Daihatsu Kumpul Sahabat Denpasar 2026 Resmi Dibuka, Hadirkan Beragam Keseruan
Daihatsu Kumpul Sahabat Denpasar 2026 resmi dibuka di Living World Denpasar pada 28 Oktober hingga 1 November, menghadirkan hiburan, aktivitas komunitas.
Para penonton menyaksikan jalannya lomba Seni Suara Alam Perkutut Piala KGPAA Paku Alam X di Pasar Angkruksari Baru, Minggu (14/6/2026). Kiki Luqman/Harian Jogja
BANTUL — Dinas Pariwisata (Dinpar) DIY menggelar Seni Suara Alam Perkutut Piala KGPAA Paku Alam X di Pasar Angkruksari Baru, Bantul, Minggu (14/6). Ajang tahunan tersebut diikuti ratusan penghobi dan pelestari burung perkutut dari berbagai daerah di Indonesia.
Dinpar DIY bekerja sama dengan Persatuan Pelestari Perkutut Seluruh Indonesia (P3SI) Pengurus Wilayah DIY dalam pelaksanaan acara tersebut.
Kepala Bidang Pengembangan Ekonomi Kreatif Dinpar DIY, Iwan Pramana, mengatakan kegiatan tersebut merupakan penyelenggaraan ke-12 yang difasilitasi melalui Dana Keistimewaan DIY.
“Hari ini kita ada konkurs Burung Perkutut Piala Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Aryo (KGPAA) Paku Alam X. Ini merupakan gelaran konkurs yang ke-12,” kata Iwan, Minggu (14/6/2026)
Menurut dia, tahun ini konkurs diikuti 294 peserta yang berasal dari DIY, Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat, hingga DKI Jakarta. Kehadiran peserta dari berbagai daerah menunjukkan bahwa Piala Paku Alam masih menjadi salah satu ajang yang diminati kalangan penghobi perkutut.
“Untuk kegiatan ini diikuti 294 peserta dari Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat, Jakarta, dan DIY sendiri,” ujarnya.
Iwan menjelaskan dalam kompetisi tersebut terdapat empat kategori yang diperlombakan, yakni kelas piyik hanging, piyik junior, piyik bebas, dan kelas dewasa. Para peserta memperebutkan berbagai hadiah yang telah disiapkan panitia, mulai dari trofi, sepeda, sembako, sangkar burung hingga hadiah lainnya.
Ia menuturkan tujuan utama penyelenggaraan konkurs bukan hanya untuk mencari burung perkutut terbaik, tetapi juga sebagai upaya menjaga kelestarian budaya memelihara burung yang telah lama berkembang di Yogyakarta.
“Jadi tujuannya ini pertama untuk melestarikan satwa, ini kan budaya di DIY ya, untuk memelihara burung,” katanya.
Selain itu, kegiatan tersebut juga menjadi sarana pemberdayaan komunitas pecinta perkutut. Menurut Iwan, penyelenggaraan event semacam ini memberi ruang bagi komunitas untuk terus aktif sekaligus memperkuat jejaring antarpehobi dari berbagai daerah.
Di sisi lain, Dinpar DIY juga memanfaatkan kegiatan tersebut sebagai bagian dari promosi pariwisata daerah. Peserta yang datang dari luar DIY tidak hanya mengikuti perlombaan, tetapi juga berkesempatan mengunjungi berbagai destinasi wisata selama berada di Yogyakarta.
“Karena kita untuk mendorong pariwisata juga. Jadi teman-teman dari berbagai daerah datang ke DIY tidak hanya untuk lomba, tetapi mereka juga bisa mengunjungi destinasi,” ujarnya.
Untuk mendukung perputaran ekonomi masyarakat, Dinpar DIY turut melibatkan pelaku ekonomi kreatif binaan dalam kegiatan tersebut. Sebanyak 10 pelaku usaha kuliner dihadirkan untuk menyediakan berbagai makanan khas Bantul bagi peserta dan pengunjung.
“Kami mengajak teman-teman ekonomi kreatif, khususnya kuliner, untuk menyediakan makanan yang bisa dinikmati peserta lomba,” kata Iwan.
Ia menambahkan, kehadiran peserta dari luar daerah diharapkan turut memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat setempat, mulai dari sektor kuliner, penginapan hingga usaha kecil lainnya.
Dinpar DIY pun berkomitmen terus mendukung penyelenggaraan konkurs perkutut sebagai bagian dari pelestarian budaya sekaligus penguatan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di DIY. (Advertorial)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Daihatsu Kumpul Sahabat Denpasar 2026 resmi dibuka di Living World Denpasar pada 28 Oktober hingga 1 November, menghadirkan hiburan, aktivitas komunitas.
Kenali kualitas air minum dari sumber, proses pengolahan, higienitas kemasan hingga keterlacakan produk untuk membantu keluarga memilih air minum.
Kemenkop menargetkan koperasi memiliki kilang minyak goreng pada 2027 untuk memperkuat hilirisasi sawit dan meningkatkan nilai tambah bagi petani.
Freeport meminta kejelasan prosedur ekspor emas terkait bea keluar 10% yang dinilai bertentangan dengan ketentuan IUPK perusahaan.
GIIAS Makassar 2026 menghadirkan 18 merek otomotif, terdiri dari 14 merek kendaraan penumpang dan empat merek sepeda motor.
PN Yogyakarta menjatuhkan hukuman 2-3 tahun penjara kepada 11 pengasuh Little Aresha, disertai denda Rp60 juta untuk setiap terdakwa.