Advertisement
Didukung Bank Jateng, Penyaluran KUR di Jawa Tengah Capai Rp30 Triliun
Wakil Gubernur Jateng Taj Yasin Maimoen (tengah) didampingi Direktur Bisnis Dana, Jasa, dan UMKM Bank Jateng Anna Kusumarita (kelima dari kiri) menyerahkan secara simbolis Kredit Alsintan kepada pelaku usaha dalam FGD Sosialisasi dan Optimalisasi Penyaluran Kredit Alsintan dan KIPK di Semarang, Selasa (9/9 - 2025). / ist
Advertisement
SEMARANG–Di tengah ketatnya persaingan dan tantangan ekonomi, pelaku UMKM di Jawa Tengah membuktikan ketangguhan mereka. Provinsi ini tercatat sebagai daerah dengan penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) terbesar secara nasional, mencapai Rp30,48 triliun hingga akhir Agustus 2025. Jumlah ini setara dengan 16,9% dari total nasional.
Capaian ini menjadi bukti nyata bagaimana UMKM di Jateng tidak hanya tumbuh, tetapi juga aktif memanfaatkan fasilitas pembiayaan demi memperkuat usahanya.
Advertisement
“Ini menunjukkan bahwa pelaku UMKM kita tidak hanya butuh modal, tapi juga tahu bagaimana mengelola dan memanfaatkannya secara produktif,” ungkap Ferry Irawan dari Kemenko Perekonomian dalam FGD di Semarang, Selasa (9/9/2025).
Peran Bank Jateng sebagai penyalur utama KUR di daerah juga mendapat apresiasi karena turut mengarahkan kredit pada sektor pertanian dan industri padat karya. Dua sektor ini terbukti mampu menciptakan lapangan kerja dan ketahanan ekonomi lokal.
Wakil Gubernur Jateng, Taj Yasin, menyebut sinergi pemerintah, perbankan, dan UMKM adalah kunci keberhasilan ini. “UMKM bukan hanya tulang punggung ekonomi, tapi juga motor penggerak pembangunan di desa dan kota,” ujarnya.
BACA JUGA: Pemkot Jogja Tingkatkan Kesehatan Masyarakat melalui Perbaikan RTLH
Di sisi lain, Bank Jateng sebagai bank milik Pemerintah Daerah Jawa Tengah menegaskan komitmennya untuk mendukung sektor produktif melalui dua program utama: Kredit Usaha Alsintan (Alat dan Mesin Pertanian) dan Kredit Industri Padat Karya (KIPK).
Direktur Bisnis Dana, Jasa, dan UMKM Bank Jateng, Anna Kusumarita, menyampaikan bahwa pada tahun anggaran 2025, Bank Jateng memperoleh alokasi plafon awal Kredit Alsintan sebesar Rp1,875 miliar. Karena tingginya minat, Bank Jateng mengajukan tambahan Rp1,2 miliar sehingga total plafon menjadi Rp3,075 miliar. Hingga Juli 2025, penyaluran Alsintan sudah tersalur kepada lima debitur di Purworejo, Kebumen, dan Boyolali dengan total Rp3,031 miliar.
“Kuota Kredit Alsintan Bank Jateng saat ini masih menyisakan Rp1,049 miliar dengan calon debitur potensial di Purworejo dan Kebumen. Ini menunjukkan tingginya animo pelaku usaha memanfaatkan program ini,” jelas Anna.
Selain itu, Bank Jateng juga memperoleh kuota penyaluran KIPK sebesar Rp15 miliar pada 2025. Sejumlah langkah strategis telah dilakukan, seperti penandatanganan kerja sama pembiayaan dengan Ditjen KPAII Kementerian Perindustrian serta pemetaan potensi debitur di Surakarta, Pati, dan Purwokerto.
“Kami menyambut baik penyaluran kredit di sektor padat karya. Harapannya, program KIPK ini bisa menjadi kolaborasi antara kementerian, pemerintah daerah, asosiasi, hingga pelaku usaha. Skema ini juga diharapkan mampu mengakomodir debitur KUR yang sudah naik kelas,” tambah Anna.
Dalam acara tersebut juga Bank Jateng melakukan penyerahan Kredit secara simbolis kepada debitur Bank Jateng a.n. Totok Rusdiyanto sebesar Rp.505 juta, dengan total yang telah disalurkan kepada pelaku usaha pertanian sebesar Rp.3,03 Miliar, sebagai komitmen Bank Jateng dalam mendukung perkembangan pertanian dan program pemerintah dalam swasembada pangan. Adapun Bank Jateng merupakan satu-satunya perbankan di Jawa Tengah yang telah menyalurkan Program Kredit Alsintan.
Dengan capaian penyaluran KUR terbesar di Indonesia dan penguatan lewat program Kredit Alsintan serta KIPK, Jawa Tengah diharapkan terus menjadi motor pertumbuhan ekonomi, mendukung ketahanan pangan, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- WISATA RAMADAN: Jejak Dakwah di Kampung Maksiat Samarinda
- Siap-Siap Long Weekend! Libur Awal Ramadan Jatuh pada 18-20 Februari
- Panduan Wisata Jogja 2026: Dari Glamping hingga Hidden Gems
- Malaysia Perkenalkan Panda Raksasa Baru Chen Xing dan Xiao Yue
- Tren Wisata Solo Bergeser ke Destinasi Publik dan Hits Baru
Advertisement
ASN di DIY Diminta Tinggalkan Kendaraan Pribadi Ketimbang WFA
Advertisement
Latihan Pagi Ternyata Lebih Efektif Turunkan Berat Badan
Advertisement
Advertisement
Advertisement







