Memetri Kaistimewan DIY Merawat Keistimewaan Bersama Masyarakat

Media Digital
Media Digital Senin, 17 Agustus 2026 22:02 WIB
Memetri Kaistimewan DIY Merawat Keistimewaan Bersama Masyarakat

Rangkaian MemetriKaistimewan dalam peringatan 14 tahun Undang-Undang Keistimewaan (UUK) DIY digelar di Kabupaten Bantul, Sabtu (15/8). Kegiatan tersebut dibuka di Lapangan Paseban pada Sabtu, dilanjutkan senam bersama warga lanjut usia serta aksi donor darah di Pendopo Parasamya.

BANTUL - Peringatan 14 tahun Undang-Undang Keistimewaan (UUK) DIY dikemas melalui rangkaian kegiatan Memetri Kaistimewan yang dibuka pada Sabtu (15/8) di Lapangan Paseban, Bantul. Sebanyak 298 kegiatan digelar secara kolaboratif dengan melibatkan pemerintah daerah, kabupaten/kota, kalurahan, komunitas, pelaku budaya, dunia pendidikan, hingga masyarakat.

Rangkaian Memetri Kaistimewan menjadi sarana sosialisasi dan edukasi sekaligus penguatan partisipasi masyarakat dalam memahami serta menghidupkan nilai-nilai keistimewaan.

Paniradya Pati Paniradya Kaistimewan, Kurniawan, yang mewakili Gubernur DIY membacakan sambutan Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X. Dalam sambutannya, Sri Sultan mengatakan setelah 14 tahun UUK DIY disahkan, keistimewaan terus berkembang menjadi salah satu fondasi pembangunan di Jogja.

Menurut dia, keistimewaan tidak sebatas menjaga identitas daerah. Lima kewenangan keistimewaan, yakni tata cara pengisian jabatan Gubernur dan Wakil Gubernur, kelembagaan, kebudayaan, pertanahan, dan tata ruang diarahkan untuk memberikan manfaat bagi masyarakat.

Dia mengatakan keberlanjutan keistimewaan membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Karena itu, rangkaian Memetri Kaistimewan menjadi ruang untuk memperkuat kolaborasi sekaligus meneruskan nilai-nilai keistimewaan dalam kehidupan sehari-hari.

Kurniawan berharap momentum 14 tahun UUK DIY dapat memperkuat kebersamaan dan komitmen masyarakat dalam merawat nilai-nilai keistimewaan.

Kepala Bidang Urusan Kebudayaan Paniradya Kaistimewan, Nugraha Wahyu Winarna, mengatakan keistimewaan tidak hanya dipelihara sebagai warisan budaya, tetapi juga menjadi landasan pembangunan yang membawa kemajuan, kesejahteraan, dan martabat bagi Jogja.

Tahun ini, Memetri Kaistimewan mengusung tema “Mulyaning Manah, Mukti ing Bumi, Wibawaning Jagad”. Tema tersebut merefleksikan semangat keistimewaan yang tumbuh dari akar tradisi, diperkaya ilmu pengetahuan, dan diwujudkan melalui semangat gotong royong.

Rangkaian kegiatan berlangsung selama sebulan, mulai 13 Agustus hingga 13 September 2026. Puncak Memetri Kaistimewan dijadwalkan berlangsung pada Senin (31/8) di Balai Budaya Tamanmartani, Sleman. Sementara itu, penutupan rangkaian kegiatan dijadwalkan pada Sabtu (12/9) di kawasan Teras Malioboro, Kota Jogja.

Pelaksanaan kegiatan melibatkan berbagai organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemda DIY maupun pemerintah kabupaten/kota. Pemerintah kalurahan, komunitas, pelaku budaya, dan dunia pendidikan juga dilibatkan untuk memperluas jangkauan pemaknaan keistimewaan di tengah masyarakat.

Rangkaian kegiatan tersebut turut didukung Dana Keistimewaan sebagai bagian dari upaya memperkuat sosialisasi dan internalisasi UUK DIY. Berbagai layanan publik dan kegiatan yang berkaitan dengan urusan keistimewaan turut dihadirkan agar manfaat keistimewaan dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat.

Donor Darah dan Senam

Peringatan Memetri Kaistimewan 14 tahun UUK DIY dimeriahkan dengan aksi donor darah di Pendopo Parasamya, Bantul, Sabtu (15/8). Kegiatan sosial tersebut menyasar sedikitnya 100 kantong darah untuk membantu memenuhi kebutuhan stok darah di DIY.

Pemeriksaan kesehatan gratis diberikan oleh Kimia Farma, sedangkan pemeriksaan mata gratis digelar bersama Akur Optik. Darah yang terkumpul nantinya diserahkan kepada PMI Kulon Progo.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian Memetri Kaistimewan DIY untuk memperingati 14 tahun UUK DIY. Kegiatan didukung Paniradya Kaistimewan bersama Harian Jogja dan berkolaborasi dengan PMI Kulon Progo, serta didukung PDAM Tirta Projotamansari Bantul, Pegadaian Bantul, Bank BPD DIY Bantul, Kimia Farma, Akur Optik, Alfamidi, dan Vasana Store.

Selain donor darah, senam bersama juga dilaksanakan di Lapangan Paseban Bantul, Sabtu (15/8), yang secara khusus menyasar warga lanjut usia (lansia).

Kepala Bidang Perencanaan dan Pengendalian Urusan Keistimewaan Paniradya Kaistimewan, Tri Agus Nugroho, mengatakan senam bersama sengaja dikemas untuk melibatkan kelompok masyarakat yang lebih senior.

“Kegiatan senam bersama ini memang dikhususkan untuk bapak-bapak, ibu-ibu lansia. Dalam Memetri Kaistimewan DIY ini semua segmen kami libatkan,” kata dia.

Dia menuturkan keterlibatan lansia dalam kegiatan Memetri Kaistimewan menjadi bagian dari upaya agar peringatan 14 tahun UUK DIY tidak hanya dinikmati kelompok usia tertentu.

Pameran UMKM

Pameran usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) turut memeriahkan rangkaian Memetri Kaistimewan UUK DIY ke-14. Pameran tersebut menghadirkan berbagai stan, mulai dari Pameran UMKM Sibakul, Layanan Kependudukan, Desa Prima, Layanan Pojok Baca, Pasar Tani, Layanan Skrining Kesehatan Jiwa dan Pemeriksaan Kesehatan, Workshop Bahasa Isyarat, Workshop Wiru Jarik, Workshop Membuat Dluwang, Layanan Loket Pajak Kendaraan, Senam Bersama, Pasar Murah, Layanan NIB (Gampil), PMI Bantul, hingga VR Tata Ruang Paniradya.

Tri Agus Nugroho mengatakan pameran UMKM tersebut mendapat dukungan dari Dinas Koperasi dan UMKM. Produk yang dipamerkan berasal dari desa binaan yang programnya turut didanai Dana Keistimewaan.

Menurut dia, terdapat sekitar 10 stan UMKM yang difasilitasi melalui program Desa Preneur. Selain itu, terdapat pula dua stan UMKM dari Desa Prima.

Tri mengatakan produk yang ditampilkan telah dikurasi dan dibedakan agar tidak terjadi persaingan produk yang terlalu serupa antar-UMKM. Dengan demikian, pengunjung dapat menemukan berbagai jenis produk dalam satu lokasi.

Produk yang dipamerkan cukup beragam, mulai dari makanan hingga kerajinan tangan atau craft. Keberagaman tersebut diharapkan membuat pameran tidak sekadar menjadi etalase produk, tetapi juga ruang bertemunya pelaku UMKM dengan masyarakat dan calon konsumen.

Pameran tersebut berkolaborasi dengan Paniradya Kaistimewan, DiskopUKM DIY, DPMKKPS DIY, DP3AP2 DIY, DPAD DIY, DPKP DIY, Disperindag DIY, KPPD Bantul, dan DPMPTSP Bantul.

Selain itu, kolaborasi juga melibatkan Palang Merah Indonesia, RS Grhasia, SMG Solopos Media Group, Radar Jogja, Tribun Jogja, Harian Jogja, Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), dan GEO BIM. (Advertorial)

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Ujang Hasanudin
Ujang Hasanudin Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online