Dekan FK-KMK UGM Bawa Suara Komunitas Jalanan Indonesia ke Forum Pandemi Global

Media Digital
Media Digital Selasa, 22 September 2026 17:02 WIB
Dekan FK-KMK UGM Bawa Suara Komunitas Jalanan Indonesia ke Forum Pandemi Global

Istimewa

YOGYAKARTA—Dekan Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) Universitas Gadjah Mada (UGM), Prof. dr. Yodi Mahendradhata, M.Sc., Ph.D., FRSPH, tampil sebagai pembicara dalam peluncuran resmi The NUS-Lancet Pandemic Readiness through Institutions, Mobilising Communities, and Equity (PRIME) Commission Report di New York, Amerika Serikat, Senin (21/9/2026).

Acara bertajuk Transforming Pandemic Readiness for Equity tersebut digelar di Instituto Cervantes New York dan menjadi bagian dari rangkaian kegiatan United Nations General Assembly High-level Week 2026.

Keterlibatan Prof. Yodi dalam forum global tersebut menjadi bagian dari kontribusi FK-KMK UGM dalam pembahasan dan perumusan kebijakan kesehatan di tingkat internasional.

Dalam diskusi roundtable, Prof. Yodi berdiskusi dengan sejumlah tokoh dan pemimpin global, antara lain mantan Perdana Menteri Selandia Baru sekaligus Wakil Ketua Panel Independen untuk Kesiapsiagaan Pandemi, The Rt. Hon. Helen Clark.

Hadir pula Penasihat Senior Kantor Regional Eropa untuk Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Prof. Michel Kazatchkine, serta para menteri, perwakilan PBB, pimpinan organisasi internasional, dan akademisi dari berbagai universitas terkemuka dunia.

Laporan NUS-Lancet PRIME Commission yang diluncurkan dalam acara tersebut menyoroti pendekatan tradisional terhadap perencanaan pandemi yang dinilai belum sepenuhnya mampu melindungi kelompok rentan.

Komisi tersebut mengusulkan cetak biru (blueprint) praktis untuk mengubah fokus kesiapsiagaan pandemi dari sekadar persiapan pasif menuju konsep “kesiapan 360 derajat” (360° readiness).

Penelitian yang menjadi dasar laporan tersebut dilakukan di 20 negara. Untuk Indonesia, studi kasus secara khusus menyoroti kelompok masyarakat yang hidup di jalanan.

Studi tersebut diharapkan dapat memberikan pembelajaran untuk memastikan sistem kesehatan tidak mengabaikan kelompok masyarakat yang selama ini rentan mengalami marginalisasi.

Laporan lengkap NUS-Lancet PRIME Commission selanjutnya akan dipublikasikan di jurnal medis The Lancet bersamaan dengan rangkaian peluncuran laporan tersebut.

Selain menyampaikan temuan dan rekomendasi laporan kepada publik untuk pertama kalinya, Prof. Yodi bersama para pembicara internasional lainnya membahas pendekatan yang lebih luas dalam membangun kesiapsiagaan pandemi.

Pembahasan tidak hanya berfokus pada aspek teknis persiapan menghadapi pandemi, tetapi juga mencakup pemerataan, pelibatan seluruh lapisan masyarakat, perlindungan komunitas, serta penguatan landasan bagi tindakan politik, institusional, dan sistem kesehatan di tingkat regional maupun global.

Melalui partisipasi Prof. Yodi dalam forum tersebut, FK-KMK UGM berharap dapat terus mendorong terwujudnya sistem kesehatan global yang lebih berkeadilan. Perlindungan dan keselamatan manusia, khususnya kelompok rentan, diharapkan menjadi salah satu prioritas utama negara-negara di dunia dalam menghadapi pandemi berikutnya. (Advertorial)

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Ujang Hasanudin
Ujang Hasanudin Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online