CEO GOTO Ungkap Strategi Bikin Cuan Perusahaan
GOTO mencatat laba bersih Rp252 miliar pada kuartal II-2026. Bisnis Fintech menjadi kontributor utama dan melampaui ODS untuk pertama kalinya.
Wakil Ketua DPRD Bantul, Agung Laksmono (kanan) berbicara dalam podcast bertajuk “Ngobrol Santai, Bahas Serius: Pelestarian Lingkungan dan Masa Depan Pariwisata Berkelanjutan di Studio Harian Jogja, pada Rabu (29/7/2026). - Harian Jogja/ Ariq Fajar Hidayat
JOGJA—Wakil Ketua DPRD Bantul, Agung Laksmono, mendorong pengembangan pariwisata menjadi salah satu cara Kabupaten Bantul memperkuat kemandirian fiskal di tengah kebijakan efisiensi anggaran pemerintah pusat. Menurutnya, potensi wisata Bantul masih sangat besar dan belum seluruhnya dikembangkan secara optimal.
Agung mengatakan kondisi keuangan daerah Bantul selama ini masih cukup bergantung pada pemerintah pusat. Pendapatan Asli Daerah (PAD) dinilai belum mampu menopang seluruh kebutuhan pembangunan dari APBD yang mencapai sekitar Rp2,4 triliun.
Situasi tersebut semakin menantang setelah terjadi pemangkasan transfer ke daerah dan Dana Desa. Menurut Agung, Bantul perlu mencari sumber pertumbuhan ekonomi baru tanpa menjadikan peningkatan beban pajak masyarakat sebagai pilihan utama.
“Potensi-potensi daerah harus kita gali dan kemudian bisa menjadi sumber pendapatan, lewat wisatawan misalnya. Nanti akan berimbas langsung pada kehidupan masyarakat karena ada multiplier effect ekonomi,” kata Agung dalam podcast bertajuk Ngobrol Santai, Bahas Serius: Pelestarian Lingkungan dan Masa Depan Pariwisata Berkelanjutan, Rabu (29/7/2026).
Ia menilai Bantul memiliki modal wisata yang beragam, mulai dari bentang alam, budaya, hingga wisata religi. Gumuk Pasir Parangkusumo di pantai selatan, misalnya, dapat dikembangkan bukan hanya sebagai destinasi wisata, tetapi juga sebagai sarana edukasi.
Potensi budaya juga dinilai besar karena banyak budayawan DIY berasal dari Bantul. Sementara dari sisi wisata religi, keberadaan Makam Raja-Raja Mataram di Imogiri menjadi salah satu aset yang dapat dikembangkan dengan inovasi sehingga memiliki daya tarik lebih kuat bagi wisatawan.
Namun, Agung mengingatkan pengembangan pariwisata tidak cukup hanya mengejar jumlah kunjungan. Konsep wisata berkelanjutan perlu memastikan potensi alam dan lingkungan tetap terjaga ketika aktivitas wisata semakin ramai.
Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah memperbanyak penyelenggaraan event yang menggabungkan berbagai potensi wisata Bantul. Event tersebut diharapkan tidak hanya membuat wisatawan datang ke satu lokasi, tetapi juga mendorong mereka menjelajahi desa wisata dan destinasi lain di sekitarnya.
“Event-event ini paling tidak bisa memperkaya semua potensi wisata yang ada. Potensi bentang alam, kemudian desa-desa wisata yang menampilkan budaya-budaya menarik juga bisa dikembangkan,” ujarnya.
Persoalan lingkungan juga menjadi perhatian karena Bantul berada di wilayah hilir. Sampah dan limbah yang terbawa aliran sungai dari wilayah utara pada akhirnya berpotensi menumpuk di wilayah Bantul hingga menuju kawasan pantai selatan.
Agung menilai persoalan sampah hingga kini belum sepenuhnya terselesaikan. Setelah TPA Piyungan ditutup, pemerintah dinilai perlu semakin kuat mendorong perubahan pola pengelolaan sampah sejak dari sumbernya.
Pemilahan sampah rumah tangga juga, menurutnya, perlu diperkuat dengan dukungan pemerintah hingga tingkat kalurahan. Sampah organik dapat diolah di tingkat rumah tangga, sedangkan sampah anorganik bisa disalurkan melalui bank sampah untuk didaur ulang.
Karena itu, ia meminta aspek lingkungan tidak dipisahkan dari rencana pengembangan pariwisata, termasuk ketika pemerintah ingin mengembangkan wisata air di kawasan selatan, seperti di sekitar Sungai Opak.
Menurut Agung, potensi wisata air di kawasan tersebut masih sangat terbuka untuk dikembangkan. Namun, potensi itu hanya bisa menjadi daya tarik wisata jika kualitas lingkungan dan kebersihan kawasan dijaga bersama.(Advertorial)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
GOTO mencatat laba bersih Rp252 miliar pada kuartal II-2026. Bisnis Fintech menjadi kontributor utama dan melampaui ODS untuk pertama kalinya.
Beban pegawai dalam APBN 2025 mencapai Rp512,60 triliun, naik 7,58% dibandingkan 2024. Polri, Kemenhan, dan Kemenag menjadi instansi dengan beban pegawai terbes
FIFA resmi meluncurkan FIFA ASEAN Cup 2026 yang masuk kalender resmi FIFA. Indonesia menjadi tuan rumah Premier Division dengan hadiah juara mencapai US$1 juta.
Pengiriman chipset smartphone global turun 15% di semester I-2026. Qualcomm dan MediaTek tertekan, Apple & Samsung naik. Simak analisis lengkap Counterpoint!
Indonesia menempati peringkat kedua dunia sebagai negara dengan jumlah universitas terbanyak, mencapai 3.277 kampus. Simak daftar lengkap 10 negara teratas.
Putri Kusuma Wardani bertahan di peringkat 6 dunia BWF per 30 Juli 2026. Pebulu tangkis Indonesia itu hanya terpaut 565 poin dari posisi lima besar yang ditempa