Advertisement
Tim Pengabdian Masyarakat Universitas Islam Indonesia Inisiasi Program Bank Sampah di Dusun Mendiro, Sleman
Koordinasi pelaksanaan pengabdian, oleh ketua Pengabdian Dr. Edy Widodo, M.Si., dengan ketua KSM Prapto Suharyono, ST., M.Si. dan perwakilan masyarakat - Istimewa
Advertisement
Tim Pengabdian kepada Masyarakat dari Universitas Islam Indonesia (UII) telah memulai langkah nyata dalam mewujudkan program pemberdayaan berbasis masyarakat di Dusun Mendiro, Kalurahan Sukoharjo, Kapanewon Ngaglik, Kabupaten Sleman. Program yang bertajuk “Pemberdayaan Masyarakat Melalui Pendirian Bank Sampah Berbasis Ekonomi Sirkuler” ini difokuskan pada pengelolaan sampah plastik sebagai solusi atas permasalahan sampah rumah tangga yang belum tertangani secara optimal di wilayah tersebut.
BACA JUGA: Kabel Kereta Cepat Jakarta-Bandung Dicuri
Advertisement
Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari hasil analisis situasi yang menunjukkan bahwa meskipun Dusun Mendiro dikenal memiliki kesadaran lingkungan yang tinggi—terbukti dengan keberhasilan program IPAL komunal—namun pengelolaan sampah plastik, seperti botol minuman, kantong kresek, dan kemasan sekali pakai, masih dilakukan secara sporadis dan belum terstruktur. Akibatnya, potensi ekonomi dari limbah plastik yang sebenarnya dapat diolah kembali belum dimanfaatkan secara maksimal.
Pada tahap awal, tim pengusul yang dipimpin oleh Dr. Edy Widodo, S.Si., M.Si., bersama anggota tim telah melakukan serangkaian kunjungan lapangan ke Dusun Mendiro. Kunjungan ini difokuskan pada kegiatan inisiasi dan sosialisasi program kepada Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) Ngudi Mulyo selaku mitra utama dalam kegiatan ini.
Dalam pertemuan yang berlangsung hangat dan partisipatif, tim pengusul bersama ketua KSM Ngudi Mulyo, Prapto Suharyono, ST., M.Si., melakukan diskusi mendalam untuk menyamakan persepsi mengenai tujuan, manfaat, dan mekanisme pelaksanaan Bank Sampah berbasis plastik. Diskusi ini juga diarahkan untuk mengidentifikasi jenis plastik yang paling banyak dihasilkan warga, peluang pemasaran hasil olahan plastik, serta hambatan yang mungkin dihadapi dalam proses pengumpulan dan daur ulang.
“Kami sangat mengapresiasi inisiatif dari tim UII ini. Selama ini kami di KSM Ngudi Mulyo sudah lama ingin mengoptimalkan pengelolaan sampah plastik, tetapi terkendala oleh kurangnya pengetahuan tentang teknik pengolahan dan manajemen usaha daur ulang. Program ini hadir di waktu yang tepat,” ujar Prapto Suharyono, Ketua KSM Ngudi Mulyo.
Program ini tidak hanya bertujuan untuk menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan sehat dengan mengurangi pencemaran plastik, tetapi juga untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat melalui pemanfaatan plastik bekas sebagai bahan baku bernilai jual. Fokus pada pengelolaan plastik ini sejalan dengan tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 11 (Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan) dan SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab), serta mendukung Indikator Kinerja Utama (IKU) perguruan tinggi dalam hal pemanfaatan hasil kerja dosen oleh masyarakat.
Kunjungan inisiasi ini menandai dimulainya fase pendampingan yang akan berlangsung selama beberapa bulan ke depan. Tim UII berkomitmen untuk terus mendampingi KSM Ngudi Mulyo dalam membangun sistem pengelolaan bank sampah berbasis plastik yang mandiri, profesional, dan berkelanjutan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- WISATA RAMADAN: Jejak Dakwah di Kampung Maksiat Samarinda
- Siap-Siap Long Weekend! Libur Awal Ramadan Jatuh pada 18-20 Februari
- Panduan Wisata Jogja 2026: Dari Glamping hingga Hidden Gems
- Malaysia Perkenalkan Panda Raksasa Baru Chen Xing dan Xiao Yue
- Tren Wisata Solo Bergeser ke Destinasi Publik dan Hits Baru
Advertisement
Tol Baru dan Mudik Gratis Gerus Penumpang Terminal Wates Kulonprogo
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement








