Advertisement

Ultah ke-20, Plaza Ambarrukmo Pecahkan Dua Rekor Dunia

Media Digital
Jum'at, 06 Maret 2026 - 21:07 WIB
Jumali
Ultah ke-20, Plaza Ambarrukmo Pecahkan Dua Rekor Dunia Istimewa

Advertisement

JOGJA-Di tengah iring-iringan pasukan bergodo dan tarian tradisional, perhatian tertuju pada sebuah gunungan besar berisi ribuan legomoro perlahan dibawa dari sisi barat Plaza Ambarrukmo menuju Alun-alun Royal Ambarrukmo, pada Kamis (5/3/2026) sore. Tak butuh waktu lama, ratusan warga yang telah menunggu langsung merangsek maju, berebut makanan tradisional khas Jogja itu yang dibagikan secara gratis.

Sebagian dari mereka bahkan sudah siap sejak awal. Beberapa membawa kantong plastik sendiri, bersiap menampung sebanyak mungkin legomoro yang dibagikan dalam perayaan ulang tahun ke-20 Plaza Ambarrukmo.

Advertisement

Seorang warga Bantul, Afif Abdurrazaq, mengaku sengaja datang setelah mengetahui acara tersebut dari media sosial. Ia datang sepulang kerja dengan harapan bisa membawa pulang legomoro untuk keluarganya.

“Kebetulan ini pulang kerja, tahu dari sosmed ada acara ultah Amplaz, jadi langsung ke sini. Emang sengaja bawa kantong plastik, biar dapat banyak. Alhamdulillah ini bisa dapat lumayan banyak, buat orang rumah nanti buka puasa,” kata Afif usai mengumpulkan sekitar belasan bungkus legomoro.

Keramaian sore itu menjadi puncak dari rangkaian perayaan ulang tahun Plaza Ambarrukmo yang ke-20. Dalam momen tersebut, pusat perbelanjaan yang akrab disebut Amplaz itu berhasil memecahkan dua rekor sekaligus yang dicatat Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI).

Rekor pertama adalah pagelaran wayang kulit non-stop terlama di pusat perbelanjaan. Pertunjukan ini berlangsung selama 20 jam, dimulai pada Rabu (4/3/2026) pukul 14.00 WIB hingga Kamis (5/3/2026) sekitar pukul 10.00 WIB di rooftop Plaza Ambarrukmo.

Pertunjukan tersebut melibatkan 20 dalang, 20 sinden, serta 20 lakon yang mengangkat kisah “Jumenengan Ramawijaya”. Angka 20 dipilih sebagai simbol usia Plaza Ambarrukmo yang genap dua dekade.

Senior Manajer MURI, Sri Widayati menjelaskan, dua pencapaian itu langsung tercatat sebagai rekor sekaligus.

“Pagelaran wayang kulit secara non-stop terlama di pusat perbelanjaan, 20 jam, yang dilaksanakan oleh 20 dalang, 20 sinden, dan juga 20 lakon. Selain itu ada sajian legomoro terbanyak sebanyak 5.306 legomoro,” ujar Sri Widayati saat menyerahkan piagam penghargaan di Plaza Ambarrukmo, Kamis (5/3/2026) malam.

Ia menambahkan, jumlah legomoro yang disajikan bukan tanpa makna. Angka 5.306 dipilih untuk melambangkan tanggal berdirinya Plaza Ambarrukmo pada 5 Maret 2006.
Tak hanya mencatat rekor nasional, kedua capaian tersebut bahkan dikukuhkan sebagai rekor dunia oleh MURI.

“Tidak hanya dikukuhkan sebagai rekor nasional, namun kedua rekor tersebut juga dikukuhkan sebagai rekor dunia,” katanya.

Bagi Plaza Ambarrukmo, perayaan dua dekade ini bukan sekadar pesta ulang tahun. General Manager Plaza Ambarrukmo M. Ferra Devi menyebut momentum ini menjadi cara untuk merayakan perjalanan panjang pusat perbelanjaan tersebut bersama masyarakat.

“Tahun ini kami memiliki satu momen yang sangat spesial karena pada 5 Maret 2026 Plaza Ambarrukmo tepat berusia 20 tahun,” ujar Devi.

Perayaan itu mengusung tema Swarnacitta, yang diambil dari bahasa Sanskerta. Swarna berarti emas, sementara citta berarti jiwa.
Menurut Devi, tema tersebut menggambarkan ketulusan, kehangatan, serta semangat kebersamaan yang terus tumbuh selama dua dekade keberadaan Plaza Ambarrukmo di Yogyakarta.

“Kami tidak hanya ingin menjadi tempat berbelanja, tetapi juga menghadirkan pengalaman bagi masyarakat dengan nilai budaya luhur dari Nusantara,” katanya.

Semangat itu terlihat dari rangkaian acara yang menggabungkan tradisi dan ruang modern. Wayang kulit yang biasanya dipentaskan di pendopo atau ruang terbuka, kali ini dimainkan di rooftop pusat perbelanjaan.

Sementara legomoro, makanan tradisional khas Kotagede yang telah dikenal sejak abad ke-17, dihadirkan dalam jumlah ribuan dan disusun menyerupai gunungan layaknya tradisi sedekah bumi.

Saat gunungan itu akhirnya dibagikan kepada masyarakat, suasana berubah menjadi riuh. Tawa, sorak, dan langkah warga yang berebut legomoro berpadu dengan aroma ketan dan daun pisang yang masih hangat.

Di tengah keramaian itu, perayaan ulang tahun Plaza Ambarrukmo seolah menjelma menjadi lebih dari sekadar agenda komersial. Ia berubah menjadi pertemuan antara tradisi, kebersamaan, dan cerita yang terus hidup di tengah kota.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

Pemkab Sleman Terbitkan SE Borong Bareng Produk UMKM Jelang Lebaran

Pemkab Sleman Terbitkan SE Borong Bareng Produk UMKM Jelang Lebaran

Sleman
| Sabtu, 07 Maret 2026, 03:17 WIB

Advertisement

Gendang Telinga Berlubang Bisa Picu Infeksi, Dokter Sarankan Operasi

Gendang Telinga Berlubang Bisa Picu Infeksi, Dokter Sarankan Operasi

Lifestyle
| Jum'at, 06 Maret 2026, 19:07 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement