Kembangkan Wellness Tourism, RS JIH Yogyakarta Raih JBBA 2026
Rumah Sakit JIH Yogyakarta berhasil meraih apresiasi kategori Rumah Sakit Pelopor Wellness Tourism dalam ajang Jogja Brand and Business Awards (JBBA) 2026
Gelaran Keroncong Plesiran edisi ke-10 sukses menyedot perhatian ribuan penonton melalui kolaborasi lintas genre dan generasi di kompleks Candi Prambanan, Sabtu (13/6) malam.
JOGJA — Gelaran Keroncong Plesiran edisi ke-10 sukses menyedot perhatian ribuan penonton melalui kolaborasi lintas genre dan generasi di kompleks Candi Prambanan, Sabtu (13/6) malam. Tidak hanya menghadirkan pertunjukan musik, festival ini juga memadukan geliat ekonomi kreatif dengan suasana wisata budaya.
Guyuran hujan deras tidak menyurutkan antusiasme penonton untuk menikmati pertunjukan musik keroncong modern selama festival berlangsung pada 13-14 Juni 2026. Ribuan pengunjung tetap memadati area pertunjukan untuk menyaksikan kolaborasi para musisi dari berbagai genre.
Kepala Dinas Pariwisata DIY, Imam Pratanadi, menilai Keroncong Plesiran menjadi contoh festival musik berbasis komunitas yang berhasil berkembang secara berkelanjutan hingga memasuki satu dekade penyelenggaraan.
“Berawal dari komunitas keroncong, kemudian lahir sebuah perhelatan yang mampu bertahan sampai 10 tahun. Ini luar biasa,” kata Imam ditemui di lokasi acara, Sabtu malam.
Menurut dia, tantangan berikutnya adalah menjaga keberlanjutan festival sekaligus memperkuat posisi DIY sebagai salah satu pusat perkembangan musik keroncong di Indonesia.
“Kami berharap event ini terus berkembang dan menjadikan Daerah Istimewa Yogyakarta sebagai salah satu pusat keroncong di Indonesia,” ujarnya.
Imam memandang keroncong berpotensi menjadi salah satu identitas budaya DIY. Ia ingin Jogja dikenal sebagai destinasi yang menawarkan pengalaman menikmati musik keroncong dengan nuansa khas Indonesia.
“Siapa pun yang ingin menikmati keroncong dengan ambience yang benar-benar Indonesia, adanya di Jogja,” tuturnya.
Ia juga menilai Keroncong Plesiran berhasil membuktikan bahwa musik keroncong mampu berkolaborasi dengan berbagai genre musik modern tanpa kehilangan identitasnya.
“Sudah terbukti bahwa keroncong bisa dipadukan dengan genre apa pun,” katanya.
Selain menjadi ruang pertemuan pecinta musik keroncong dari berbagai daerah, festival tersebut juga dinilai penting sebagai wadah regenerasi musisi muda. Sejumlah kelompok keroncong muda tampil dalam festival tersebut dan mendapat kesempatan tampil di panggung besar.
“Kami berharap komunitas-komunitas keroncong di DIY terus berkembang dengan ciri khas masing-masing sehingga Jogja benar-benar menjadi tuan rumah keroncong di Indonesia,” ujar Imam.
Salah satu penampil dari Sanggar Musik Serenade, Amadeus Violintio, mengatakan Keroncong Plesiran membuka ruang bagi generasi muda untuk terlibat dalam perkembangan musik keroncong.
“Festival seperti ini membuka peluang bagi generasi penerus,” katanya.
Antusiasme serupa disampaikan salah satu penonton, Fera. Ia mengaku menikmati konsep kolaborasi yang dihadirkan dalam festival tersebut, terutama penampilan Symphony Kerontjong Moeda bersama sejumlah musisi tamu.
Pada edisi ke-10 ini, sejumlah kelompok musik tampil meramaikan panggung, di antaranya Kos Atos, Paksi Band, Serenade, Gadis Gendhis, Sinten Remen, hingga YKHC. (Advertorial)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Rumah Sakit JIH Yogyakarta berhasil meraih apresiasi kategori Rumah Sakit Pelopor Wellness Tourism dalam ajang Jogja Brand and Business Awards (JBBA) 2026
Simak jadwal lengkap KA Bandara YIA reguler dan Xpress untuk Selasa 21 Juli 2026. Tersedia layanan dari Tugu Jogja menuju YIA dan sebaliknya.
Jadwal KRL Solo-Jogja Selasa 21 Juli 2026 tersedia dari pukul 05.00 WIB hingga 20.42 WIB dengan tarif Rp8.000 untuk sekali perjalanan.
Jadwal KRL Jogja-Solo Senin 20 Juli 2026 lengkap dari Stasiun Jogja hingga Palur. Tarif tetap Rp8.000 dengan 15 perjalanan setiap hari.
PT Isuzu Astra Motor Indonesia menjadi satu-satunya produsen kendaraan komersial yang seluruh produknya ber-TKDN dengan capaian tertinggi lebih dari 62 persen.
Basarnas memperluas area pencarian 18 korban KM Nurul Salsa hingga 1.980 mil laut dengan dukungan alutsista laut dan udara pada hari keenam operasi SAR.