Festival Teater DIY 2026 Jadi Ruang Generasi Muda Belajar dan Berkarya

Media Digital
Media Digital Sabtu, 12 September 2026 05:02 WIB
Festival Teater DIY 2026 Jadi Ruang Generasi Muda Belajar dan Berkarya

Penampilan kontingen teater dari Gunungkidul pada Festival Teater DIY 2026 di TBY, Jumat (11/9/2026). (Harian Jogja - Stefani Yulindriani)

JOGJA — Festival Teater Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) 2026 digelar di Concert Hall Taman Budaya Yogyakarta (TBY), Jumat (11/9/2026). Festival yang diinisiasi Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) DIY dengan dukungan Dana Keistimewaan 2026 tersebut menjadi ruang bagi generasi muda untuk belajar, berekspresi, dan mengembangkan seni teater.

Sekretaris Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) DIY, Nur Ikhwan Rahmanto, mengatakan Festival Teater DIY bukan sekadar ajang pertunjukan dan kompetisi. Kegiatan tersebut juga menjadi ruang pendidikan karakter bagi generasi muda melalui proses berkesenian.

“Teater pada dasarnya adalah cara untuk membaca kehidupan. Melalui drama realis, kita belajar mengenali berbagai persoalan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari,” katanya, Jumat (11/9/2026).

Menurutnya, berbagai persoalan seperti keluarga, persahabatan, lingkungan, pendidikan, perubahan zaman, hingga persoalan sosial dan budaya dapat menjadi bahan pembelajaran melalui teater. Karena itu, peserta diharapkan tidak hanya belajar bermain peran, tetapi juga semakin peka terhadap kondisi di sekitarnya.

“Teater juga merupakan ruang pendidikan karakter. Di dalamnya ada disiplin, tanggung jawab, kerja sama, saling menghargai, kemampuan mendengarkan, dan komitmen terhadap proses bersama,” ujarnya.

Nur Ikhwan menambahkan keberhasilan peserta dalam festival tidak semata-mata diukur dari perolehan juara. Proses latihan, berdiskusi, menemukan kesalahan, mencoba kembali, hingga berani tampil di atas panggung dinilai menjadi pengalaman penting bagi peserta.

Dia berharap peserta Festival Teater DIY 2026 dapat terus berkarya setelah festival berakhir. Para peserta diharapkan kelak dapat menjadi aktor, sutradara, penulis naskah, penata artistik, pengelola komunitas, pendidik, maupun pelaku kebudayaan dengan gagasan baru.

Sementara itu, Kepala Bidang Pemeliharaan dan Pengembangan Adat, Tradisi, Lembaga Budaya dan Seni Dinas Kebudayaan DIY, Rully Andriadi, mengatakan Festival Teater antarkabupaten/kota DIY 2026 merupakan bagian dari subkegiatan Gelar Budaya Jogja.

Tahun ini festival mengangkat tema “Yogyakarta Hari Ini dalam DNA Teater Realis”. Menurutnya, tema tersebut dipilih sebagai ruang bagi generasi muda untuk melihat, memahami, dan menghadirkan kembali realitas kehidupan sehari-hari melalui pertunjukan teater realis.

“Jogja hari ini menjadi sumber inspirasi utama. Berbagai dinamika sosial dan budaya, perubahan gaya hidup, persoalan keluarga, pendidikan, kesenjangan sosial, sampai tantangan kebudayaan di era modern diharapkan dapat dilihat peserta sebagai bahan untuk menciptakan karya pertunjukan yang jujur, dekat dengan kehidupan, dan relevan dengan kondisi masyarakat saat ini,” katanya.

Festival tersebut diikuti 15 tim teater yang merupakan pemenang festival teater di masing-masing kabupaten/kota se-DIY. Setiap kontingen wajib berdomisili sesuai dengan kabupaten/kota yang diwakilinya.

Untuk pemain atau aktor dan aktris, batas usia maksimal 19 tahun. Sementara penulis naskah, sutradara, penata artistik, penata musik, serta penata rias dan busana maksimal berusia 35 tahun.

Masing-masing kontingen dapat melibatkan maksimal 10 orang, termasuk pemain dan pemusik. Seluruh peserta wajib menampilkan karya orisinal dengan pendekatan realis dan durasi pertunjukan 30–45 menit.

Pada hari pertama, Jumat (11/9/2026), tiga kontingen dijadwalkan tampil, yakni kontingen dari Gunungkidul, Kota Jogja, dan Bantul. Sementara pada Sabtu (12/9/2026), pertunjukan dilanjutkan oleh kontingen dari Kulonprogo dan Sleman.

Dalam festival tersebut terdapat lima juri yang akan memberikan penilaian terhadap naskah dan pertunjukan. Untuk naskah, aspek yang dinilai meliputi tema, penokohan, latar, struktur dramatik atau struktur peristiwa dramatik, serta potensi pengembangan.

Sementara itu, pertunjukan dinilai berdasarkan penyutradaraan, pemeranan dan karakter peran, tata artistik, tata musik, serta kebutuhan pertunjukan lainnya.

Untuk kategori kelompok, penyaji terbaik pertama akan mendapatkan piagam, uang pembinaan Rp15 juta, trofi, dan piala bergilir. Penyaji terbaik kedua memperoleh Rp14 juta, terbaik ketiga Rp13 juta, terbaik keempat Rp12 juta, dan terbaik kelima Rp11 juta.

Selain kategori kelompok, festival juga memberikan penghargaan perorangan untuk penulis naskah terbaik, sutradara terbaik, penata panggung dan cahaya terbaik, penata rias dan busana terbaik, penata musik terbaik, aktor terbaik, aktris terbaik, serta ensemble aktor terbaik.

“Festival Teater DIY 2026 diharapkan menjadi ruang yang sehat untuk berkompetisi sekaligus memperkuat pembinaan seni teater di DIY secara berkelanjutan,” katanya. (Advertorial)

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Ujang Hasanudin
Ujang Hasanudin Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online