UKDW Jadi Tuan Rumah Festival Inovasi Jogja 2026, Dorong Inovasi Berdampak

Media Digital
Media Digital Senin, 19 Oktober 2026 10:10 WIB
UKDW Jadi Tuan Rumah Festival Inovasi Jogja 2026, Dorong Inovasi Berdampak

Istimewa

Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW) menjadi tuan rumah Festival Inovasi Jogja (FIJ) 2026 yang berlangsung di Atrium Didaktos UKDW, 13–15 Oktober 2026. Mengusung tema “Mewujudkan Inovasi Jogja yang Otentik Konkret”, festival ini menampilkan 30 karya inovasi terkurasi dari 136 produk yang diajukan organisasi perangkat daerah (OPD) Pemerintah Kota Yogyakarta.

FIJ 2026 menghadirkan pameran inovasi, seminar, diskusi, dan layanan publik. Kegiatan ini menjadi ruang kolaborasi pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha, komunitas, dan media untuk mengembangkan inovasi yang menjawab kebutuhan masyarakat.

Rektor UKDW, Dr.-Ing. Wiyatiningsih, S.T., M.T., mengatakan keterlibatan UKDW sebagai mitra Pemerintah Kota Yogyakarta merupakan kesempatan untuk memperkuat kerja sama lintas sektor dan mendorong penerapan hasil inovasi.

“Sudah saatnya kita bergandengan tangan, berkomunikasi, dan berkolaborasi untuk melihat apa yang bisa dilakukan bersama. Kita perlu meningkatkan inovasi di Yogyakarta dan menghidupkan kolaborasi lintas sektor agar menghasilkan dampak bagi masyarakat,” ujarnya.

Menurut Wiyatiningsih, inovasi tidak boleh berhenti pada pameran atau publikasi, tetapi perlu dikembangkan dan diterapkan agar memberikan manfaat nyata, termasuk dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kota Yogyakarta, Drs. Kadri Renggono, M.Si., yang hadir mewakili pemerintah kota, menegaskan pentingnya kolaborasi dengan perguruan tinggi untuk mengatasi keterbatasan sumber daya sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan masyarakat.

“Pemerintah juga memiliki keterbatasan. Namun, melalui kolaborasi dengan berbagai pihak, tentu akan ada manfaat yang bisa dirasakan bersama,” katanya.

Kadri menambahkan, kerja sama lintas sektor juga berpeluang mengembangkan potensi daerah, termasuk ekonomi kreatif, sekaligus mendukung pembangunan yang berkelanjutan.

Inovasi Harus Menjawab Persoalan Masyarakat

Semangat kolaborasi tersebut dibahas lebih lanjut dalam Seminar Inovasi Daerah di Lecture Hall Pdt. Dr. Rudy Budiman, UKDW. Seminar menghadirkan Kadri Renggono, Wiyatiningsih, dan CEO PT Gamatechno Indonesia Eddy Nurmanto sebagai pembicara.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Yogyakarta, Agus Tri Haryono, S.T., M.T., dalam laporannya menegaskan bahwa keberhasilan inovasi tidak cukup diukur dari jumlah gagasan atau program. Inovasi perlu diuji, dikembangkan, dan direplikasi agar mampu menyelesaikan persoalan nyata serta memberikan manfaat bagi masyarakat.

Ia juga menekankan pentingnya keberlanjutan inovasi dan penguatan literasi riset sejak dini, antara lain melalui Apresiasi Inovasi Pelajar (AIP), yang mendorong pelajar mengembangkan rasa ingin tahu dan kemampuan memecahkan masalah.

Sementara itu, Kadri memaparkan arah kebijakan inovasi Kota Yogyakarta yang berorientasi pada penyelesaian masalah, berbasis bukti, kolaboratif, dan berkelanjutan. Inovasi perlu didukung data, evaluasi dampak, serta tata kelola dan sumber daya yang memadai agar dapat diterapkan secara berkelanjutan.

Dari perspektif teknologi, Eddy Nurmanto menyoroti pentingnya ekosistem inovasi yang menghubungkan kebijakan, penelitian, dunia usaha, investor, dan kebutuhan masyarakat. Keterhubungan antarpihak diperlukan agar inovasi menghasilkan solusi yang lebih luas.

UKDW Perkuat Peran Kampus dalam Ekosistem Inovasi

Dalam seminar tersebut, Wiyatiningsih menegaskan bahwa perguruan tinggi berperan menghubungkan penelitian dan pengetahuan dengan kebutuhan masyarakat. Melalui tridarma perguruan tinggi, UKDW mendorong integrasi pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat untuk menghasilkan inovasi yang aplikatif.

Menurutnya, penelitian tidak cukup hanya menghasilkan publikasi ilmiah, tetapi juga perlu membuka peluang penerapan yang memberikan manfaat nyata. Pendekatan multidisiplin dan keterlibatan masyarakat menjadi bagian penting dalam mengembangkan solusi yang relevan dan berkelanjutan.

Ia juga menekankan perlunya dukungan kelembagaan dan kemitraan dengan berbagai pihak agar inovasi tidak bergantung pada individu, melainkan dapat terus dikembangkan dan diterapkan.

Penyelenggaraan FIJ 2026 beriringan dengan peringatan HUT ke-270 Kota Yogyakarta dan Dies Natalis ke-64 Duta Wacana. Melalui kegiatan ini, UKDW bersama Pemerintah Kota Yogyakarta mendorong penguatan ekosistem inovasi yang bertumpu pada riset, kolaborasi, dan penerapan solusi bagi masyarakat.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online