Ini Empat Indikator Kinerja yang Harus Dicapai Lurah Baru Bantul
DPMKal Bantul meminta 30 lurah baru fokus pada empat indikator kinerja, yakni pengentasan kemiskinan, penurunan stunting, peningkatan PAKal
Istimewa
YOGYAKARTA—Dekan Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) Universitas Gadjah Mada (UGM), Prof. dr. Yodi Mahendradhata, M.Sc., Ph.D., FRSPH, tampil sebagai pembicara dalam peluncuran resmi The NUS-Lancet Pandemic Readiness through Institutions, Mobilising Communities, and Equity (PRIME) Commission Report di New York, Amerika Serikat, Senin (21/9/2026).
Acara bertajuk Transforming Pandemic Readiness for Equity tersebut digelar di Instituto Cervantes New York dan menjadi bagian dari rangkaian kegiatan United Nations General Assembly High-level Week 2026.
Keterlibatan Prof. Yodi dalam forum global tersebut menjadi bagian dari kontribusi FK-KMK UGM dalam pembahasan dan perumusan kebijakan kesehatan di tingkat internasional.
Dalam diskusi roundtable, Prof. Yodi berdiskusi dengan sejumlah tokoh dan pemimpin global, antara lain mantan Perdana Menteri Selandia Baru sekaligus Wakil Ketua Panel Independen untuk Kesiapsiagaan Pandemi, The Rt. Hon. Helen Clark.
Hadir pula Penasihat Senior Kantor Regional Eropa untuk Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Prof. Michel Kazatchkine, serta para menteri, perwakilan PBB, pimpinan organisasi internasional, dan akademisi dari berbagai universitas terkemuka dunia.
Laporan NUS-Lancet PRIME Commission yang diluncurkan dalam acara tersebut menyoroti pendekatan tradisional terhadap perencanaan pandemi yang dinilai belum sepenuhnya mampu melindungi kelompok rentan.
Komisi tersebut mengusulkan cetak biru (blueprint) praktis untuk mengubah fokus kesiapsiagaan pandemi dari sekadar persiapan pasif menuju konsep “kesiapan 360 derajat” (360° readiness).
Penelitian yang menjadi dasar laporan tersebut dilakukan di 20 negara. Untuk Indonesia, studi kasus secara khusus menyoroti kelompok masyarakat yang hidup di jalanan.
Studi tersebut diharapkan dapat memberikan pembelajaran untuk memastikan sistem kesehatan tidak mengabaikan kelompok masyarakat yang selama ini rentan mengalami marginalisasi.
Laporan lengkap NUS-Lancet PRIME Commission selanjutnya akan dipublikasikan di jurnal medis The Lancet bersamaan dengan rangkaian peluncuran laporan tersebut.
Selain menyampaikan temuan dan rekomendasi laporan kepada publik untuk pertama kalinya, Prof. Yodi bersama para pembicara internasional lainnya membahas pendekatan yang lebih luas dalam membangun kesiapsiagaan pandemi.
Pembahasan tidak hanya berfokus pada aspek teknis persiapan menghadapi pandemi, tetapi juga mencakup pemerataan, pelibatan seluruh lapisan masyarakat, perlindungan komunitas, serta penguatan landasan bagi tindakan politik, institusional, dan sistem kesehatan di tingkat regional maupun global.
Melalui partisipasi Prof. Yodi dalam forum tersebut, FK-KMK UGM berharap dapat terus mendorong terwujudnya sistem kesehatan global yang lebih berkeadilan. Perlindungan dan keselamatan manusia, khususnya kelompok rentan, diharapkan menjadi salah satu prioritas utama negara-negara di dunia dalam menghadapi pandemi berikutnya. (Advertorial)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPMKal Bantul meminta 30 lurah baru fokus pada empat indikator kinerja, yakni pengentasan kemiskinan, penurunan stunting, peningkatan PAKal
KRL INKA rangkaian kedelapan ditargetkan beroperasi 1 Desember 2026 setelah menjalani pengujian akhir pada 11 November.
BMKG memperingatkan potensi cuaca ekstrem di DIY pada 9-11 November 2026. Hujan sedang dan gelombang laut 2,5 meter perlu diwaspadai.
Hujan deras dan badai di Gaza merendam 70.000 tenda pengungsi Palestina. Ribuan keluarga kehilangan tempat berlindung.
Helikopter Eurocopter Super Puma jatuh di Sungai Barito saat misi pemadaman karhutla. Tiga kru dipastikan selamat oleh BNPB.
Piala Ketua DPRD DIY diikuti peserta berbagai daerah. Ajang lomba burung berkicau ini diharapkan menggerakkan ekonomi dan mendukung konservasi.