5.000 Pelari Ramaikan SiBakul Jogja Sport & Fest 2026
Sekitar 5.000 pelari meramaikan SiBakul Jogja Sport & Fest 2026 dengan kategori 5K, 10K, dan half marathon 21K.
Jajaran OPD Pemda DIY saat melakukan seremoni penutupan Memetri Kaistimewan 14 Tahun Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2012 tentang Keistimewaan Daerah Istimewa Yogyakarta (UUK DIY) di Teras Malioboro Beskalan, Sabtu (12/9/2026) malam. - Harian Jogja/ Ariq Fajar Hidayat
JOGJA—Peringatan 14 Tahun Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2012 tentang Keistimewaan Daerah Istimewa Yogyakarta (UUK DIY) ditutup di Teras Malioboro Beskalan, Sabtu (12/9/2026), setelah diisi 298 kegiatan selama 30 hari di berbagai wilayah DIY.
Paniradya Pati Paniradya Kaistimewan DIY Kurniawan mengatakan rangkaian Memetri Kaistimewan tahun ini dirancang agar peringatan UUK DIY tidak hanya berlangsung dalam bentuk seremoni. Berbagai kegiatan diarahkan untuk mempertemukan masyarakat dengan layanan publik, budaya, edukasi, hingga ruang kreativitas.
Rangkaian kegiatan tersebut menjangkau seluruh kabupaten/kota, bahkan hingga tingkat kalurahan. Kegiatan di masing-masing wilayah menjadi bagian dari upaya memperkenalkan sekaligus menghidupkan nilai keistimewaan di tengah masyarakat.
“Berakhirnya rangkaian peringatan Memetri Kaistimewan hari ini bukan berarti usai sudah upaya kita merawat keistimewaan,” kata Kurniawan saat penutupan, Sabtu (12/9/2026).
Dia menegaskan penutupan justru menjadi momentum untuk melanjutkan semangat memetri keistimewaan dalam kehidupan sehari-hari. Sinergi antarpihak juga perlu diperkuat agar nilai keistimewaan tidak berhenti pada rangkaian acara tahunan.

Tahun ini Memetri Kaistimewan mengangkat tema “Mulyaning Manah, Mukti ing Bumi, Wibawaning Jagad”. Kurniawan menjelaskan Mulyaning Manah berkaitan dengan upaya membangun kehidupan berdasarkan nilai luhur dan kebaikan, sedangkan Mukti ing Bumi dimaknai sebagai dorongan agar keistimewaan menghasilkan kemajuan dan kesejahteraan nyata.
Sementara itu, Wibawaning Jagad menjadi pengingat agar identitas serta kebudayaan Yogyakarta tetap terjaga sehingga mampu menghadapi perubahan zaman tanpa kehilangan jati diri.
Rangkaian kegiatan dibuka di Lapangan Paseban, Bantul, pada 15 Agustus 2026. Sejumlah kegiatan yang digelar antara lain layanan publik, pemeriksaan kesehatan, UMKM, seni tradisional, hingga pemanfaatan teknologi berupa VR Tata Ruang.
Rangkaian tersebut juga memberi ruang pembelajaran melalui sejumlah workshop, seperti Bahasa Isyarat Indonesia, Mewiru Jarik, Membuat Dluwang, dan klinik aksara. Kegiatan kemudian berlanjut hingga puncak acara di Balai Budaya Tamanmartani, Sleman, pada 31 Agustus 2026.
Pada puncak rangkaian tersebut, masyarakat diajak mengenal tradisi dan sejarah melalui lomba tradisional hingga Sinau Sejarah. Kenduri Kaistimewan turut digelar dengan rangkaian Kirab Budaya, Tari Ritual Memetri Kaistimewan, Umbul Donga, potong tumpeng, dan Kembul Bujana.
Memasuki penutupan di Teras Malioboro Beskalan, kegiatan kembali diisi workshop Mewiru Jarik, Membuat Dluwang, dan Wayang Suket hingga senam zumba pada pagi hari. Workshop tersebut diikuti pelajar dari SMA Negeri 2 Jogja, SMA Negeri 10 Jogja, SMK Negeri 7 Jogja, SMK Negeri 6 Jogja, dan SMA Pangudi Luhur.
Ruang kreativitas juga dibuka dengan menghadirkan penampilan musik dari beragam genre, mulai pop, keroncong, reggae, musik religi, hingga musik dari penyandang disabilitas. Pesertanya berasal dari berbagai kabupaten dan kota di DIY serta melibatkan lintas usia.
“Penutupan ini jauh dari sekadar perayaan seremonial. Seluruhnya bersatu padu menampilkan hasil kerja keras serta dedikasi layanan keistimewaan bagi masyarakat,” ujar Kurniawan.
Sejumlah layanan pada penutupan merupakan hasil kolaborasi lintas OPD dan lembaga. DPAD DIY membuka Perpustakaan Keliling, KPPD Yogyakarta menghadirkan layanan Pajak Keliling, sedangkan RSJ Grhasia memberikan skrining kesehatan jiwa, cek gula darah, gizi dan tekanan darah, serta konsultasi psikologi. Dinas Kesehatan Kota Jogja dan Dinas Kesehatan Sleman turut memberikan edukasi kesehatan.
Dinas Pendidikan DIY terlibat melalui Olimpiade Bahasa Aksara Jawa. BRTPD Dinas Sosial DIY menghadirkan penampilan band disabilitas, GeoBIM menyediakan layanan VR Tata Ruang, MGMP Bahasa Jawa memberikan edukasi aksara dan bahasa Jawa, serta Komunitas Citra Aksara menggelar literasi aksara Jawa dan budaya.
Pelaksanaan kegiatan turut melibatkan Pemda kabupaten/kota, komunitas, pelaku UMKM, seniman, akademisi, masyarakat, serta media. Harian Jogja, Tribun Jogja, Solopos, dan Radar Jogja tercatat sebagai media informasi dan pendukung kegiatan, sementara Lembaga Penjamin Simpanan menjadi salah satu pendukung pelaksanaan.
Sekretaris Daerah DIY yang membacakan sambutan Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X menyampaikan bahwa keistimewaan merupakan amanah sejarah sekaligus tanggung jawab untuk masa depan. Menurut Sultan, nilai tersebut perlu dijaga dengan sikap eling lan waspada, yakni memahami akar sejarah dan budaya sekaligus tanggap terhadap perubahan zaman.
Sultan berharap kebersamaan yang terbangun selama Memetri Kaistimewan tidak berhenti setelah acara ditutup. Semangat tersebut diharapkan diteruskan melalui kebijakan, karya, pelayanan, dan perilaku sehari-hari agar pembangunan DIY tetap berjalan seiring dengan pelestarian kebudayaan.(Advertorial)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sekitar 5.000 pelari meramaikan SiBakul Jogja Sport & Fest 2026 dengan kategori 5K, 10K, dan half marathon 21K.
Jusuf Kalla menyoroti banyaknya sarjana menganggur. Setiap tahun 1 juta sarjana keluar, sementara lapangan kerja dinilai terbatas.
Empat wisatawan terseret ombak Pantai Jungwok Gunungkidul saat hendak berfoto. Seorang wisatawan asal Solo meninggal dunia.
Kemenhub mendirikan posko darurat di Pelabuhan Trisakti untuk menangani insiden Kapal Virgo Transport 8 yang hilang kontak di Masalembo.
DPRD DIY mendorong penanganan kekeringan melibatkan seluruh OPD, tidak hanya BPBD, dengan dukungan koordinasi dan anggaran memadai.
Debit Sungai Tinalah Kulonprogo surut saat kemarau. Kondisi ini membuat wisata keceh diminati, tetapi wisatawan diminta tetap waspada.