FTB UAJY Terima Mahasiswa AS, Belajar Konservasi hingga Merapi

Media Digital
Media Digital Minggu, 14 Juni 2026 11:17 WIB
FTB UAJY Terima Mahasiswa AS, Belajar Konservasi hingga Merapi

FTB UAJY menerima 12 mahasiswa Eckerd College AS dalam Summer Course konservasi dan lingkungan yang mengangkat tema Nature and Cultural Visit. /Istimewa.

Harianjogja.com, JOGJA—Fakultas Teknobiologi (FTB) Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY) menerima kunjungan 12 mahasiswa dan dua profesor dari Eckerd College, Amerika Serikat, dalam program Summer Course bertema konservasi dan lingkungan. Program internasional ini menjadi sarana pertukaran pengetahuan sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya serta tantangan lingkungan di Indonesia kepada peserta dari luar negeri.

Kegiatan bertajuk Summer Course Program tersebut berlangsung selama tujuh hari, mulai 8 hingga 15 Juni 2026, dengan mengusung tema Nature and Cultural Visit. Pada hari kedua pelaksanaan, Selasa (9/6/2026), para peserta mengikuti rangkaian kegiatan di Kampus II Gedung St. Fransiskus Asisi UAJY yang berfokus pada pengenalan Indonesia, khususnya budaya dan kehidupan sosial masyarakat Yogyakarta.

Kedatangan mahasiswa Eckerd College disambut langsung oleh jajaran Fakultas Teknobiologi UAJY di Ruang Sidang Lantai 4. Program ini dirancang sebagai wadah pembelajaran mengenai isu konservasi dan lingkungan melalui kombinasi kegiatan akademik serta kunjungan lapangan ke berbagai lokasi studi kasus di Yogyakarta.

Wakil Dekan I FTB UAJY, Monika Ruwaimana, Ph.D., menyampaikan apresiasi atas terlaksananya program yang telah lama direncanakan tersebut. Menurutnya, kerja sama dengan Eckerd College sebenarnya telah dirancang sejak beberapa tahun lalu, tetapi pelaksanaannya sempat tertunda akibat pandemi COVID-19.

"Kami sangat senang akhirnya program ini bisa terlaksana dan kalian dapat hadir di sini. Perjalanan menuju Indonesia tentu panjang dan melelahkan, tetapi kami berharap kalian bisa merasa nyaman seperti di rumah sendiri selama mengikuti kegiatan ini," ujarnya.

Pada hari kedua, kegiatan dibagi dalam tiga sesi utama. Sesi pertama berisi pemaparan mengenai tujuan dan agenda program selama tujuh hari ke depan. Selain itu, peserta juga mendapatkan pengenalan mengenai Universitas Atma Jaya Yogyakarta yang disampaikan oleh Kepala Kantor Kerja Sama dan Promosi (KKP) UAJY, Drs. Ign. Agus Putranto, M.Si.

Sesi berikutnya membahas Yogyakarta dan budaya Jawa yang dipaparkan oleh Kepala Kantor Pelatihan Bahasa dan Budaya (KPBB) UAJY, R.A. Vita N.P. Astuti, Ph.D. Dalam sesi ini, peserta memperoleh gambaran mengenai karakter budaya lokal, tradisi masyarakat, hingga kehidupan sosial yang berkembang di Daerah Istimewa Yogyakarta.

Adapun sesi terakhir diisi dengan joint lecture oleh Prof. Ir. Ign. Pramana Yuda, M.Si., Ph.D. Materi yang disampaikan mencakup isu konservasi, keanekaragaman hayati, serta persoalan sampah yang dihadapi Indonesia dan Yogyakarta. Kegiatan tersebut juga diikuti mahasiswa program musim panas dari Filipina dan Thailand yang berasal dari Fakultas Teknologi Industri (FTI) UAJY sebelum dilanjutkan dengan diskusi kelompok.

Salah satu peserta dari Eckerd College, Kai Herbst, mengaku antusias mengikuti program tersebut karena sesuai dengan minat akademiknya di bidang lingkungan dan konservasi.

"Program ini benar-benar menggambarkan semua hal yang selama ini saya inginkan. Saya tertarik mempelajari terumbu karang dan bagaimana cara membangunnya kembali, sekaligus memahami kebijakan lingkungan yang berkaitan dengan konservasi," ujarnya.

Selama mengikuti Summer Course Program, para mahasiswa akan mempelajari berbagai tema konservasi yang berkembang di Indonesia. Materi yang dibahas mencakup konservasi kawasan Merapi, pengembangan ekowisata, perdagangan satwa liar, konservasi mangrove, hingga upaya pelestarian penyu laut.

Peserta juga diajak memahami sejumlah tantangan lingkungan yang saat ini dihadapi Indonesia, seperti hilangnya keanekaragaman hayati, pencemaran plastik, dan degradasi habitat. Untuk memperkuat pemahaman tersebut, mahasiswa akan mengikuti pembelajaran lapangan di sejumlah lokasi yang menjadi studi kasus konservasi.

Beberapa lokasi yang akan dikunjungi antara lain Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM), Animal Market PASTI, kawasan Mangrove Baros, serta area konservasi penyu laut di Pantai Pelangi. Kunjungan lapangan tersebut diharapkan memberikan pengalaman langsung mengenai praktik konservasi sekaligus tantangan pengelolaan lingkungan di berbagai wilayah.

Melalui program internasional ini, FTB UAJY berharap hubungan akademik dengan Eckerd College dapat terus berkembang. Selain memperluas jejaring pendidikan global, kerja sama tersebut juga diharapkan membuka peluang kolaborasi riset, pertukaran mahasiswa, hingga pengembangan program pendidikan berbasis konservasi dan lingkungan pada masa mendatang.

"Kami berharap program ini dapat menjadi tanda dimulainya kolaborasi jangka panjang antara universitas kami," tutup Monika.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online