DPAD DIY Kembangkan Arsip Interaktif untuk Generasi Muda
DPAD DIY kembangkan layanan arsip interaktif melalui diorama, infografis, dan digitalisasi agar lebih mudah diakses masyarakat.
Anggota Komisi D DPRD DIY, Arni Tyas Palupi, (dua dari kanan) Sekretaris DPAD DIY, Muhammad Rosyid Budiman, dan (paling kanan) Kepala Bidang Perencanaan dan Pengendalian Urusan Keistimewaan Paniradya Kaistimewan, Tri Agus Nugroho dalam podcast bertajuk KolaborAksi Arsip DIY: Menjaga Jejak Istimewa di Hotel Satoria Yogyakarta, Rabu (13/5/2026).
JOGJA — Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) DIY terus mengembangkan layanan kearsipan yang lebih menarik dan mudah diakses masyarakat, terutama generasi muda. Melalui diorama, infografis, hingga layanan digital, arsip dikemas lebih interaktif agar lebih mudah dipahami publik.
Sekretaris DPAD DIY, Muhammad Rosyid Budiman, mengatakan arsip tidak lagi hanya disajikan dalam bentuk dokumen konvensional, tetapi diolah menjadi narasi visual yang lebih komunikatif.
“Arsip-arsip kami ubah menjadi narasi dan grafis yang enak dibaca maupun dilihat,” ujarnya dalam podcast bertajuk KolaborAksi Arsip DIY: Menjaga Jejak Istimewa di Hotel Satoria Yogyakarta, Rabu (13/5).
Menurut Rosyid, masyarakat juga dapat mengakses daftar arsip melalui laman arsip.jogjaprov.go.id. Namun, untuk melihat dokumen arsip secara lengkap, masyarakat tetap harus datang langsung ke kantor DPAD DIY.
Selain pengembangan layanan digital, DPAD DIY juga melakukan akuisisi naskah kuno. Hingga kini, sekitar 65 naskah telah diakuisisi dalam bentuk salinan digital untuk menjaga keaslian dokumen asli.
“Kami sudah melakukan akuisisi, tetapi hanya dalam bentuk salinan digital,” katanya.
Rosyid menjelaskan pengelolaan arsip menjadi penting, terutama saat terjadi perubahan nomenklatur lembaga atau penggabungan instansi. Dalam kondisi tersebut, DPAD melakukan identifikasi dan akuisisi untuk menyelamatkan arsip yang berkaitan dengan sejarah kelembagaan.
Setelah proses akuisisi, arsip menjalani tahap preservasi dan fumigasi sebelum disimpan. Proses tersebut dilakukan untuk melindungi arsip dari kerusakan, jamur, maupun kuman agar kondisinya tetap terjaga.
Selanjutnya, arsip diolah dan disajikan kembali kepada masyarakat sebagai sumber informasi sejarah.
“Arsip selalu terekam, termasuk ketika ada perubahan nomenklatur ataupun merger lembaga,” ujarnya.
Rosyid menilai pengelolaan arsip di organisasi perangkat daerah (OPD) DIY saat ini sudah berjalan cukup baik. Bahkan, menurut dia, DIY menjadi salah satu daerah dengan pengawasan kearsipan terbaik.
Sementara itu, Kepala Bidang Perencanaan dan Pengendalian Urusan Keistimewaan Paniradya Kaistimewan DIY, Tri Agus Nugroho, mengatakan fasilitas kearsipan DPAD DIY menjadi salah satu yang terbesar di DIY dan Jawa Tengah.
Menurut dia, fasilitas tersebut tidak hanya menyediakan layanan arsip dan perpustakaan, tetapi juga dilengkapi ruang seni, area bermain anak, video enam dimensi, hingga layanan digital.
Agus mengajak masyarakat untuk tidak hanya berwisata ke destinasi alam saat berada di Jogja, tetapi juga mengunjungi diorama arsip milik DPAD DIY.
Ia menambahkan, Dana Keistimewaan turut mendukung pengembangan layanan kearsipan, termasuk preservasi naskah kuno yang sebagian masih berada di tangan pemilik asli.
“Kami juga pernah melakukan akuisisi naskah di Leiden pada 2022 hingga 2023,” ujarnya.
Menurut Agus, DPAD DIY juga berkolaborasi dengan budayawan dan seniman untuk mengemas arsip menjadi lebih menarik secara visual dan artistik. Dengan pendekatan tersebut, arsip tidak lagi dipandang sekadar dokumen yang disimpan, melainkan media pembelajaran sejarah yang lebih hidup.
“Kalau hanya berupa dokumen biasa, masyarakat mungkin kurang tertarik. Tetapi ketika dikemas secara visual dan interaktif, sejarah menjadi lebih mudah dipahami,” katanya.
Ia mencontohkan masyarakat dapat memahami peristiwa sejarah seperti Perjanjian Giyanti maupun Reformasi 1998 melalui ruang diorama yang disajikan secara visual dan tematik.
Anggota Komisi D DPRD DIY, Arni Tyas Palupi, menilai kesadaran masyarakat terhadap pentingnya arsip pribadi masih perlu ditingkatkan. Menurut dia, banyak warga baru mencari dokumen arsip ketika menghadapi persoalan administrasi.
Ia juga mendorong DPAD DIY untuk memperluas sosialisasi kepada masyarakat melalui media yang lebih mudah dijangkau, seperti brosur atau flyer.
“Banyak masyarakat sebenarnya ingin datang, tetapi belum mengetahui layanan maupun aksesnya. Tidak semua warga juga terbiasa mengakses informasi digital,” ujarnya. (Advertorial)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPAD DIY kembangkan layanan arsip interaktif melalui diorama, infografis, dan digitalisasi agar lebih mudah diakses masyarakat.
Prakiraan cuaca Jogja Senin 15 Juni 2026, BMKG memprediksi hujan ringan di Kota Jogja, Sleman, Bantul, dan Kulonprogo. Gunungkidul cerah.
SIM Keliling Polda DIY hadir Senin 15 Juni 2026 di Qhomemart Ring Road Timur. Simak jadwal, syarat perpanjangan SIM A dan SIM C.
Layanan SIM keliling Jogja dan drive thru kembali dibuka 15 Juni 2026. Simak lokasi, jadwal, serta syarat perpanjangan SIM A dan C.
DPAD DIY kembangkan layanan arsip interaktif melalui diorama, infografis, dan digitalisasi agar lebih mudah diakses masyarakat.
JBBA 2026 digelar Harian Jogja untuk mengapresiasi entitas yang berkontribusi pada pembangunan berkelanjutan berbasis sosial, budaya, dan lingkungan.