Usung Tema Global Talent, SV UGM Pamerkan Lompatan Kinerja Lima Tahun Terakhir

Media Digital
Media Digital Selasa, 27 Oktober 2026 15:02 WIB
Usung Tema Global Talent, SV UGM Pamerkan Lompatan Kinerja Lima Tahun Terakhir

Puncak Dies Natalis ke-17 Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada mengusung tema "Building Applied Bachelor's, Master's, and Doctoral Pathways for Global Talent" digelar pada Selasa (27/10/2026) di Gedung TILC Sekolah Vokasi UGM./Harian Jogja -- Catur Dwi Janati

 SLEMAN—Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada (SV UGM) memperkuat langkah menuju standar internasional pada puncak perayaan Dies Natalis ke-17 yang digelar di Gedung TILC SV UGM, Selasa (27/10/2026). Mengusung tema Building Applied Bachelor's, Master's, and Doctoral Pathways for Global Talent, SV UGM memaparkan peningkatan signifikan pada aspek akademik, aset, penelitian, hingga daya serap lulusan dalam kurun lima tahun terakhir.

Dalam Rapat Terbuka Senat Puncak Dies Natalis, Dekan SV UGM, Wiryanta, menyampaikan berbagai capaian yang diraih selama periode 2021–2026 serta target kinerja terbaru. Capaian tersebut meliputi bidang akademik, keuangan, aset dan sumber daya manusia (SDM), penelitian dan pengabdian kepada masyarakat (PkM), serta kerja sama.

Saat ini, SV UGM memiliki 8.003 mahasiswa sarjana terapan, 181 mahasiswa magister terapan, 274 dosen tetap, dan 212 tenaga kependidikan yang tersebar di delapan departemen dan 24 program studi (prodi).

"Kalau dihitung dengan baseline tahun 2021, maka kita tumbuh 91% mahasiswanya. Kemudian dosen tetapnya tumbuh 7%. Rasio dosennya yang dulu era awal itu 1 banding 16 sekarang menjadi 1 banding 30," kata Wiryanta.

Sebagai modal untuk terus berkembang, SV UGM juga meningkatkan jumlah dosen tetap bergelar doktor. Dibandingkan dengan kondisi pada 2023, jumlah dosen tetap bergelar doktor meningkat hingga 121%.

Selain itu, aset SV UGM tumbuh 31% dengan total nilai mencapai Rp124,9 miliar. Sementara itu, penerimaan SV UGM juga meningkat 64% dalam lima tahun terakhir.

Di bidang akademik, dari 24 prodi yang dimiliki, sebanyak 10 prodi telah meraih akreditasi unggul dan satu prodi memperoleh akreditasi internasional.

"Ke depan itu kita sudah running dua magister terapan yang ada di Sekolah Vokasi dan sudah disetujui tambahan empat magister terapan yang akan berjalan," terangnya.

Wiryanta menegaskan SV UGM akan terus mendukung transformasi menuju akreditasi internasional sebagai bagian dari upaya mewujudkan World Class University (WCU).

"Berikutnya kita akan selalu mendukung transformasi menuju akreditasi internasional dan WCU. Minimal di masing-masing departemen ada satu akreditasi internasional dalam lima tahun mendatang," imbuhnya.

Minat pelajar untuk melanjutkan pendidikan di SV UGM juga terus meningkat. Dibandingkan dengan 2021, jumlah peminat meningkat hampir 100% dengan rasio persaingan mencapai 1:19.

Dari jumlah mahasiswa tersebut, sebanyak 74,8% memperoleh subsidi uang kuliah tunggal (UKT) sebesar 25% hingga 100%.

"Ini memang benar-benar mendukung UGM kerakyatan," tandasnya.

Dari sisi lulusan, Wiryanta mengungkapkan sebanyak 50,01% mahasiswa SV UGM telah memperoleh pekerjaan sebelum menyelesaikan studi. Capaian tersebut tidak terlepas dari struktur kurikulum yang mewajibkan mahasiswa mengikuti program magang selama dua semester, yakni pada semester enam dan tujuh atau semester tujuh dan delapan.

"Sehingga ini menyebabkan interaksi kita dengan mitra industri dan mitra pemerintah sudah sangat dekat, sudah sangat intensif," jelas Wiryanta.

Di bidang keuangan dan aset, SV UGM mengusung semangat harmoni, progresif, solutif, kolaboratif, dan sejahtera. Tren penerimaan terus mengalami peningkatan sejak 2021 dengan pertumbuhan mencapai 64% dalam lima tahun.

"Dari sisi aset bertambah sekitar 31%, artinya kita tumbuh dan kebanyakan kita menerima hibah dalam bentuk barang dari mitra-mitra industri yang berhubungan dengan Sekolah Vokasi," terangnya.

Sementara itu, di bidang penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, SV UGM mengusung semangat inovatif dan solutif. Selama lima tahun terakhir, SV UGM telah melaksanakan 1.285 penelitian dengan total dana yang dikelola mencapai Rp47,78 miliar.

Adapun kegiatan pengabdian kepada masyarakat mencapai 578 kegiatan. Dari sisi publikasi internasional, SV UGM juga berhasil memenuhi Target Capaian Kinerja (TCK).

Jumlah hak kekayaan intelektual (HKI) dan paten yang dimiliki SV UGM terus bertambah hingga mencapai 271. Selain itu, SV UGM telah memiliki delapan teaching factory dengan 15 produk unggulan.

"Yang menjadi PR ke depan adalah proses inisiasi dan komersialisasinya. Kita sudah mempunyai delapan teaching factory dengan 15 produk unggulan," ujarnya.

Dalam bidang kerja sama, alumni, hubungan masyarakat, dan teknologi informasi dan komunikasi (TIK), SV UGM tercatat memiliki 385 dokumen kerja sama aktif dan 2.003 mobilitas internasional.

"Kalau kita evaluasi kontribusi mitra terhadap ruangan dan alat, itu mencapai Rp48,8 miliar," tuturnya.

Kemitraan tersebut dijalankan melalui kerja sama yang saling menguntungkan dengan berbagai pihak. Saat ini, terdapat 65 perusahaan yang aktif menjalin komunikasi dan kerja sama dengan SV UGM.

Sementara itu, tingkat partisipasi dalam tracer study selama lima tahun terakhir berada di atas 87%. Angka tersebut menunjukkan komunikasi, kolaborasi, dan hubungan antara SV UGM dengan alumni serta mitra industri terus terjaga.

SV UGM juga meraih penghargaan sebagai Kampus Vokasi Mandiri dalam ajang Jogja Brand Business Awards (JBBA) 2026.

Meski telah mencatatkan berbagai capaian, SV UGM terus mematangkan rencana pengembangan untuk periode 2026–2031. Rancangan tersebut disusun dengan prinsip melanjutkan dan mengembangkan program yang telah berjalan baik sekaligus memperbaiki aspek yang masih memerlukan peningkatan.

"Yang pertama, pada tahun pertama kami akan mematangkan mutu dan kesiapan menuju standar internasional serta mengonsolidasikan bidang-bidang unggulan. Kemudian pada 2028, kami akan mengimplementasikan standar nasional dan memperluas kolaborasi tridarma yang lebih berdampak, baik bagi masyarakat nasional maupun global," tegasnya.

Pada 2029, SV UGM menargetkan pengakuan internasional sekaligus menjadi rujukan pendidikan tinggi terapan nasional. Selanjutnya, pada 2030, SV UGM bertekad menjadi penyelenggara pendidikan tinggi terapan terkemuka di tingkat nasional yang mampu bersaing secara internasional.

Adapun pada 2031, Wiryanta berharap SV UGM mampu menjadi institusi pendidikan tinggi terapan yang menjadi rujukan di tingkat regional.

Apresiasi Rektor UGM

Rektor UGM, Prof. Ova Emilia, mengapresiasi berbagai upaya SV UGM dalam mewujudkan pendidikan tinggi vokasi yang berkualitas.

"Saya mengucapkan selamat Dies Natalis yang ke-17. Semoga senantiasa menjadi lembaga pendidikan yang unggul, kompeten, dan berkarakter dalam menghasilkan SDM berkualitas di masa depan," ungkapnya.

Menurut Ova, penguatan mutu pendidikan SV UGM terlihat dari peningkatan jumlah prodi terakreditasi unggul. Jika sebelumnya hanya terdapat satu prodi unggul, pada 2026 jumlahnya meningkat menjadi 10 prodi.

Selain itu, prestasi mahasiswa di tingkat nasional maupun internasional serta tingginya daya serap lulusan menjadi indikator keberhasilan pengembangan pendidikan vokasi.

"Kemudian juga prestasi mahasiswa, baik di tingkat nasional maupun internasional, dan daya saing yang baik sehingga lebih dari 90% lulusannya sudah bekerja. Ini sangat membanggakan. Bahkan perlu digarisbawahi, belum lulus saja 50% sudah bekerja," tuturnya.

Ova menilai berbagai capaian di bidang penelitian yang ditorehkan SV UGM turut memperkuat ekosistem penelitian dan inovasi di lingkungan UGM.

"Tentunya capaian-capaian tersebut merupakan buah dari hasil kerja kolektif semua pihak. Melalui kesempatan ini, saya secara khusus menyampaikan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya," tandasnya.

Dia meyakini seluruh inovasi dan prestasi yang dihasilkan SV UGM dapat menjadi inspirasi bagi pengembangan ilmu pengetahuan pada masa mendatang.

"Melalui semangat Dies Natalis tahun ini, Sekolah Vokasi akan semakin mantap langkah-langkahnya dan menggiatkan strategi untuk membuka peluang bagi dosen ataupun mahasiswa di kancah internasional," ujarnya.

Sementara itu, Ketua Majelis Wali Amanat (MWA) UGM, Prof. Tumiran, menyampaikan orasi ilmiah berjudul Peran dan Tantangan Sekolah Vokasi dalam Mengembangkan Talenta Produktif bagi Kemajuan Bangsa.

Tumiran mengatakan usia 17 tahun menjadi momentum bagi SV UGM untuk merefleksikan perjalanan yang telah ditempuh sekaligus memperjelas arah pengembangan pada masa mendatang.

Menurutnya, persoalan masyarakat saat ini semakin kompleks, perkembangan teknologi berlangsung semakin cepat, dan kebutuhan dunia kerja terus mengalami perubahan.

"Semua itu menuntut pendidikan vokasi untuk terus memperbarui kemampuan dan memperluas kontribusinya," ujarnya.

Dia berharap SV UGM terus berkembang sebagai institusi pendidikan yang mampu menghasilkan talenta produktif dan memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan bangsa.

"Semoga Sekolah Vokasi semakin maju, semakin kuat dalam mengembangkan pendidikan dan ilmu terapan, serta semakin besar kontribusinya bagi kesejahteraan masyarakat dan kemajuan bangsa," imbuh Tumiran. (Advertorial)

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Ujang Hasanudin
Ujang Hasanudin Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online