GOR Indoor Manahan, Solo, 8 November. Ada Ndarboy Genk, Raffi Ahmad, job fair, dan penghargaan 35 Local Hero.
PT BPR Bank Kulon Progo menyalurkan kredit sekitar Rp420 miliar untuk mendukung UMKM dan ekonomi daerah melalui program SUPER KeRISKu, Kredit Merapi, serta laya
UGM mengklarifikasi viralnya tarif Rp129.500 di Wisdom Park. Kegiatan pembelajaran dan olahraga outdoor tetap gratis dengan ketentuan tertentu.
BSI meraih posisi lima besar Grand Champion Danantara CX100 Award 2026 dan peringkat keempat kategori Financial berkat komitmen meningkatkan kualitas layanan ba
Anggaran Transfer ke Daerah turun dari Rp848,52 triliun pada 2025 menjadi Rp727,2 triliun pada 2026. Ekonom menyoroti risiko resentralisasi.