Romantisme Danurejan Jadi Ajang Promosi UMKM, Bidik Kerja Sama dengan Hotel dan Kafe

Media Digital
Media Digital Minggu, 18 Oktober 2026 05:02 WIB
Romantisme Danurejan Jadi Ajang Promosi UMKM, Bidik Kerja Sama dengan Hotel dan Kafe

Wakil Wali Kota Jogja, Wawan Harmawan, sedang mengunjungi stand warga di Jalan Tegalpanggung, Tegalpanggung, Danurejan, Kota Jogja, Sabtu (17/10/2026) sore./ Harian Jogja - Andreas Yuda Pramono

JOGJA—Danurejan Expo bertajuk Romantisme Danurejan digelar di Jalan Tegalpanggung, Kemantren Danurejan, Kota Jogja, Sabtu (17/10/2026). Kegiatan ini menjadi ajang promosi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sekaligus kesenian lokal.

Pemerintah Kota Jogja mendorong produk UMKM setempat menembus pasar hotel, restoran, dan kafe (horeka) melalui kerja sama dengan pelaku usaha berskala lebih besar.

Wakil Wali Kota Jogja, Wawan Harmawan, mengatakan pemerintah terus berupaya mempertemukan pelaku UMKM dengan perusahaan yang memiliki kapasitas usaha lebih besar. Langkah ini diharapkan menciptakan sinergi dalam pemasaran produk sekaligus memperluas jangkauan pasar UMKM.

Menurutnya, kerja sama tersebut juga menjadi wujud implementasi gerakan gandeng gendong. Pelaku usaha yang lebih besar diharapkan membantu UMKM memasarkan produknya kepada perusahaan maupun jaringan usaha yang lebih luas.

Wawan berharap Romantisme Danurejan menjadi langkah awal untuk membangun kemitraan usaha yang konkret.

“Bagaimana kita sinergi kolaborasikan UMKM yang ada bisa dipasarkan, membantu pemasarannya ke perusahaan-perusahaan yang sudah cukup besar sehingga terjalin satu kerja sama yang baik,” kata Wawan saat mengunjungi Danurejan Expo, Sabtu.

Dia juga berharap kegiatan tersebut dapat menjadi percontohan bagi kemantren lain di Kota Jogja dalam mengembangkan UMKM. Penguatan usaha kecil perlu menjadi perhatian bersama mengingat peran UMKM yang penting dalam perekonomian daerah.

Sementara itu, Mantri Pamong Praja Danurejan, Bambang Endro Wibowo, mengatakan Romantisme Danurejan menghadirkan beragam potensi wilayah, mulai dari produk UMKM hingga pertunjukan kesenian dan tari. Berbagai potensi tersebut ditampilkan dalam satu kegiatan untuk memperkenalkan kekayaan lokal kepada masyarakat sekaligus membuka peluang usaha.

Bambang menjelaskan, tingkat kesiapan pelaku UMKM di Danurejan beragam. Sebagian telah menjalani proses profiling atau pendataan usaha, sedangkan sebagian lainnya masih membutuhkan pengembangan.

Melalui pemetaan tersebut, pemerintah kemantren berharap pelaku UMKM yang telah memiliki profil usaha dapat lebih mudah terhubung dengan sektor horeka sebagai mitra pemasaran produk.

“Kita membukakan lahan, istilahnya menyalurkan dengan para pelaku usaha yang sudah ada, seperti hotel, restoran, dan kafe. Mereka diharapkan mengambil barang-barang dari UMKM kita yang sudah profiling,” kata Bambang.

Di sisi lain, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Jogja, Budi Santosa Asrori, mengatakan kegiatan di tingkat kemantren tersebut merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-270 Kota Jogja.

Dia berharap kegiatan semacam ini dapat mendorong pelaku UMKM semakin produktif dalam menjalankan usaha. Peningkatan aktivitas perdagangan tersebut diharapkan turut mendukung pertumbuhan ekonomi Kota Jogja.

“Ini sekaligus meningkatkan UMKM untuk lebih produktif lagi dalam berusaha dan berdagang sehingga meningkatkan ekonomi Kota Jogja,” kata Budi.

Melalui Romantisme Danurejan, Pemkot Jogja berharap potensi ekonomi dan kesenian lokal tidak hanya menjadi daya tarik dalam kegiatan seremonial, tetapi juga membuka peluang pengembangan usaha yang berkelanjutan bagi masyarakat setempat.(Advertorial)

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Ujang Hasanudin
Ujang Hasanudin Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online