Advertisement
Tak Perlu Cemas, JKN Lindungi Mahasiswi Sleman Saat Jalani Operasi
Aprilia, 18, menunjukkan aplikasi BPJS Kesehatan. / ist
Advertisement
SLEMAN—Tidak pernah terbayang bagi Aprilia, 18, seorang mahasiswi asal Sleman, bahwa benjolan di tubuhnya akan membuatnya harus menjalani operasi. Namun berkat kepesertaannya dalam Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), seluruh biaya tindakan hingga pemulihan dapat ditanggung oleh BPJS Kesehatan, memberikan rasa lega dan aman di tengah kekhawatiran akan kesehatannya.
Aprilia mengaku awalnya khawatir saat dokter menyarankan untuk menjalani operasi pengangkatan benjolan. Ia sempat membayangkan biaya yang besar dan proses pengobatan yang panjang. Namun rasa cemas itu sirna setelah mengetahui bahwa semua biaya perawatan, mulai dari pemeriksaan, tindakan operasi, hingga kontrol pasca operasi, dijamin sepenuhnya oleh BPJS Kesehatan asal sesuai prosedur.
Advertisement
Saat dikunjungi, Aprilia tampak mulai pulih pasca operasi. Meski masih menjalani masa pemulihan, ia tetap ramah bercerita tentang pengalamannya. Ia menceritakan bahwa operasi dilakukan untuk mengangkat benjolan yang baru disadari saat sedang membersihkan diri.
"Saya ada benjolan di sini [menunjuk bagian tubuh]. Benjolan itu pertama disadari saat sedang mandi. Di saat itu lah saya sadar tumbuh benjolan yang sebelumnya tidak ada,” ungkap Aprilia saat ditemui, Senin (27/10/2025).
BACA JUGA
Menyadari hal tersebut, Aprilia lantas memeriksakan diri ke Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP). Dari FKTP, Aprilia selanjutnya dirujuk untuk pengobatan ke RS PKU Muhammadiyah Sleman.
Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa benjolan tersebut harus segera diangkat. Karenanya, Aprilia pun menjalani operasi pekan lalu dan berlangsung sekitar satu jam. Sejak berobat di FKTP hingga menjalani operasi Sabtu (25/10/2025) pagi dan masa pemulihan, Aprilia mengaku seluruh proses berjalan lancar dengan pelayanan yang baik.
Menurut Aprilia, pelayanan yang diterimanya sebagai peserta JKN kelas 3 tidak berbeda dengan pasien umum lainnya. Ia merasa dilayani dengan ramah dan profesional oleh tenaga medis.
"Iya semuanya baik. Bagus, enggak ada perbedaan antara peserta JKN dengan pasien umum, semuanya setara. Semoga dapat dipertahankan dan bisa lebih baik lagi," tandasnya.
Sejak berobat ke FKTP, lalu dirujuk untuk menjalani operasi bahkan pemulihan pasca operasi, Aprilia merasa layanan yang diberikan semuanya sudah baik. Di mata Aprilia, tidak ada perbedaan dari segi layanan yang dia terimanya.
“Sudah lama mendapatkan layanan kesehatan menggunakan JKN dan selalu bagus layanannya. Saya berharap segera pulih dan dapat menjalani aktivitas seperti biasa,” kata Aprilia.
Sementara itu, ibunda Aprilia, Supatmi mengatakan, usai mendapat cerita dari sang anak perihal adanya benjolan tersebut, ia segera mengantar anaknya ke FKTP untuk diperiksa, lalu mendapatkan rujukan ke RS PKU Muhammadiyah Sleman.
“Dari klinik langsung dirujuk ke RS PKU Muhammadiyah Sleman, karena saya memilih rumah sakit yang paing dekat. Lalu sama dokter langsung disarankan rawat inap. Besoknya langsung operasi. Pelayanannya cepat, bagus, dan petugasnya juga ramah,” tutur Supatmi.
Dirujuk Jumat, sang anak langsung diminta menjalani rawat inap. Selanjutnya hanya sekitar sehari tepatnya pada Sabtu pagi sang anak sudah langsung masuk ruang operasi. Kata Supatmi pelayanan kesehatan yang diberikan kepada anaknya cukup cepat dari dirujuk sampai dioperasi.
"Nggih pelayanannya cepat, sae [baik]. Pelayanannya itu bagus-bagus. Cepat pelayanannya, dirujuk itu terus langsung ke sini. Terus sama dokternya langsung diminta rawat inap, Sabtu operasi," ungkapnya.
Tak hanya saat operasi, pelayanan prima juga terus diberikan selama masa pemulihan. Pihak rumah sakit sigap memberikan vitamin dan perawatan agar kondisi Aprilia cepat pulih.
"Iya baik, vitamin itu langsung. Kalau habis langsung diisi. Vitaminnya langsung disuntikkan," ujarnya.
Supatmi mengatakan jika dirinya dan keluarganya sudah sejak lama menggunakan Program JKN. Dirinya rutin membayarkan iuran BPJS Kesehatan setiap bulannya. Dengan manfaat yang didapat dari Porgram JKN, Supatmi berencana terus menggunakan jaminan kesehatan ini.
Melalui kisah ini, Program JKN kembali membuktikan komitmennya dalam memberikan perlindungan kesehatan yang menyeluruh bagi masyarakat. Dengan menjadi peserta aktif, masyarakat tidak perlu cemas menghadapi risiko kesehatan, karena BPJS Kesehatan siap hadir melindungi setiap peserta kapan pun dibutuhkan. (Advertorial)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- WISATA RAMADAN: Jejak Dakwah di Kampung Maksiat Samarinda
- Siap-Siap Long Weekend! Libur Awal Ramadan Jatuh pada 18-20 Februari
- Panduan Wisata Jogja 2026: Dari Glamping hingga Hidden Gems
- Malaysia Perkenalkan Panda Raksasa Baru Chen Xing dan Xiao Yue
- Tren Wisata Solo Bergeser ke Destinasi Publik dan Hits Baru
Advertisement
Bocah SD Hilang di Muara Sungai Serang Kulonprogo, Tim SAR Sisir TKP
Advertisement
Pilihan Menu Sarapan Tinggi Serat Terbaik Menurut Rekomendasi Pakar
Advertisement
Berita Populer
Advertisement
Advertisement







