Pendapatan Prodia Naik 8 Persen di Semester I 2026

Media Digital
Media Digital Jum'at, 31 Juli 2026 12:32 WIB
Pendapatan Prodia Naik 8 Persen di Semester I 2026

Kantor pusat PT Prodia Widyahusada Tbk (Prodia/IDX: PRDA)./ Ist

JAKARTA — PT Prodia Widyahusada Tbk (Prodia/IDX: PRDA), jaringan laboratorium klinik swasta terbesar di Indonesia, membukukan pendapatan sebesar Rp1,11 triliun pada Semester I 2026. Capaian tersebut menjadi pendapatan semester pertama tertinggi dalam empat tahun terakhir atau tumbuh 8,5% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Pertumbuhan pendapatan didorong oleh peningkatan jumlah kunjungan (visit) sebesar 9,7% secara tahunan (year on year/YoY), dengan penjualan tes esoterik sebagai kontributor terbesar. Kinerja tersebut juga ditopang pertumbuhan positif dari seluruh segmen pelanggan, meliputi pelanggan individu, referensi dokter, referensi pihak ketiga, hingga klien korporasi.

Hingga Juni 2026, Prodia telah melayani hampir 10 juta tes. Pertumbuhan penjualan tes esoterik yang lebih tinggi mencerminkan meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap layanan diagnostik yang lebih presisi dan advanced. Sementara itu, peningkatan tes medis, termasuk pemeriksaan rutin, vaksinasi, dan konsultasi dokter, menunjukkan semakin tingginya kepercayaan masyarakat terhadap layanan kesehatan Prodia.

Sejalan dengan pertumbuhan pendapatan, EBITDA Perseroan meningkat 7,1% YoY menjadi Rp216,3 miliar. Pengelolaan operasional yang efektif dan disiplin biaya turut mendorong laba bersih naik 11,4% YoY menjadi Rp77,6 miliar.

Dari sisi neraca keuangan, Prodia mempertahankan kondisi yang sehat dengan total aset sebesar Rp2,64 triliun. Perseroan didukung aset lancar senilai Rp994,8 miliar dan aset tidak lancar sebesar Rp1,64 triliun, sejalan dengan investasi yang dilakukan untuk memperkuat kapasitas operasional.

Total liabilitas tercatat Rp301 miliar, sedangkan total ekuitas mencapai Rp2,34 triliun, mencerminkan struktur permodalan yang kuat dengan likuiditas yang tetap terjaga.

Pada Semester I 2026, Perseroan juga membukukan arus kas bersih dari aktivitas operasi sebesar Rp199,9 miliar. Sementara itu, arus kas investasi sebesar Rp86,2 miliar dialokasikan untuk pengembangan aset dan penguatan ekosistem operasional guna meningkatkan kapabilitas layanan diagnostik serta mendukung inovasi layanan.

President Director Prodia, Liana Kuswandi, mengatakan Semester I 2026 menjadi momentum penting bagi perusahaan untuk memperkuat fondasi pertumbuhan jangka panjang.

"Di tengah kebutuhan masyarakat akan layanan kesehatan yang semakin berkembang, kami terus bertransformasi dengan menghadirkan inovasi yang relevan, memperluas akses layanan, serta membangun ekosistem kesehatan yang semakin terintegrasi. Memasuki Semester II 2026, kami akan terus memperkuat Value-Driven Growth Strategy, yaitu memastikan setiap pertumbuhan mampu menciptakan nilai tambah yang berkelanjutan sekaligus memperkuat daya saing Perseroan dalam jangka panjang," ujar Liana.

Menurutnya, Prodia terus menghadirkan sumber pertumbuhan baru melalui berbagai layanan inovatif, seperti Prodia Clinical Multiomics Centre (PCMC), Integrative Autoimmune & Allergy Clinics, serta Stemcell Clinic by Prodia yang semakin memperkuat kapabilitas perusahaan di bidang precision health.

Di saat yang sama, Prodia juga terus memperkuat bisnis inti melalui peningkatan kualitas layanan dan pengalaman pelanggan, efisiensi operasional, serta perluasan kemitraan strategis, termasuk dengan mitra internasional.

Sementara itu, Finance & Sustainability Director Prodia, Marina Eka Amalia, menilai kinerja Semester I 2026 mencerminkan pertumbuhan yang berkualitas, ditandai dengan peningkatan pendapatan, EBITDA, laba bersih, dan arus kas operasi.

"Memasuki Semester II, kami akan terus memperkuat product mix, menjaga disiplin biaya, serta meningkatkan produktivitas aset untuk mempertahankan momentum profitabilitas. Dengan struktur permodalan yang sehat, likuiditas yang terjaga, dan arus kas operasi yang positif, Perseroan memiliki fleksibilitas keuangan yang memadai untuk mendukung ekspansi bisnis sekaligus menjaga ketahanan keuangan di tengah dinamika industri," kata Marina.

Sepanjang Kuartal II 2026, Prodia juga terus memperkuat implementasi empat pilar keberlanjutan PRO-D-I-A. Komitmen tersebut diwujudkan dengan mempertahankan akreditasi College of American Pathologists (CAP) sejak 2012 sebagai bukti konsistensi menjaga standar mutu laboratorium bertaraf internasional.

Di bidang tata kelola perusahaan, Prodia meraih penghargaan Most Strategic Enterprise in Regulatory Compliance pada ajang Indonesia Regulatory Compliance Awards (IRCA) 2026 serta Top CSR Awards 2026.

Perseroan juga melanjutkan kerja sama strategis dengan Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako dan Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Mataram di bidang pendidikan serta penelitian laboratorium klinik.

Untuk memperluas akses layanan kesehatan, Prodia meresmikan lokasi baru Prodia Women's Health Centre, Premium Service Prodia Health Care Jakarta, serta Stemcell Clinic by Prodia di Prodia Senior Health Centre Jakarta. Selain itu, Prodia bersama Roche Diagnostics menghadirkan layanan My HPV-Test dengan metode self-collection yang lebih praktis, nyaman, dan privat.

Transformasi digital juga terus diperkuat melalui peluncuran fitur pembayaran digital U-aang U by Prodia powered by blu, yang memberikan kemudahan bagi pelanggan dalam mengakses layanan kesehatan secara lebih terintegrasi.(Advertorial)

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Ujang Hasanudin
Ujang Hasanudin Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online